Ustadz Jaka: Bolehkah Donor Darah Ketika Puasa?
NgabuburitPertanyaan
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Seperti kita ketahui, selama bulan Ramadan kita diwajibkan puasa untuk menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh. Bukan hanya lapar dan dahaga, tapi juga menahan nafsu syahwat, dan tindakan-tindakan lain yang bisa membatalkan puasa. Namun demikian, kita juga dituntut untuk berlomba-lomba dalam kebaikan kan, Ustadz?
Pertanyaan saya, apa donor darah bisa membatalkan puasa? Karena tujuannya kan untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan darah. Mohon jawabannya, Ustadz.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ferdinand Dimas, 26 tahun
Jawaban
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Pernyataan saudara Ferdinand sudah sangat tepat. Yang mana kita bukan hanya menahan lapar dan haus serta nafsu, tapi juga dituntut untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Rasulullah SAW. adalah orang-orang yang paling dermawan, tapi puncak kedermawaannya adalah di bulan Ramadhan saat Jibril menemuinya. Sungguh, saat ditemui Jibril itulah, itulah kedermawaan Rasulullah SAW. Dalam memberi kebaikan lebih baik dari angin yang membawa berkah. (H.R Imam Bukhari dan Muslim)

Kembali ke pertanyaan saudara Ferdinand, apakah batal jika melakukan donor darah di bulan puasa? Tidak, donor darah tidak membatalkan puasa, asal setelah donor kamu tidak menjadi lemas sehingga harus makan dan minum. Hal ini senada dengan fatwa MUI tahun 2000 yang memiliki poin sebagai berikut:
- Umat Islam wajib membantu sesama yang membutuhkan, termasuk mendonorkan darah.
- Menganjurkan umat Islam untuk berlomba melakukan donor darah karena merupakan bentuk tindakan peduli sesama dan menyehatkan.
- Donor darah saat puasa ialah tidak membatalkan puasa, melainkan menambah amal saleh.
- Apabila proses donor darah membuat pendonor harus makan dan minum, maka donor darah tersebut baru tidak dibenarkan.

Selain fatwa MUI di atas, donor darah sebenarnya sama dengan bekam, yakni mengeluarkan darah dalam kadar yang tidak sedikit. Adapun hukum bekam sendiri dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:
"Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?" Anas mengatakan, "Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah." (HR. Bukhari no. 1940)
Jika khawatir merasa lemah melakukan donor darah saat puasa, sebaiknya tidak dilakukan. Tapi jika memang dalam keadaan darurat, kamu bisa memaksakan diri melakukan transfusi darah dalam jumlah banyak. Jika pun merasa lelah, kamu bisa makan dan minum lalu meng-qadha' setelah bulan Ramadan.

Donor darah saat puasa sebenarnya sangat baik dilakukan daripada saat tidak puasa. Karena kadar zat Fe/besi di dalam darah lebih stabil dan menjadikan jantung si pendonor lebih sehat. Jadi gak usah ragu untuk donor darah saat puasa ya! Asal gak bikin kamu lemah. Jika pun takut batal, lakukan donor darah setelah berbuka puasa saja.
Wallahu'alam.