J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              7 Alasan Kenapa Marvel Lebih Sukses dari DC, Nomor 4 Jadi Kunci Utama!

              7 Alasan Kenapa Marvel Lebih Sukses dari DC, Nomor 4 Jadi Kunci Utama!

              00
              Jumat, 3 Mei 2019, 18:00 WIB
              Kamu tim Marvel atau DC nih, geng? Kali ini Jaka mau membahas mengapa Marvel bisa sesukses sekarang, meninggalkan jauh DC di belakang.

              Persaingan antara Marvel dan DC Comics telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dengan superhero-superhero yang dimiliki, mereka berusaha mendominasi dunia perkomikan.

              Akan tetapi jika dilihat dari film-film yang dihasilkan, nampak DC kewalahan menghadapi kejayaan Marvel Cinematic Universe, apalagi setelah rilisnya Avengers: Endgame.

              Mengapa DC bisa gagal di saat Marvel mendulang kesuksesan yang luar biasa?

              Mengapa Marvel Lebih Baik dari DC?

              Kalau kita melihat beberapa tahun yang lalu sebelum ada Marvel Studios, mungkin kita lebih mengenal superhero-superhero dari DC seperti Superman dan Batman.

              Apalagi, waktu itu trilogi Batman garapan Christopher Nolan meraih kesuksesan yang luar biasa dan dianggap sebagai salah satu trilogi terbaik sepanjang masa.

              Bagaimana dengan Marvel? Orang awam mungkin hanya mengenal Spider-Man. Tidak banyak yang tahu tentang Iron Man ataupun Captain America.

              Namun semua berubah ketika Marvel Studio dibentuk dan merilis film Iron Man pertama. Semenjak itu, Marvel pun berbalik unggul. Mengapa ini bisa terjadi?

              1. Perencanaan yang Lebih Matang

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-1
              Sumber foto: Medium

              Sejak kemunculan film Iron Man yang pertama, Marvel nampak sudah mengetahui akan dibawa ke mana film-film Marvel ini.

              Petunjuk pertama muncul dari Nick Fury yang ingin membicarakan inisiasi Avengers di post credit film tersebut.

              Setelah itu, muncullah film-film Marvel yang saling bertautan satu sama lain hingga mencapai puncaknya pada film Avengers: Endgame.

              Bagaimana dengan DC? Mereka nampak kewalahan mengejar kesuksesan Marvel dan terlihat terburu-buru dalam mengerjakan film-filmnya.

              DC Extended Univers (DCEU) dimulai pada tahun 2013 dengan film Man of Steel, berbarengan dengan Iron Man 3 dan Thor: The Dark World.

              Butuh tiga tahun hingga DC membuat film lagi, yakni Batman v Superman: Dawn of Justice yang dicap sebagai salah satu film superhero terburuk.

              Lantas di tahun 2017, DC merilis Wonder Woman dan Justice League. Perencanaan yang kurang matang inilah yang membuat DC terlihat sedikit kacau.

              2. Produktivitas Membuat Film

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-2
              Sumber foto: Screen Rant

              Marvel Studio dalam rentang waktu 11 tahun berhasil membuat 22 film atau sama dengan 2 film setiap tahunnya.

              Bagaimana dengan DC? Dalam rentang waktu 7 tahun, mereka hanya menghasilkan 7 film. Dari segi jumlah, mereka jelas kalah dari Marvel.

              Dengan banyaknya film yang diproduksi oleh Marvel, tentu mereka lebih bisa menghubungkan cerita antar satu film dengan film lainnya.

              Apalagi, Marvel tak ragu memperkenalkan superhero yang tidak terlalu terkenal seperti Doctor Strange dan Black Panther.

              Di sisi lain, nampaknya DC susah melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap trio superhero Superman, Batman, dan Wonder Woman.

              3. Respon Publik Terhadap Film

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-3
              Sumber foto: Rotten Tomatoes

              Dilihat dari respon publik, terlihat bahwa film-film Marvel lebih sering mendapatkan tanggapan positif jika dibandingkan dengan film DC.

              Kita ambil contoh rating di Rotten Tomatoes. Film terburuk dari Marvel adalah Thor: The Dark World dengan nilai 66%.

              Untuk DC, film terburuk dari keseluruhan DCEU adalah Suicide Squad dengan nilai hanya 27%. Bahkan film Batman v Superman: The Dawn of Justice hanya mendapatkan nilai 28%.

              Bagaimana dengan film terbaik? Marvel memiliki Black Panther dengan nilai 97%, di mana DC memiliki Wonder Woman dengan nilai 93%.

              4. Pemilihan Pemeran

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-4
              Sumber foto: Mashable

              Marvel dianggap sukses dalam melakukan perekrutan aktor yang cocok untuk memerankan karakter-karakternya.

              Robert Downey Jr. sangat cocok memerankan tokoh Tony Stark dan bekerja di MCU selama 11 tahun.

              Kita sekarang tidak bisa membayangkan ada aktor lain yang bisa memerankan Tony Stark sebagus Robert.

              Begitu pula karakter lain seperti Chris Evans, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, dan lain sebagainya yang bertahan mulai awal MCU hingga Endgame.

              Di sisi lain, DC tidak mendapatkan loyalitas aktor sebesar itu. Harry Canvill (Superman) dan Ben Affleck (Batman) tidak akan melanjutkan perannya lagi di DCEU setelah Justice League.

              Bahkan Ben Affleck selalu dibanding-bandingkan dengan pemeran Batman sebelumnya, Christian Bale, di mana sebagian menanggap Bale lebih pantas memerankan superhero tersebut.

              Jika sudah seperti itu, bagaimana nasib DCEU selanjutnya?

              Pemilihan karakter yang tepat inilah yang menjadi salah satu faktor kunci penentu mengapa Marvel lebih baik dari DC.

              5. Superhero yang Lebih Humanis

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-5
              Sumber foto: The Wrap

              Superman alien, Wonder Woman dewa, Aquaman dewa. Nampak superhero dari DC, selain Batman, terlihat sangat kuat karena bukan manusia biasa.

              Bandingkan dengan superhero-superhero di Marvel. Bisa dibilang yang memiliki kekuatan dewa hanyalah Thor.

              Captain Marvel ataupun Scarlett Witch memiliki kemampuan super akibat terkena efek Infinity Stones.

              Banyak superhero yang lebih manusia di film-film Marvel, mulai dari Tony Stark, Peter Parker, Sam Wilson, Natasha Romanoff, Clint Barton, dan lain sebagainya.

              Hal ini membuat superhero-superhero Marvel bisa lebih terasa dekat dengan fans jika dibandingkan dengan DC.

              6. Musuh-Musuh yang Lebih Melekat

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-6
              Sumber foto: Business Insider India

              Sebelum akhirnya muncul secara penuh di film Avengers: Infinity Wars, Thanos sempat muncul beberapa kali di film-film sebelumnya.

              Hal tersebut memberikan efek kepada penontonnya bahwa makhluk ungu ini akan menjadi final boss pada film Marvel, dan hal tersebut terbukti benar.

              Lantas, diketahuilah bahwa Thanos sedang mengincar Infinity Stones untuk menghilangkan setengah populasi makhluk hidup demi keseimbangan alam semesta.

              Mari kita bandingkan dengan musuh utama di Justice League, Steppenwolf. Ia datang ke Bumi demi menghancurkan dunia.

              Sudah, gitu aja motivasinya.

              Mungkin DC memiliki Joker yang diperankan dengan sangat baik oleh mendiang Hedge Ledger, tapi itu sebelum DCEU dimulai.

              Setelah itu, tidak ada musuh di DCEU yang benar-benar membuat penontonnya terpikat.

              Berbeda dengan Marvel yang memiliki Loki, Ronan the Accuser, hingga Dormammu yang memiliki ciri khasnya masing-masing.

              7. Selingan Komedi, Post-Credit Scene, dan Cameo Stan Lee

              mengapa-marvel-lebih-sukses-dari-dc-7
              Sumber foto: Marvel Cinematic Universe Wiki - Fandom

              Banyak yang menanggap bahwa film-film DC terlalu serius dan gelap. Hampir jarang sekali terselip nuansa humor di tiap-tiap filmnya.

              Berbanding terbalik dengan film-film Marvel yang sering memiliki unsur komedi di dalamnya.

              Tak perlu menyebut film Deadpool. Sebut saja Guardians of the Galaxy atau Ant-Man yang mampu mengocok perut penontonnya.

              Mungkin karena alasan inilah yang membuat DC akhirnya memutuskan untuk merilis film Shazam! yang penuh dengan nuansa ceria.

              Lalu, Marvel selalu menyelipkan post-credit scene di setiap akhir filmnya (kecuali Avengers: Endgame). Ada yang penting, ada yang kurang penting.

              Nilai tambah dari Marvel yang lain adalah adanya cameo dari sang legenda Stan Lee di setiap film MCU yang tayang di bioskop.

              Akhir Kata

              Itulah 7 alasan mengapa Marvel lebih baik dari DC versi JalanTikus. Apakah kamu punya pendapat lain? Tulis di kolom komentar, ya!

              Baca juga artikel seputar Marvel atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal