J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

7 Film Indonesia yang Kurang Diapresiasi, Lebih Laku di Luar Negeri!

7 Film Indonesia yang Kurang Diapresiasi, Lebih Laku di Luar Negeri!

Jumat, 17 Apr 2020, 21:00 WIB
Meskipun mendapatkan beragam penghargaan dari dalam negeri maupun luar negeri, sayangnya ketujuh film ini nggak mendapatkan apresiasi yang cukup

Berbicara soal film Indonesia berkualitas tentu nggak ada habisnya. Sebut saja Gundala arahan sutradara Joko Anwar yang mendapatkan beragam apresiasi dari pecinta film.

Sayangnya, di antara semua itu masih banyak banget film berkualitas yang kurang mendapat apresiasi. Entah kurang apresiasi atau dilarang tayang di dalam negeri sehingga nggak diketahui banyak orang.

Dalam artikel berikut ini, Jaka akan membahas soal film Indonesia keren yang kurang diapresiasi meskipun mendapatkan beragam penghargaan dan ditayangkan di festival film internasional.

7 Film Indonesia yang Kurang Diapresiasi

Film berikut ini punya cerita yang nggak biasa, bahkan mengambil tema yang cukup berani. Nggak jarang, pemerintah pun melarang penayangannya, entah karena tabu atau dianggap aib.

Kalau kamu mulai bosan dengan film-film mainstream, mungkin film-film di bawah ini bisa jadi alternatif untuk kamu yang sedang mencari hiburan. Lagipula, sudah banyak kok situs streaming yang menayangkan film-film ini.

1. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

1 C7548

LGBT merupakan isu yang sangat sensitif di Indonesia. Unsur agama dan budaya timur yang kental bikin masyarakat Indonesia memarjinalkan kaum-kaum ini.

Kucumbu Tubuh Indahku merupakan film yang menceritakan perjalanan hidup Juno, seorang penari Lengger Lanang. Kesenian ini identik dengan pria yang berdandan menjadi seperti wanita.

Film ini mengangkat isu seksualitas sesama jenis secara gamblang. Hal ini bikin film ini jadi kontroversial dan dilarang tayang di bioskop. Padahal, film ini memenangkan dua dari tujuh nominasi di ajang Festival Film Tempo 2018.

2. Siti (2014)

2 Afc70

Mengangkat kelamnya hidup masyarakat kelas bawah, film Siti pun dibuat berwarna hitam putih. Siti merupakan seorang pemandu karaoke kelas bawah di Parangtritis, Yogyakarta.

Di siang hari, Siti bekerja sebagai penjual peyek jingking. Hal ini dilakukannya untuk membayar hutang suaminya yang kini lumpuh, serta membiayai hidup keluarganya.

Meskipun begitu, suami Siti malah menganggapnya rendah karena pekerjaannya. Film ini mendapat beragam penghargaan di luar negeri, salah satunya naskah terbaik dan sinematografi terbaik di festival film Shanghai 2015.

3. Turah (2016)

3 8ae02

Turah merupakan film indie yang bakal memberikanmu perspektif baru mengenai kehidupan masyarakat miskin yang tertinggal dan terisolasi dari hiruk pikuk modernisme.

Bercerita tentang masyarakat kampung Tirang di Tegal yang sangat miskin. Mereka nggak memiliki akses air bersih dan listrik. Satu-satunya penolong mereka adalah Darso, si juragan kaya.

Darso seakan membeli mereka. Dua pria dari kampung Tirang, Turah dan Jadag mencoba melawan penindasan itu. Masalah datang ketika Darso tak mau lagi memberi bantuan ke desa tersebut.

Mendapatkan sejumlah penghargaan dan apresiasi internasional rasanya nggak cukup. Bahkan, di hari penayangan perdananya, cuma 8 orang saja yang hadir di bioskop.

4. Istirahatlah Kata-Kata (2016)

4 1dc6e

Istirahatlah Kata-Kata merupakan sebuah film fiksi sejarah yang mendramatisir kehidupan Widji Thukul, seorang sastrawan dan aktivis yang vokal menyuarakan perlawanan terhadap rezim Orde Baru.

Puisinya yang kritis membuatnya menjadi buronan hingga akhirnya ia menghilang tanpa bekas pada tahun 1998. Meskipun begitu, film ini juga menyajikan dark comedy yang satir dan sangat menghibur.

Karena temanya sensitif, film ini hanya tayang selama beberapa hari di bioskop. Bahkan, terdapat beberapa kejadian di mana aparat mendatangi tempat-tempat yang menayangkan film ini.

5. Babi Buta yang Ingin Terbang (2016)

5 83548

Babi Buta yang Ingin Terbang merupakan film ber-genre drama yang mengisahkan kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di kala kaum "pribumi" sedang gencarnya melakukan persekusi.

Berkisah tentang, Linda, gadis keturunan Tionghoa; dan Cahyono, sahabatnya. Kondisi masyarakat kala itu membuat hubungan persahabatan mereka terhalang oleh norma sosial.

Film ini mengangkat isu nasionalisme di antara masyarakat etnis Tionghoa yang terpinggirkan. Hal ini bikin film Babi Buta yang Ingin Terbang mendapat banyak penghargaan internasional.

6. Senyap (2014)

6 87d82

Senyap merupakan film dokumenter karya sutradara Joshua Oppenheimer, sutradara dari film kontroversial, The Act of Killing. Film dokumenter ini pun mengangkat kisah kelam di balik pembantaian PKI tahun 1965.

Berbeda dengan film sebelumnya, Senyap mengangkat cerita dari sudut pandang korban. Kehidupan Adi dan keluarganya berubah lantaran mereka dianggap sebagai bagian dari PKI.

Kakak Adi menjadi salah satu korban pembantaian. Adi pun berusaha mencari tahu siapakah yang menjadi pembunuh kakaknya. Film ini bahkan menjadi salah satu nominasi film dokumenter terbaik di Oscar.

7. Marlina Si Pembunuh Empat Babak (2017)

7 F8dbc

Marlina Si Pembunuh Empat Babak adalah sebuah film yang meraih beragam prestasi lokal maupun internasional. Film ini berhasil memenangkan 10 kategori dari 15 nominasi Festival Film Indonesia tahun 2018.

Film yang dibintangi oleh Marsha Timothy ini menceritakan seorang janda yang suaminya baru saja meninggal. Tujuh orang perampok mendatangi rumahnya berniat untuk mengambil semua harta serta kehormatan Marlina.

Marlina pun meracuni mereka semua dan memenggal kepala si bos perampok. Dari desanya yang terpencil di Sumba, Marlina membawa kepala tersebut ke kota untuk melaporkannya kepada polisi.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka mengenai 7 film Indonesia berkualitas yang kurang mendapatkan apresiasi. Entah karena temanya terlalu kontroversial ataupun kurang promosi, ketujuh film ini bakal membuka matamu.

Sampai jumpa lagi di artikel menarik Jaka lainnya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komentar di kolom yang telah tersedia ya, geng.

Baca juga artikel seputar Film atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba

ARTIKEL TERKAIT
Saw

10 Film Horor Ini Menginspirasi Pembunuhan Nyata

Film Horor Dilarang Tayang Banner 3477e

10 Film Horor yang Dilarang Tayang, Adegannya Terlalu Sadis dan Menjijikkan!

10 Film Horor Berdasarkan Kisah Nyata Jangan Nonton Sendirian 2dec1

10 Film Horor Berdasarkan Kisah Nyata, Jangan Nonton Sendirian!

Film Holywood Berdasarkan Kisah Nyata 74f20

10 Film Hollywood Berdasarkan Kisah Nyata | No. 9 Ngerampok Rumah Artis Paris Hilton!

Film Gangster Terbaik Banner 1338f

12 Film Gangster Terbaik dan Terbaru 2020, Penuh Aksi Baku Tembak!

Film Sci Fi Fiksi Ilmiah Terbaik Sepanjang Masa Box Office Main Img 4bc4c

10 Film Fiksi Terbaik yang Harus Kamu Tonton, Mindblowing!

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!

7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!

7 Film Indonesia Terkenal yang Banyak Dibenci Orang, Overrated Semua?

7 Film Indonesia Terkenal yang Banyak Dibenci Orang, Overrated Semua?

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional, Bikin Bangga!

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional, Bikin Bangga!

7 Film Arab Terbaik yang Berhasil Lolos di Festival Film Internasional

7 Film Arab Terbaik yang Berhasil Lolos di Festival Film Internasional

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal