Ilmuwan Ajari Bayam untuk Mengirim Email, Bagaimana Bisa?

Default

Ada kabar unik terbaru yang datang dari sekelompok ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat. Mereka dilaporkan berhasil mengajari tanaman bayam untuk mengirim email!

Hmm bagaimana ceritanya ya? Jangan membayangkan bayam yang mengetik email menggunakan keyboard komputer, karena para ilmuwan tersebut menggunakan nanoteknologi untuk mengubah bayam menjadi sensor yang mendeteksi adanya nitro aromatik di air tanah.

Nitro aromatik sendiri adalah senyawa yang kerap ditemukan dalam bahan peledak seperti ranjau darat.

Nah, jika bayam sudah menangkap keberadaan nitro aromatik di air tanah, tabung nano karbon yang ada di daun tanaman tersebut memancarkan sinyal yang kemudian dibaca oleh kamera infa merah.

Pembacaan oleh infra merah ini kemudian memicu peringatan berupa email kepada para ilmuwan. Keren, kan?

Jadi bisa disimpulkan bahwa peran tanaman bayam disini adalah sebagai detektor bahan peledak yang kemudian menghasilkan sinyal yang dibutuhkan agar email peringatan untuk ilmuwan bisa dikirim.

Bayam Bisa Mengirim Email 9b121

Dilansir Euronews, eksperimen tersebut merupakan bagian dari bidang penelitian yang melibatkan rekayasa sistem dan komponen elektronik ke dalam tanaman, yang dikenal sebagai teknologi "nanobionik tanaman" yang dalam prosesnya dapat memberi tanaman kemampuan baru.

Profesor Michael Strano, pemimpin penelitian ini, menyatakan bahwa tanaman adalah ahli kimia analitik yang sangat baik berkat jaringan akarnya yang luas terus-menerus mengambil sampel air tanah yang kemudian dialirkan dari dalam tanah ke dedaunan.

Meski tujuan eksperimen tersebut adalah untuk mendeteksi bahan peledak, Strano dan ilmuwan lainnya yakin bahwa percobaan ini juga bisa membantu memperingatkan peneliti mengenai polusi dan kondisi lingkungan lainnya.

Hal ini dikarenakan tanaman menyerap sejumlah besar 'data' dari lingkungannya, sehingga tanaman dapat digunakan untuk memantau perubahan ekologis.

"Tanaman sangat responsif terhadap lingkungan," ungkap Strano. Mereka tahu bahwa akan ada kekeringan jauh sebelum kita melakukannya. Mereka dapat mendeteksi perubahan kecil pada sifat tanah dan potensi air. Jika kami memanfaatkan jalur pensinyalan kimiawi tersebut, ada banyak informasi yang dapat diakses.

Menurut Strano, percobaan tersebut merupakan demonstrasi baru yang telah berhasil mengatasi hambatan komunikasi antara tumbuhan dan manusia.

Wah, selain berguna untuk tubuh, bayam juga memiliki kontribusi yang besar bagi dunia sains. Kira-kira apalagi ya, yang akan ditemukan peneliti dari makanan utama Popeye si pelaut ini?

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal