J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

7 Kontroversi Video Game Terbesar di Tahun 2019, dari Pokemon Sampai Google Stadia!

Jumat, 27 Des 2019, 20:00 WIB
Nggak cuma Pemilu yang mengundang kontroversi karena video game juga penuh drama! Di sini Jaka mau share 7 kontroversi video game terbesar di tahun 2019.

Nggak peduli pandangan politik kalian, tahun 2019 bagi Indonesia itu memang sudah kelewat rusuh, geng!

Dari kerusuhan saat Pemilu, kerusuhan di Papua, dan kerusuhan RUU KPK, memang tahun ini bisa dibilang penuh dengan kekacauan.

Dan ternyata, kekacauan ini nggak terbatas di negara tercinta kita saja karena nggak sedikit juga kontroversi yang melanda dunia video game di tahun 2019.

7 Kontroversi Video Game Terbesar di Tahun 2019

Seperti siang dan malam, untuk tiap kejadian baik di dunia video game di tahun 2019, pasti ada kontroversi dan drama yang menjadi pendamping.

Bahkan terkadang kontroversi dan drama ini menjadi lebih keras dibandingkan pujian yang dilontarkan untuk beberapa game terbaik di tahun 2019, geng.

Nah, di kesempatan ini Jaka akan membahas kontroversi tersebut di daftar 7 kontroversi video game terbesar di tahun 2019!

1. Hilangnya National Pokedex di Pokemon Sword & Shield

Pokemon Sword And Shield Bf513

Dari sejak pertama kali franchise game Pokemon muncul di tahun 1996, Pokemon selalu menggunakan motto Gotta Catch 'Em All.

Sayangnya, Game Freak dan Nintendo selaku developer di belakang franchise ini harus menelan ludah mereka sendiri di game terbaru Pokemon Sword & Shield.

Berbeda dengan 7 generasi Pokemon sebelumnya, Pokemon Sword & Shield tidak memiliki National Pokedex yang berarti tidak semua Pokemon muncul di game ini, geng!

Dari 890 total Pokemon yang ada sekarang, hanya ada 400 Pokemon yang bisa ditangkap di game ini dan sudah banyak fans Pokemon yang mengecam Game Freak dan Nintendo atas keputusan mereka.

2. Peluncuran WWE 2K20

WWE 2k20 1e3de

Meskipun World Wrestling Entertaiment (WWE) berasal dari Amerika Serikat, game dari franchise gulat tersebut ditangani oleh developer asal Jepang, Yuke's, geng!

Akhirnya, setelah 18 tahun menangani game WWE, Yuke's akhirnya memutuskan hubungan dengan penerbit 2K Sports dan untuk game WWE 2K20 ditangani sepenuhnya oleh Visual Concepts.

Sayangnya, developer asal Amerika tersebut terbukti kelabakan dan game WWE 2K20 menerima kecaman pedas karena memiliki gameplay yang buruk dan jumlah bug dan glitch yang nggak nahan.

Pantas saja kalau game WWE 2K20 ini mendapatkan review buruk, seperti IGN yang memberikan skor 4.3/10, geng.

Sebagai game olahraga yang dirilis tiap tahun, sepertinya memang Visual Concepts tidak diberikan waktu yang cukup untuk pengembangan game ini.

3. Masalah Fallout 76 yang Tak Kunjung Selesai

Fallout 76 F5fd4

Setelah Jaka nobatkan Fallout 76 sebagai salah satu game dengan peluncuran paling bermasalah, sepertinya Bethesda terlalu bodoh untuk belajar dari kesalahan mereka.

Alih-alih memperbaiki game mereka, Bethesda malah mengumumkan peluncuran Fallout 1st, sebuah layanan berbayar untuk Fallout 76 yang menjanjikan fitur tambahan bagi pelanggan.

Dapat ditebak, Bethesda langsung menerima hujatan dari semua sisi karena bukannya memperbaiki produk mereka malah minta duit tambahan, geng.

Gilanya, private server yang mereka janjikan di Fallout 1st ini juga nggak bebas dari masalah yang membuat Bethesda kembali menjadi bulan-bulanan netizen.

4. Call of Duty Dijadikan Kambing Hitam

Call Of Duty 5551d

Di bulan Agustus tahun 2019, tragedi menyerang Amerika Serikat ketika seorang pemuda bernama Patrick Crusius membunuh 22 orang di supermarket Walmart El Paso, Texas.

Di manifesto yang dia upload ke forum 8chan, Crusius mereferensikan seri game perang Call of Duty dan banyak politisi Amerika yang akhirnya menggunakan video game sebagai kambing hitam.

Hal ini juga mengundang kecaman dari komunitas video game dan media karena sebenarnya inti dari masalah ini adalah kurangnya regulasi senjata api di Amerika Serikat, geng.

5. Peluncuran Stadia

Stadia 5adb1

Tahun 2019 menandakan titik awal masuknya Google ke industri video game melalui layanan cloud gaming baru mereka yang dinamakan Stadia.

Google menjanjikan fitur setinggi langit dengan produk mereka seperti resolusi 4K, framerate stabil 60 FPS, dan teknologi high-dynamic-range (HDR).

Sayangnya, Stadia memiliki kebutuhan bandwidth yang sangat besar dan kualitasnya masih terlalu jauh di bawah konsol dan PC tradisional, geng!

Selain itu, berbeda dengan layanan streaming video seperti Netflix, pengguna Stadia masih harus membeli game individual di luar biaya berlangganan Stadia yang membuat layanan ini dikritik.

6. Blizzard yang Tunduk Kepada China

Blitzchung A4027

Di tengah gerakan demokrasi Hong Kong, salah satu pemain profesional game kartu Hearthstone, Ng Wan 'Blitzchung' Chung, diban oleh developer Blizzard.

Alasannya? Karena Blitzchung mengungapkan dukungannya terhadap gerakan Hong Kong di event resmi game Hearthstone di Taiwan.

Blizzard yang takut menerima sanksi dari pemerintah China langsung mem-ban Blitzchung dari turnamen Hearthstone dan harus menyerahkan uang kemenangannya.

Langkah Blizzard langsung dikecam secara universal karena dianggap tunduk terhadap pemerintah China dan karena perusahaan konglomerat China, Tencent, yang memiliki saham di Blizzard.

7. Semua Hal yang Terkait dengan Epic Games Store

Epic Games Store 3200b

Sudah nggak terhitung lagi jumlah game yang akhirnya menjadi produk eksklusif Epic Games Store dan hal ini sepertinya menjadi masalah besar bagi mayoritas netizen.

Jaka sendiri sudah mengungkapkan kalau Steam itu nggak sebagus anggapan orang tapi memang cara yang dilakukan Epic nggak sepenuhnya sehat, geng.

Bukannya fokus menambahkan fitur yang sampai saat ini masih hilang dari layanan mereka, Epic malah buang-buang duit membayar developer lain agar produk mereka hanya dijual di Epic Games Store.

Steam memang memiliki banyak kekurangan dan monopoli pasar itu nggak sehat tapi sayangnya Epic menggunakan cara berkompetisi yang salah, geng.

Akhir Kata

Itulah daftar 7 kontroversi video game terbesar di tahun 2019 dari pengamatan Jaka, geng!

Dengan semakin meningkatnya popularitas video game di khalayak luas, Jaka berani jamin kontroversi seperti di atas akan semakin banyak ditemukan di tahun 2020.

Bagaimana pendapat kalian mengenai kontroversi di atas? Apakah kalian memiliki contoh kontroversi besar lainnya? Langsung share di kolom komentar ya!

Baca juga artikel seputar Game atau artikel menarik lainnya dari Fikri Harish.

ARTIKEL TERKAIT
Banner Abd3b
5 Alasan Kenapa Kamu Jangan Beli Game di Steam, Terlalu Maruk Mengambil Komisi?
Konsol Game Gagal Banner Aec03
9 Konsol Game yang Gagal, Google Stadia Segera Gabung?
Game Google Stadia 034a9
Google Stadia Siap Diluncurkan! Inilah 10 Game yang Bisa Dimainkan Saat Perilisannya
Google Stadia Tidak Akan Laku Indonesia Banner 4bf7c
Ini Alasan Google Stadia Tidak Akan Laku di Indonesia!
Kesalahan Terbesar Nintendo Banner 9c188
7 Kesalahan Terbesar yang Pernah Dilakukan Nintendo, Switch & Switch Lite Termasuk?
Kesalahan Terbesar Xbox Microsoft 8f4e3
5 Kesalahan Terbesar yang Pernah Dilakukan Xbox (Microsoft) | Jual Produk Gagal?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Peluncuran Video Game Paling Bermasalah, Belum Rilis Sudah Banyak Haters-nya?
7 Peluncuran Video Game Paling Bermasalah, Belum Rilis Sudah Banyak Haters-nya?
7 Game dengan Kegagalan Terbesar di Sejarah, Sampai Bikin Bangkrut?
7 Game dengan Kegagalan Terbesar di Sejarah, Sampai Bikin Bangkrut?
7 Franchise Game dengan Jumlah Game Terbanyak, Nomor 1 Bukan Pokemon!
7 Franchise Game dengan Jumlah Game Terbanyak, Nomor 1 Bukan Pokemon!
8 Game Dengan Harga Paling Mahal di Dunia, Seharga 10 Kali Naik Haji!
8 Game Dengan Harga Paling Mahal di Dunia, Seharga 10 Kali Naik Haji!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal