J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Kupas Tuntas Apa Itu Saham, Jenis, Risiko, dan Istilah Lainnya, Newbie Masuk!

Kamis, 25 Feb 2021, 19:00 WIB
Mau belajar saham tapi bingung mulai dari mana? Yuk, pelajari apa itu saham dan istilah-istilah seputar saham lainnya di sini!

Sebagai generasi milenial, mengetahui apa itu saham adalah sesuatu yang sangat penting. Kalau dulu kamu hanya tahu cara mendapatkan uang dari bekerja, sekarang kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan saham.

Apalagi saat ini sekarang banyak dari kita yang bisa kerja dari rumah alias Work from Home (WFH) sehingga ada banyak waktu untuk belajar tentang saham.

Jika ada orang yang membeli saham, maka mereka akan menjadi seorang investor alias penanam modal. Uniknya, kamu bisa beli saham dari mana saja tidak bergantung pada wilayah

Kalau kamu punya cita-cita jadi pemilik perusahaan, Jaka bakalan kupas tuntas pengertian saham dan hal-hal mendasar lain sebelum kamu terjun sebagai investor saham.

Mengenal Apa Itu Saham Perusahaan

Saham Perusahaan C4d08
Sumber foto: canva.com

Saham alias stock adalah salah satu instrumen keuangan yang sangat populer di dunia. Bisa dikatakan saham adalah tanda atau bukti kepemilikan modal seseorang atau pihak (termasuk badan usaha) dalam suatu perusahaan.

Nah, perusahaan yang menerbitkan saham itu adalah dari perseroan terbatas (PT).

Opsi menerbitkan saham adalah langkah strategis perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha. Ketika saham yang diterbitkan nampak memberikan keuntungan, maka ada banyak juga investor yang berminat untuk memiliki saham perusahaan tersebut.

Para pemiliki saham alias investor punya klaim atas aset perusahaan, pendapatan perusahaan, dan hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wuih, mantap!

Apa Itu Saham IPO?

Saham IPO 6cdab
Sumber foto: canva.com

Ada suatu kondisi di mana perusahaan pertama kali mau menjual sahamnya kepada publik. Nah, kondisi ini disebut Initial Public Offering alias IPO.

Didalam bahasa saham Indonesia, IPO juga sering dinamakan penawaran saham perdana dari perusahaan.

Ini berarti kepemilikan perusahaan sudah bergeser dari kepemilikan individu perorangan menjadi kepemilikan publik.

Harga Saham

Harga Saham 008e1

Belajar saham bisa dimulai dengan menganalisa dan memilih bisnis yang menguntungkan. Sebelum menentukan investasi yang tepat, kamu bisa menganalisa laporan keuangan perusahaan untuk mulai nabung saham.

Mempelajari pasar saham bisa membantu kita untuk mengasah kepekaan terhadap trend bisnis dan industri secara menyeluruh.

Ketika kamu melihat harga saham di pasar sekunder, terlihat harganya sangat fluktuatif tergantung jenis perusahaan.

Selain dipengaruhi kinerja perusahaan, harga saham juga berkaitan dengan isu dan ekonomi makro suatu negara.

Nah, di sinilah kamu harus pandai menganalisa kondisi internal perusahaan dan faktor eksternal perusahaan. Tujuannya, agar kamu bisa memilih saham yang tepat dan menguntungkan.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja

Saham Preferen 6b7b0
Sumber foto: canva.com

Awas, jangan sampai tertipu dengan saham abal-abal. Jangan mudah tergoda untuk membeli saham karena terus mengalami kenaikan signifikan, tapi beberapa saat kemudian harga sahamnya langsung merosot tajam.

Kalau asal beli, bisa-bisa kamu jatuh dalam jurang kerugian. Itu sebabnya kamu harus mengetahui kinerja saham, yaitu saham Blue Chip dan saham gorengan.

1. Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah sebutan buat saham yang sudah punya kredibilitas terus tumbuh nilainya. Predikat saham blue chip ini bisa diperoleh oleh perusahaan melewati proses panjang.

Perusahaan harus terbukti terlebih dulu apakah memang sahamnya aman dan menguntungkan para investor yang telah berinvestasi. Kamu tidak perlu lagi membeli saham blue chip.

2. Income Stock

Saham yang satu ini memiliki kelebihan dalam pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada rata-rata dividen pada tahun sebelumnya.

Kelebihan ini bisa didapatkan karena perusahaan tersebut selalu mendapatkan peningkatan laba setiap tahunnya. Biasanya income stock didapatkan dari perusahaan BUMN.

3. Growth Stock

Growth stock mirip dengan saham blue chip dan dikenal memiliki pendapatan tinggi dalam lingkup sektor atau industri sejenis.

Growth stock dibagi menjadi dua, yaitu well known (saham dari perusahaan yang bisa dianggap pemimpin dalam bidangnya) atau less known (saham dari perusahaan daerah atau kurang populer).

4. Speculative Stock

Speculative stock adalah jenis saham yang tidak memiliki pendapatan stabil, tapi memiliki peluang untuk naik di masa mendatang meskipun tidak bisa dijamin kapan dan berapa lama akan terjadi.

5. Counter Cyclical Stock

Jenis saham ini bisa dibilang sebagai jenis yang paling stabil karena tidak terlalu terdampak oleh kondisi ekonomi ataupun pasar saat ini. Meskipun terjadi resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi seperti biasanya.

6. Saham Gorengan

Inilah yang Jaka maksud sebagai saham abal-abal. Bagaikan gorengan tahu bulat, dadakan naiknya, dadakan juga turunnya. Terlihat ramai, tapi tidak menghasilkan.

Kamu bisa melihatnya ketika ada antrean beli di pasar sekunder yang sangat banyak. Seakan-akan saham gorengan punya aktivitas jual beli saham tinggi dan punya potensi menguntungkan.

Padahal, kalau kamu melakukan analisa perusahaan dan makro malah bertolak belakang.

Alhasil, saham gorengan buat investor yang terpedaya dan mengalami kerugian. Itu diakibatkan adanya permintaan yang semu dari saham gorengan. Hati-hati jangan sampai terjebak, ya.

Jenis Saham Berdasarkan Kepemilikan

Apa Itu Saham Blue Chip Ccdc3
Sumber foto: canva.com

Setelah membaca jenis-jenis saham berdasarkan kinerja, ada juga dua jenis saham lainnya berdasarkan kepemilikannya, yaitu:

1. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen alias prefered stock ini adalah bukti kepemilikan pemegang saham terkait aspek-aspek penting perusahan dan punya hak deviden alias pendapatan tetap perusahaan setiap periode tertentu. Jumlahnya pun disesuaikan dalam RUPS.

Kelebihan dari pemilik saham preferen adalah punya hak untuk memberikan kebijakan kepada manajemen perusahaan.

Di sisi lain, ketika perusahaan mengalami risiko likuidasi, maka pemilik saham preferen lebih diutamakan untuk mendapatkan sisa hasil penjualan aset perusahaan.

2. Saham Biasa (Common Stock)

Mungkin sudah pernah menjumpai iklan aplikasi saham baik di YouTube atau di Instagram. Aplikasi tersebut merupakan platform dari sekuritas untuk melayani transaksi saham biasa (common stock).

Berbeda dengan saham preferen, saham biasa ini hanya bisa menawarkan capital gain dari hasil jual beli saham di pasar sekunder. Kamu tidak punya keistimewaan untuk menentukan kebijakan perusahaan dan manejemen.

Namun, kamu masih punya kesempatan memiliki saham biasa meskipun dengan modal yang minim. Tentu saja, kamu masih bisa disebut sebagai investor saham.

Return Saham

Asd 20248

Dari tadi Jaka sudah ngomongin untung dan investasi, nih. Biar makin greget, Jaka juga mau jelaskan apa itu return saham alias keuntungan saham.

Sebagai calon investor, penting banget untuk tahu dari mana keuntungan saham bakal kamu peroleh karena tujuan utama dari bisnis pastinya untuk memperoleh keuntungan dong.

Ada dua sumber keuntungan saham yang bisa didapatkan investor. Kamu bisa tentang kedua hal tersebut di bawah ini, yaitu:

1. Deviden

Deviden terjadi ketika perusahaan memberikan hasil keuntungannya kepada investor. Hanya saja, untuk mendapatkan deviden harus lewat persetujuan dari para pemegang saham lain dalam RUPS.

Nah, syarat untuk mendapatkan deviden adalah kamu harus memegang saham perusahaan dalam waktu yang cukup lama. Berapa lama? Itu tergantung dari periode di mana kamu diakui sebagai pemegang saham.

Ketika deviden dibagikan perusahaan, kamu bakal mendapatkan deviden berupa uang cash alias uang tunai. Jumlahnya tergantung berapa jumlah saham yang kamu punya di perusahaan itu.

Namun, ada opsi deviden lain kalau kamu tidak mau mengambil deviden tunai. Perusahaan bakalan mencatat deviden tunai menjadi deviden saham.

Jadi nantinya sahammu yang jumlahnya bertambah sehingga jumlah modal kamu makin bertambah di perusahaan. Makin greget, kan?

2. Capital Gain

Kalau kamu merasa terlalu lama menunggu hasil dari deviden, mungkin kamu bisa coba mencari keuntungan melalui capital gain. Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari selisih harga beli saham dan harga jual saham.

Ketika saham yang kamu miliki terlihat hijau, mungkin ini saat yang tepat untuk mencari keuntungan.

Begini contohnya. Di pasar sekunder, kamu beli saham seharga Rp5.000 per lembar dan berhasil menjualnya di harga Rp6.000 per lembar saham dalam sehari. Artinya, kamu sudah dapat capital gain sebesar Rp1.000.

Itu baru 1 lembar saham saja. Nah, bagaimana kalau kamu punya 1.000 lembar saham? Tinggal kalikan saja dan nanti bakal ketemu berapa return saham dari capital gain sehari!

Risiko Saham

Saham Biasa 4725e
Sumber foto: canva.com

Setiap bisnis atau investasi pasti ada risikonya, termasuk investasi saham. Kamu perlu menggarisbawahi ucapan high risk is high gain sebelum memilih ikut investasi.

Tidak peduli sestabil apapun perkembangan saham yang kamu beli, risiko yang besar selalu berbanding lurus dengan keuntungan yang besar.

Jaka kasih tahu juga beberapa hal terkait risiko saham, ya. Kamu tinggal baca sampai tuntas di bawah ini:

1. Capital Loss

Nama lain dari capital loss adalah rugi jual saham. Ini kebalikan dari capital gain. Kalau kamu beli saham seharga Rp4.000 per lembar, kemudian dijual dengan harga Rp3.500 per lembar saham, maka kamu mengalami capital loss Rp500 per lembar saham.

2. Risiko Likuidasi

Risiko ini bakal terjadi setelah pengadilan memutuskan perusahaan tempat kamu menanamkan modal berupa saham telah bangkrut. Kamu bakal mengalami risiko likuidasi.

Pemegang saham bakal mendapatkan sisa hasil penjualan aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban seperti utang bank, utang supplier, dll. Sisa penjualan ini dibagi kepada para pemegang saham secara proporsional.

Akhir Kata

Penjelasannya Jaka sampai di sini dulu, ya. Lain waktu nanti Jaka bakalan bahas apa itu saham LQ45, saham treasury, dan valuasi saham karena ketiga hal tersebut sangat penting untuk dibahas.

Setiap investor saham harus tahu ketiga hal di atas karena sangat memengaruhi aktivitas jual beli saham.

Ajak teman-teman lain untuk menjadi investor dengan menambah wawasan dunia saham dengan share artikel ini!

Semoga artikel ini menambah wawasan kamu seputar dunia saham!

Baca juga artikel Saham lainnya dari Nabila Ghaida Zia

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Reksadana Terbaik 8b8eb
7 Aplikasi Reksadana Terbaik 2021, Cuma Modal Rp10 Ribu Doang!
Cara Investasi Reksa Dana Online 0a19d
Cara Memulai Investasi Reksadana Online | Cocok Untuk Pemula!
Deposito Adalah Menyimpan Uang 4036d
Deposito Adalah Investasi, Benarkah? | Saatnya Melek Investasi
Cara Menghitung Bunga Deposito 40918
Cara Menghitung Bunga Deposito Termudah 2021, Lengkap dengan Rumus!
Tips Menabung Untuk Pelajar 82f03
11 Tips Menabung untuk Pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK | Cepat Terkumpul Banyak
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal