Canggih! Kebun di Luar Angkasa Bisa Jadi Solusi Krisis Pangan

Default

Krisis pangan dan iklim yang berubah membuat para peneliti harus putar otak untuk mencari solusi karena tak semua tanaman cukup kuat untuk bertahan di iklim Bumi saat ini dan yang akan datang.

Mungkin, rencana milik perusahaan layanan ruang angkasa komersial asal Texas, Amerika bernama Nanoracks dapat menjadi salah satu jalan keluar paling brilian.

Dikutip dari E&T, perusahaan tersebut berencana untuk mengoperasikan rumah kaca yang mengorbit Bumi sebagai media menciptakan tanaman mutan yang berpotensi menyelamatkan masyarakat dunia dari kelaparan.

Menurut salah satu pendiri sekaligus CEO Nanoracks, Jeffrey Manber, studi puluhan tahun membuktikan bahwa tanaman yang ditanam di luar angkasa akan mengalami mutasi DNA dan berevolusi.

Hal ini sesuai dengan penemuan para peneliti bahwa dalam lingkungan luar angkasa yang ekstrem dengan radiasi kosmik, gravitasi minimum, dan medan magnet yang lemah, mutasi pada DNA tumbuhan terjadi 1% lebih tinggi.

Maka dari itu, tanaman yang akan dikembangkan di kebun luar angkasa tersebut diprediksi memiliki karakteristik yang lebih kuat dan tahan iklim panas dibanding dengan tanaman yang dikembangkan di Bumi.

Kebun Luar Angkasa Untuk Mutasi Tanaman C1744

Nanoracks telah bermitra dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui institusi Abu Dhabi Investment Office (ADIO) untuk mewujudkan rencana ini dan akan segera mendirikan StarLab Space Farming Center di UEA.

Tempat tersebut akan digunakan para peneliti untuk mempelajari dan memilih jenis bakteri, mikroba, biofilm, dan tanaman yang memungkinkan untuk dikirim ke luar angkasa guna menjalani mutasi.

Setelah perjalanan ke luar angkasa, tanaman yang telah dipilih akan menjalani lebih banyak penelitian dan eksperimen untuk mengeksplorasi dan meningkatkan karakteristik yang dimiliki.

Untuk itu, Manber mengungkapkan harapannya untuk dapat mulai mengirimkan hasil penelitian dari StarLab ke ISS (Stasiun Luar Angkasa Internasional) pada akhir tahun 2021.

Tanaman-tanaman tersebut akan ditempatkan di sebuah rumah kaca kecil dalam Bishop Airlock milik Nanoracks sebelum menciptakan rumah kaca yang mengorbit secara otomatis dalam lima tahun ke depan.

Ternyata proyek Nanoracks tersebut bukanlah yang pertama, karena sebelumnya Cina telah sukses mengirimkan benih berbagai spesies ke satelit serta pesawat ruang angkasa Shenzou sejak tahun 1987.

Tanaman Mutan Di Tiongkok 4f18d

Diketahui pula bahwa tanaman yang bermutasi di ruang angkasa itu menyebabkan terciptanya lebih dari 200 varian tanaman baru termasuk beras, gandum, kapas, wijen, lada, tomat, dan alfalfa yang pernah didistribusikan ke petani Cina.

Usut punya usut, proyek ini adalah salah satu rahasia ketahanan pangan Tiongkok sebagai negara terpadat nomor satu dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, termasuk memasoknya hingga dataran tinggi Tibet.

Hal tersebut mendorong UEA untuk menjalin kerjasama dengan Nanoracks, mengingat UEA adalah negara Arab kering yang selama ini mengimpor hingga 90% makanan karena sulit untuk mengembangkannya sendiri di kondisi alam yang panas dan berpasir.

Diharapkan, proyek bersama Nanoracks ini akan dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian UEA dalam pertanian untuk menciptakan kestabilan pangan.

Bukan hanya untuk UEA saja, jika rencana ini berhasil dilakukan tentu akan semakin banyak negara yang ingin bergabung di dalamnya. Kira-kira, Indonesia bakal bergabung, tidak?

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal