J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Maya Watano Menjadi Country CEO Wanita Pertama dan Termuda di Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia

Maya Watano Menjadi Country CEO Wanita Pertama dan Termuda di Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia

Jumat, 14 Des 2018, 12:30 WIB
Terhitung Januari 2019, Maya Watono dipercaya menjadi Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia. Ia akan menjadi CEO wanita pertama dan termuda di perusahaan tersebut.

Sebagai salah satu Group Advertising agency besar di Indonesia, terpilihnya Maya Watono menjadi sejarah baru bagi industri periklanan di Indonesia. Di usia yang baru menginjak 36 tahun, Maya Watono menjadi wanita pertama dan termuda yang berhasil menempati posisi puncak kepemimpinan di DAN Indonesia.

Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia tersebar dalam 15 unit brand, yang terdiri dari Brand Agencies (DwiSapta, Dentsu Indonesia, Dentsu One, Dentsu MainAd), Media agencies (DSP MEDIA, Dentsu X, Carat, Vizeum, Posterscope), Digital Agencies (Dentsu X Digital, Isobar, ipVK, iNexus), Brand Activation Agencies (Bee Activator), dan Content Agency (Dentsu X Sport & Entertainment).

Hingga kini DAN Indonesia memiliki hampir 1.000 orang karyawan. Berkantor di pusat London dan kantor holding Dentsu Inc. di Tokyo, DAN telah beroperasi di 145 negara di seluruh dunia dengan sekitar 300 perusahaan dibawahnya.

Photo 2 12a88

Yang kami jual bukan berupa produk, melainkan service, idea, dan expertise. Semuanya adalah keahlian yang kami tawarkan, bukanlah berupa barang jadi. Maka dari itu, People are our Assets.



Maya Watono

Sebelum menempati posisi sebagai Country CEO DAN Indonesia, Maya Watono merupakan CEO perusahaan agensi periklanan lokal terbesar di Indonesia, DwiSapta Group (A Dentsu Aegis Network) sejak tahun 2017.

Ia menggantikan posisi ayahnya, sang pendiri DwiSapta Group. Kenaikan posisi Maya berbarengan dengan merger perusahaan keluarganya, DwiSapta, dengan salah satu agensi periklanan terbesar di dunia, Dentsu Aegis Network (DAN).

Kiprah Maya Watono

Kiprah Maya Watono di industri periklanan Indonesia dimulai sejak tahun 2006. Wanita yang menempuh pendidikan di University of Western Australia ini mulai terlibat saat DwiSapta baru membuka kantor agensi iklan baru, MainAd, di daerah Cipete, Jakarta Selatan.

Di bawah kepimpinan Maya, bisnis MainAd berkembang pesat. Setelah dinilai mampu memimpin MainAd dengan baik, pada 2009 Maya mendapat tanggung jawab baru dengan memegang DSP Media (Media house agency).

Selain itu, DSP Media tumbuh 5x lipat berkat perubahan struktur, sistem, dan job flow yang dilakukan oleh Maya. Sukses memimpin DSP Media dan MainAd, Maya diangkat menjadi Managing Director DwiSapta Group pada tahun 2012 yang menangani 6 perusahaan dan menelurkan dua perusahaan baru, yaitu Main Media & iNexus.

Photo 2018 12 14 11 01 38 D6133

Maya Watono memiliki pengaruh besar di industri periklanan Indonesia dengan menjadi Ketua International Affairs, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I). Dibawah kepemipinannya, Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dan Philipina pada proses bidding kongres bergengsi insan periklanan se-Asia yaitu Ad Asia 2017.

Terpilihnya Indonesia merupakan suatu kebanggaan, apalagi P3I sempat absen pada penyelenggaraan AdAsia selama kurun waktu dua puluh tahun. Indonesia tercatat terakhir kali berperan sebagai tuan rumah di AdAsia tahun 1995. AdAsia 2017 dibawah kepemimpinan Maya berhasil menjadi kongres periklanan se-Asia terbaik yang pernah ada.

Mengenai trend advertising 2019, Maya mengatakan saat ini kondisi pasar memang sedang melambat. Apalagi jika berbicara mengenai disrupsi, terutama dari sisi digital, sangat penting bagi kita untuk bisa menyikapi tantangan yang sedang terjadi saat ini.

Karena disrupsi adalah global trend, yang lalu menjadi ASEAN trend, dan sekarang menjadi Indonesian trend. Jadi tidak bisa dipungkiri dengan adanya fenomena ini, business model pun sudah berubah, yang tadinya konvensional, sekarang semuanya sudah mengarah ke digital.

Photo 1 B5478

Apalagi tahun 2019 adalah tahun politik. Situasi politik selama periode kampanye, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden menjadi pertimbangan untuk para pemasang iklan untuk tetap beriklan atau cenderung wait and see. Kondisi akhir tahun 2018 bisa menjadi gambaran. Ketika situasi ekonomi kurang baik bagi industri, yg ditandai meroketnya nilai dollar Amerika belanja iklan terkena dampaknya. Belanja iklan 2018, menurut Nielsen sampai dengan Oktober 2018, hanya bertumbuh 4%.



Maya Watono.

ARTIKEL TERKAIT
Film Kung Fu Terbaik F803e

10 Film Kungfu Terbaik Penuh Aksi dan Pertarungan Memukau!

Cara Share Lokasi Ecb8a

5 Cara Share Lokasi Secara Real Time di WA, FB, Google Maps

Film Action Terbaik Banner2 3c96b

28 Film Action Terbaik Sepanjang Masa | Penuh Adegan Mendebarkan!

Film Jepang Romantis Banner Bd79d

10 Film Romantis Jepang Terbaik 2020 | Gak Kalah Baper Sama Film Korea!

Gambar Anime Romantis Banner2 D3a18

60 Gambar Anime Romantis Terbaik| Bikin Baper Parah!

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal