J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) dengan Mudah, Bisa Manual!

Jumat, 22 Jan 2021, 21:00 WIB
Cara menghitung Pajak Penghasilan (PPh) ternyata gampang, loh! Sudah tahu langkah-langkahnya? Kalau belum, simak penjelasannya di sini!

Kalau kamu telah berpenghasilan dan termasuk Wajib Pajak, maka kamu perlu memahami cara menghitung pajak penghasilan. Untungnya, tanpa aplikasi menghitung pajak, caranya bisa dipahami dengan mudah.

Seperti yang sudah diketahui secara umum, pajak merupakan kewajiban setiap warga negara. Terdapat berbagai macam jenis pajak, salah satunya adalah Pajak Penghasilan (PPh).

Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak, PPh dikenakan pada semua bentuk penghasilan, termasuk upah, gaji, tunjangan, honorarium, dan pembayaran lain. Semakin besar pendapatan yang kamu terima, semakin besar pula pajaknya.

Nah, sama seperti cara cek tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), cara menghitung Pajak Penghasilan pribadi bisa dilakukan dengan praktis. Berikut penjelasannya.

Apa Itu PPh?

Cara Menghitung Pajak Penghasilan 75b86
Sumber foto: Cara Lapor Pajak Online

Sebelum kamu mencari tahu cara menghitung PPh, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu pengertiannya. Siapa tahu kamu masih bingung membedakannya dengan jenis yang lain, contohnya Pajak Pertambahan Nilai (PPn).

Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak.

PPh dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan objek dan subjek yang dikenakan. Berikut adalah beberapa jenis PPh yang setidaknya harus diketahui oleh Wajib Pajak.

1. PPh Pasal 21

Jenis pajak ini dikenakan atas segala penghasilan yang dilakukan dengan cara pemotongan pajak penghasilan melalui pemotong pajak PPh pasal 21. Pihak yang memperoleh penghasilan berhak mendapatkan bukti potong.

Contoh subjek PPh 21 adalah pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun atau pesangon, mantan pekerja, peserta kegiatan, hingga anggota dewan komisaris.

2. PPh Pasal 22

Merupakan cicilan PPh pada tahun berjalan. Pada akhir tahun, cicilan ini akan diperhitungkan menjadi kredit pajak PPh Badan maupun PPh orang pribadi. PPh Pasal 22 dikenakan kepada perdagangan barang yang dianggap menguntungkan.

3. PPh Pasal 23

Jenis pajak ini dikenakan ketika ada transaksi antara dua pihak. Pihak penerima penghasilan yang akan dikenakan PPh pasal 23. Pihak pemberi penghasilan alias pembeli akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23.

Tarif PPh 23 dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Contohnya adalah tarif 15% dari jumlah bruto atas dividen dan hadiah/penghargaan.

4. PPh Pasal 25

PPh Pasal 25 adalah jenis pembayaran pajak penghasilan dengan sistem pembayaran angsuran. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban Wajib Pajak dalam pembayaran pajak tahunan. Sanksi keterlambatan pajak jenis ini adalah bunga sebesar 2% per bulan.

5. PPh Pasal 29

PPh Pasal 29 adalah PPh kurang bayar yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh, yaitu sisa dari PPh yang terutang dalam tahun pajak dikurangi kredit PPh. Nah, kamu sudah tahu, kan, cara lapor SPT pajak online?

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Terutang 23299
Sumber foto: taxmatrix

Setelah kamu mengetahui pengertian dan jenis-jenis PPh, kini kamu bisa mencari tahu cara menghitung PPh. Kalau kamu sudah memahami langkah-langkahnya, maka kamu tidak perlu lagi bergantung pada kalkulator Pajak Penghasilan.

Tidak hanya cara menghitung pajak PPn dan PPh yang berbeda, ternyata perhitungan PPh juga dibedakan berdasarkan subjeknya.

Subjek pajak adalah orang pribadi, badan, dan Bentuk Usaha Tetap (BUT). Dengan demikian, cara menghitung Pajak Penghasilan Orang Pribadi dengan cara menghitung Pajak Penghasilan Perusahaan berbeda.

Nah, kalau kamu sudah tahu cara mendapatkan EFIN online untuk lapor pajak, simak cara menghitung Pajak Penghasilan terutang alias yang harus dibayarkan melalui langkah-langkah di bawah ini.

1. Membuat Daftar Penghasilan Setiap Bulan

PPh dikenakan pada penghasilan total yang diterima dalam masa tahun pajak (satu tahun). Kalau kamu bukan seorang pegawai yang penghasilan per bulannya tetap, maka kamu perlu membuat daftar penghasilan yang diterima setiap bulannya.

Besaran penghasilan yang dihitung bukan hanya gaji pokok, tapi juga tunjangan-tunjangan lain, contohnya bonus penghasilan.

Oleh karena itu, kamu harus menghitung penghasilan kotor selama satu tahun pajak agar nantinya bisa menghitung Pajak Penghasilan dengan mudah.

2. Menghitung PTKP

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah pengurangan penghasilan neto bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dalam menentukan besaran Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Meskipun cara menghitung PTKP tidak sulit, tapi perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki hitungan PTKP yang berbeda karena dua faktor utama berikut ini.

  • Besarnya penghasilan yang berbeda-beda setiap orang.

  • Besarnya tanggungan rumah tangga atau tanggungan keluarga.

Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: Per-16/PJ/2016, besarnya PTKP adalah:

  • Rp54.000.000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.

  • Rp4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.

  • Rp4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

3. Mencari Selisih Penghasilan Kotor dengan PTKP

Penghasilan kotor (bruto) dikurangi PTKP menghasilkan penghasilan neto atau Penghasilan Kena Pajak (PKP). Setelah nilai penghasilan bruto dan PTKP diketahui, maka proses perhitungan PKP dapat dilakukan.

Setelah cara menghitung PKP sudah kamu ikuti dan menghasilkan angka atau nilai PKP yang dicari, maka besaran Pajak Penghasilan sudah dapat dilakukan.

Dengan demikian, antara bruto, PTKP, dan PKP saling berkaitan, sehingga kamu harus memahami semua komponen tersebut.

4. Mulai Menghitung PPh

Setelah besaran PKP sudah diketahui, maka kamu bisa langsung menghitung Pajak Penghasilan dengan ketentuan seperti berikut.

  • Penghasilan bersih yang kurang dari Rp50.000.000 tarif pajaknya sebesar 5%.

  • Penghasilan bersih antara Rp50.000.000 sampai Rp250.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 15%.

  • Penghasilan bersih antara Rp250.000.000 sampai Rp 500.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 25%.

  • Penghasilan bersih di atas Rp500.000.000 dikenai tarif pajak 50%.

Contoh Soal Menghitung Pajak Penghasilan

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Orang Pribadi Def02
Sumber foto: USA Today

Setelah kamu mengetahui cara menghitung PPh Orang Pribadi, kurang lengkap rasanya jika tidak dilengkapi dengan contoh soal supaya penjelasannya lebih konkret.

Pengetahuan tentang cara menghitung PPh tentunya berguna bagi Wajib Pajak dalam proses pelaporan pajak. Meskipun setiap tahunnya Wajib Pajak membayar dan melaporkan pajak, tapi masih banyak yang menghitung PPh dengan cara yang tidak efisien.

Nah, supaya kamu semakin paham dengan cara menghitung PPh, berikut contoh soal menghitung Pajak Penghasilan yang bisa kamu simak. Caranya sama mudahnya dengan menghitung pajak kendaraan bermotor, loh.

  • Kamu memiliki penghasilan per bulan Rp5.000.000, maka penghasilan kotor per tahunnya mencapai Rp60.000.000.

  • Kalau kamu belum menikah, maka kamu masuk dalam kategori PTKP poin pertama seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu Rp54.000.000.

  • Penghasilan kotor - PTKP = Penghasilan bersih, sehingga Rp60.000.000 - Rp54.000.000 = Rp6.000.000.

  • Dari penghasilan ini, kamu bisa menghitung besar PPh yang akan dibayarkan. Karena penghasilan bersihnya adalah Rp6.000.000, maka kamu akan mengikuti poin tarif pajak yang kedua, yaitu 15%.

  • Pajak penghasilan = 15% x Rp6.000.000 = Rp900.000. Jadi, Pajak Penghasilan yang harus kamu setor ke negara adalah Rp900.000 per tahun atau Rp75.000 per bulan.

Akhir Kata

Itu dia cara menghitung pajak penghasilan, khususnya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, dijamin kamu tidak akan kesulitan lagi setiap akan melaporkan pajak setiap tahunnya.

Ternyata, bukan hanya menghitung pajak, loh, yang mudah, melainkan juga proses pembayarannya. Contohnya bisa kamu lihat pada cara membayar pajak motor lewat ATM yang sangat praktis. Kalau sudah begini, jangan sampai telat membayar pajak, ya.

Baca juga artikel seputar Tech Hack atau artikel menarik lainnya dari Sheila Aisya Firdausy.

ARTIKEL TERKAIT
Cara Cek Tagihan Bpjs Kesehatan Perusahaan 53f49
3 Cara Mudah Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan, Terbaru 2021!
Cara Cek Tagihan Bpjs Kesehatan 0e8c8
4 Cara Mudah Cek Tagihan BPJS Kesehatan 2021, Cukup Sekali Klik!
Cara Bayar Pajak Motor Online F04ca
Inilah 3 Cara Bayar Pajak Motor Online Mudah, Tak Perlu Keluar Rumah!
Cara Cek Pajak Kendaraan 01528
Cara Cek Pajak Kendaraan Online Terbaru 2021 | Aman dan Mudah!
Banner 1 705b5
15 Situs Penghasil Uang Tercepat dan Terpercaya, Auto Kaya!
Aplikasi Penghasil Uang 00d3f
16 Aplikasi Penghasil Uang 2021 Terbukti Membayar Cepat, Langsung Cair & Terpercaya!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal