J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Pendukung Kubu 02 Minta Tolong Hacker Rusia Karena Kalah Pemilu? Ini Fakta Sebenarnya!

              Pendukung Kubu 02 Minta Tolong Hacker Rusia Karena Kalah Pemilu? Ini Fakta Sebenarnya!

              00
              Kamis, 25 Apr 2019, 18:00 WIB
              Twitter sedang ramai tagar #INAelectionObserverSOS yang digaungkan pendukung 02 bahkan sampai meminta bantuan kepada hacker Rusia. Benarkah?

              Kalau kamu adalah seorang pengguna media sosial, pasti merasa akhir-akhir ini linimasamu sedang ramai oleh topik pemilu.

              Saling klaim kemenangan dan keributan antar pendukung sudah menjadi hal yang terlihat biasa di berbagai platform, termasuk Twitter yang termasuk sedang ramai.

              Selain sedang ramai tagar #INAelectionObserverSOS, para pendukung kubu 02 sampai meminta bantuan ke hacker Rusia dengan menggunakan tagar #CyberMuslimRussianForPrabowoSOS.

              Benarkah para pendukung tersebut menyerukan tagar-tagar tersebut karena tidak bisa menerima kekalahan?

              Pemilu dan Hacker

              Kemunculan isu tentang hacker yang mengacaukan hasil pemilu bukanlah hal baru. Bahkan isu ini juga berhembus ketika Donald Trump memenangkan pemilihan presiden.

              Di Indonesia pun juga terjadi seperti itu. Ada banyak kabar entah dari media massa, broadcast WhatsApp di grup keluarga, hingga postingan Facebook.

              Benarkah server Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diretas untuk memenangkan pihak tertentu?

              Awal Mula Isu Hacker Berkembang

              hacker-rusia-pemilu-1

              Dilansir dari turnbackhoax.id, isu ini berawal dari unggahan di salah satu pengguna Facebook bernama Fariz Alfarizy.

              Ia menyebutkan bahwa server KPU sedang diretas untuk melakukan kecurangan tertentu oleh hacker bayaran.

              Pada postingan tersebut dilampirkan pula sebuah video cybermap yang diambil dari Karsperksy, Checkpoint, Threatcloud, dan lain sebagainya.

              Video tersebut ingin memperlihatkan bahwa Indonesia sedang menerima serangan bertubi-tubi dari berbagai penjuru dunia.

              Banyak yang memercayai hal ini, karena postingan tersebut telah disebar hampir 60 ribu kali. Apalagi, beberapa kali situs KPU terlihat down sehingga tidak bisa diakses.

              Benarkah Situs KPU Diretas?

              hacker-rusia-pemilu-2

              Pihak KPU sendiri menyatakan bahwa serangan hacker sudah terjadi jauh sebelum pemilu dilaksanakan, baik dari dalam maupun luar negeri.

              Walaupun begitu, kita boleh bernapas lega karena hasil akhir pemilu tidak didasarkan oleh penghitungan di server KPU, melainkan penghitungan suara formulir C1 secara manual.

              Apalagi, KPU juga memiliki tim IT yang bertugas untuk menjaga situs KPU dari serangan hacker. Skala serangan pun dilaporkan masih tergolong kecil.

              Terkait masalah down-nya situs KPU, hal tersebut terjadi karena banyaknya pengguna internet yang mengakses situs ini secara bersamaan, bukan karena cyber-attack.

              Cybermap yang terlihat pada postingan Facebook tersebut tidak bisa dijadikan acuan, meskipun sumbernya jelas.

              Alasannya, beberapa profesional yang berkecimpung di dunia IT mengatakan bahwa peta tersebut hanya merupakan seni pertunjukan yang tak sepenuhnya benar.

              Menurut situs resmi Kaspersky Lab yang diakses pada hari Selasa (23/4), Indonesia menduduki peringkat keenambelas sebagai negara yang paling banyak mendapatkan serangan siber.

              Di peringkat pertama adalah Rusia, lalu disusul oleh China, Vietnam, Jerman, dan Amerika Serikat.

              Omong-omong, Kaspersky adalah perusahaan anti virus. Jadi, mereka harus menunjukkan bahwa dunia sedang diserang virus, bukan?

              Tagar #INAelectionObserverSOS

              hacker-rusia-pemilu-3
              Sumber foto: Portal Berita Konten.co.id

              Setelah isu ini mencuat, munculah tagar #INAelectionObserverSOS. Apa maksud dari tagar yang sempat menjadi trending di seluruh dunia ini?

              Intinya, tagar ini adalah harapan adanya pemantau Pemilu independen dari luar negeri untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang dilakukan pihak tertentu.

              Memang, setelah hari pencoblosan, banyak sekali masyarakat yang melaporkan adanya kecurangan-kecurangan di sejumlah daerah yang disertai dengan bukti foto dan video.

              Kenyataannya, KPU memang sudah mengundang berbagai pemantau pemilu, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini sudah dilakukan sejak tahun 1999.

              Setidaknya ada 51 lembaga pemantau pemilu yang telah memiliki sertifikat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di mana dua di antaranya berasal dari luar Indonesia.

              Tidak cukup sampai di situ, para pendukung 02 juga membuat tagar #CyberMuslimRussianForPrabowoSOS.

              Mereka beramai-ramai meyerukan permohonan bantuan kepada hacker muslim Rusia untuk membantu mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan yang terjadi.

              Pertanyaannya, apakah yang namanya Cyber Muslim Russian benar-benar ada?

              Apakah Ada Cyber Muslim Russian?

              Jaka berusaha mencari informasi di internet terkait dengan yang namanya Cyber Muslim Russian. Nyatanya, tidak ada satu situs pun yang menyebutkan kelompok hacker tersebut.

              Jaka hanya menemukan sebuah video berdurasi singkat di YouTube yang katanya merupakan pesan dari Cyber Muslim Russian untuk masyarakat Indonesia.

              Di video tersebut, hanya terlihat beberapa orang mengenakan topeng anonymous, sehingga kemungkinan video tersebut hanya editan sangatlah besar alias hanya HOAX.

              Apakah mereka memang menyembunyikan keberadaan mereka? Jika iya, mengapa orang-orang bisa mengetahui keberadaan mereka dan meminta bantuan?

              Kesimpulan Jaka, sampai saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Cyber Muslim Russian benar-benar ada.

              Akhir Kata

              Isu kecurangan hampir selalu muncul setelah hari-H pencoblosan. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, maka isu kecurangan yang mencuat pun semakin bermacam-macam.

              Salah satunya adalah isu peretasan ini. Memang benar ada upaya untuk meretas server KPU, namun tim IT mereka mampu menangkal serangan-serangan tersebut.

              Apalagi, hasil pemilu tidak berdasarkan angka yang ditampilkan pada situs tersebut, melainkan sesuai dengan penghitungan manual.

              Selain itu, tidak pernah dijelaskan secara detail serangan seperti apa yang dilakukan para hacker dan apa yang akan dilakukan oleh Cyber Muslim Russian untuk menangkalnya.

              Jaka berharap apapun hasil Pemilu 2019, semoga bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Jika menemukan kecurangan, segera laporkan sesuai prosedur yang berlaku.

              Baca juga artikel seputar Hacker atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal