J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              9 Konsol Game yang Gagal, Google Stadia Segera Gabung?

              9 Konsol Game yang Gagal, Google Stadia Segera Gabung?

              00
              Minggu, 21 Apr 2019, 12:00 WIB
              Di balik suksesnya PlayStation, Xbox, hingga Nintendo Switch, ternyata banyak loh konsol game yang gagal! Kali ini Jaka bakal kasih tahu daftarnya!

              Beberapa waktu yang lalu ketika acara Game Developers Conference (GDC), Google memperkenalkan platform game terbarunya, Google Stadia.

              Ada beberapa pihak yang menduga perangkat game tersebut akan menjadi produk gagal, menyusul konsol-konsol game lain yang sudah lebih dulu gagal.

              Nah, kali ini Jaka bakal kasih kamu 10 konsol game gagal yang pernah dibuat oleh berbagai perusahaan, geng!

              Mengapa Google Stadia Akan Gagal?

              Mengapa Google Stadia diprediksi akan mengalami kegagalan? Ada beberapa alasan yang mendasari kegagalan ini.

              Salah satunya adalah masalah jaringan internet. Bahkan sekelas Amerika Serikat, infrastruktur jaringan yang dimiliki pun masih ada yang belum terlalu mewadahi konsol game ini.

              Alasan kedua, adalah keterbatasan game yang bisa dimainkan melalui Google Stadia.

              Karena mengusung konsep cloud gaming, jelas developer game membutuhkan sumber daya yang tak sedikit untuk membuat game semacam itu.

              Selain itu, sudah banyak perusahaan cloud gaming yang harus tutup karena sedikitnya jumlah pemain yang memanfaatkan layanan mereka. Apakah Google Stadia juga termasuk?

              9 Konsol Game yang Gagal

              Besar kemungkinan Google Stadia akan segera menyusul 9 konsol game gagal yang ada di bawah ini karena alasan-alasan tersebut.

              Apa saja yang termasuk ke dalam deretan konsol game gagal sepanjang masa?

              1. Ouya (2013)

              Konsol Game Gagal 1 02607
              Sumber foto: Ranker

              Di urutan pertama ada konsol game Ouya yang dirilis enam tahun lalu. Sebagai proyek yang didanai oleh banyak orang, konsol ini didukung oleh Android dan mudah dikembangkan.

              Tentu akan menyenangkan apabila kita bisa memainkan game-game favorit kita seperti PUBG Mobile dengan menggunakan controller.

              Realitanya, Ouya kesulitan mengajak para developer membuat game untuk konsol ini. Pada akhirnya, Ouya diakuisisi oleh Razer.

              2. Nintendo Wii U (2012)

              Konsol Game Gagal 2 8a685
              Sumber foto: Ranker

              Sebagai konsol pertama dari Nintendo yang didukung dengan kualitas video HD, seharusnya Wii U bisa meneruskan kesuksesan Nintendo Wii.

              Kenyataannya, penjualan Wii U hanya sekitar 15% dari Wii. Kegagalan ini didasari beberapa faktor, termasuk ketidakmampuan pihak Nintendo untuk menarik para developer game.

              Selain itu, jika dibandingkan dengan kompetitornya (PlayStation 4, Xbox One), Wii U sangat tertinggal dalam urusan performa. Tabletnya pun sangat tidak nyaman untuk digunakan.

              3. PlayStation Vita (2011)

              Konsol Game Gagal 3 D3253
              Sumber foto: PointsPrizes

              PlayStation Vita dirilis untuk menggantikan PlayStation Portable, salah satu konsol game portabel yang paling sukses sepanjang masa. Berhasil? Tidak.

              Meskipun berhasil menjual 10 juta unit, jumlah tersebut tertinggal jauh dari hasil penjualan PSP yang menyentuh angka 80 juta. Itu pun mayoritas hanya terjual di Jepang.

              Ada beberapa alasan mengapa perangkat ini tidak terlalu laku, seperti munculnya game-game untuk smartphone, kesalahan strategi, dan harga perangkat yang terlalu mahal.

              Konsol Game Gagal Lainnya . . .

              4. Gizmondo (2005)

              Konsol Game Gagal 4 0e020
              Sumber foto: YouTube

              Mau tahu contoh kasus ketika sebuah perusahaan jor-joran dalam mengeluarkan uang demi memasarkan produknya tapi gagal total?

              Gizmondo adalah salah satu studi kasus yang paling sesuai. Muncul sebagai pesaing PlayStation Portable dan Nintendo DS, konsol ini mampu memutar film, musik, SMS, dan GPS.

              Hasilnya? Hancur lebur. Judul game yang dimiliki tidak sampai sepuluh judul. Unit yang terjual juga hanya sekitar 25.000. Perusahaan ini harus dililit hutang hingga ratusan juta dolar.

              5. Nokia N-Gage (2003)

              Konsol Game Gagal 5 A335f
              Sumber foto: YouTube

              Siapa yang pernah punya handphone legendaris yang satu ini? Nokia N-Gage adalah sebuah perangkat yang mengombinasikan antara handphone dan konsol game.

              Pembuatan handphone ini mungkin terinspirasi dari kesuksesan Game Boy Advance miliki Nintendo. Sayangnya, N-Gage justru dianggap sebagai sebuah kegagalan.

              Desainnya yang besar membuat handphone ini susah digunakan untuk telepon, sedangkan tombolnya juga tidak cocok untuk digunakan bermain game.

              6. Sega Dreamcast (1998)

              Konsol Game Gagal 6 D726d
              Sumber foto: Ranker

              Dreamcast merupakan penutup dari Sega sebelum memutuskan untuk mundur dari pasar konsol dan berfokus pada pengembangan game.

              Sebenarnya, Dreamcast bukanlah konsol yang buruk. Banyak orang yang menyukai konsol ini. Sayangnya, banyak developer menolak membuat game untuk konsol ini.

              Alasannya adalah kemunculan PlayStation 2, Xbox, hingga Gamecube yang lebih menjanjikan. Pada akhirnya, produksi Dreamcast dihentikan pada tahun 2001.

              7. Apple Pippin (1996)

              Konsol Game Gagal 7 A536e
              Sumber foto: Le journal du lapin

              Tahukah kamu kalau Apple pernah merilis sebuah konsol game? Ternyata pada tahun 1996, Apple bekerjasama dengan Bandai menciptakan perangkat game bernama Pippin.

              Apple bertugas membuat hardware, di mana Bandai bertanggung jawab untuk menyediakan casing, pengemasan, dan desain controller.

              Kerjasama tersebut tidak bertahan lama karena perangkat ini gagal di pasaran. Tidak butuh lama bagi Steve Jobs, yang kembali ke Apple pada tahun 1997, untuk menutup divisi ini.

              Tapi perlu dicatat bahwa Pippin membawa banyak inovasi. Contohnya adalah controller wireless yang dimiliki dan kemampuannya untuk tersambung dengan koneksi internet.

              8. Nintendo Virtual Boy (1995)

              Konsol Game Gagal 8 3c8d5
              Sumber foto: The Gamer

              Sebelum teknologi Virtual Reality sepopuler sekarang, Nintendo pernah merilis konsep serupa yang diberi nama Virtual Boy.

              Bedanya, headset VR yang dimiliki tidak bisa diikatkan ke kepala. Sebagai gantinya, headset VR ini ditopang oleh sebuah tri-pod yang berdiri di atas permukaan yang rata.

              Konsol ini sangat tidak nyaman untuk digunakan dan bisa dipastikan akan membuat pegal kepala. Apalagi, game yang dapat dimainkan hanya menampilkan dua warna, yakni hitam dan merah.

              9. Atari Jaguar (1993)

              Konsol Game Gagal 10 B9cec
              Sumber foto: PointsPrizes

              Terakhir, ada Atari Jaguar yang dirilis sebelum PlayStation muncul pertama kali. Sayangnya, konsol inilah yang membuat Atari harus mundur dari pasar konsol.

              Ketika dirilis, Atari memasarkan dirinya sebagai konsol game 64-bit. Padahal, yang sedang ramai di era tersebut adalah sistem 16-bit.

              Atari Jaguar tidak pernah berhasil karena memiliki sistem yang sulit dikembangkan oleh developer game. Apalagi kemunculan PlayStation semakin menenggelamkan konsol ini.

              Akhir Kata

              Itulah daftar konsol-konsol game yang gagal, geng. Padahal sudah menghabiskan modal banyak untuk menjual produk tapi nyatanya tetap saja tidak laku di pasaran.

              Menurutmu, apakah Google Stadia akan menyusul konsol-konsol game gagal ini? Atau justru Google berhasil membalikkan prediksi dan meraih kesuksesan? Tulis di kolom komentar, ya!

              Baca juga artikel seputar Game atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal