J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Ini Alasan Kenapa CS: GO dan PUBG Tidak Masuk SEA Games 2019, Banyak Cheater?

              Ini Alasan Kenapa CS: GO dan PUBG Tidak Masuk SEA Games 2019, Banyak Cheater?

              00
              Rabu, 28 Agt 2019, 16:45 WIB
              Beberapa tahun terakhir ini, eSports sering dilombakan dalam ajang olahraga, termasuk SEA Games 2019. Tapi, kok enggak ada CS: GO dan PUBG?

              Akhir tahun ini, ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara, SEA GAMES, akan digelar di Filipina. Para atlet akan saling bersaing untuk mendapatkan medali yang akan mengharumkan nama negaranya.

              Nah, tahun ini untuk pertama kalinya eSports akan ikut dipertandingkan, setelah tahun 2018 kemarin juga muncul di ajang Asian Games sebagai pertandingan ekshibisi.

              Sayangnya, dua game populer Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) dan Player'sUnknown Battleground (PUBG) tidak termasuk game yang dilombakan. Kenapa?

              eSports dalam SEA Games 2019

              SEA Games 2019 sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 30 November hingga 11 Desember 2019. SEA Games tahun ini akan menjadi penyelenggaraan yang ke-30.

              Cabang eSports diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 6 Desember 2019 dan kabarnya akan berlokasi di Filoil Flying V Centre, San Juan, Metro Manila.

              Min-Liang Tan, CEO dari Razer, telah melakukan lobi agar eSports masuk ke dalam SEA Games 2019. Perusahaan yang ia pimpin menjadi penyuplai hardware-hardware yang dibutuhkan.

              Setelah melalui berbagai pertimbangan, ada enam game yang akan dipertandingkan dalam SEA Games kali ini. Apa saja?

              Game yang Dilombakan

              Alasan Csgo Pubg Tidak Masuk Sea Games 1 42184
              Sumber foto: YouTube

              Akan ada tiga kategori eSports yang dipertandingkan dalam SEA Games 2019, yakni PC, konsol, dan perangkat mobile.

              Seperti pada kebanyakan lomba eSports, untuk kategori PC akan diisi game populer Dota 2 dan StarCraft II. Untuk kategori konsol, akan ada game fighting Tekken 7.

              Sebenarnya, pihak SEA Games ingin memasukkan game olahraga NBA 2K19, namun terbentur masalah lisensi sehingga diganti game Hearthstone yang belum diketahui masuk kategori mana.

              Terakhir, untuk kategori perangkat mobile, akan ada game MOBA Mobile Legends: Bang Bang dan Arena of Valor. Karena ada enam game, maka akan ada enam medali yang akan diperebutkan.

              Tapi, setelah melihat daftar game di atas, mungkin kamu penasaran kenapa tidak ada CS: GO dan PUBG? Dilansir dari berbagai sumber, inilah alasannya!

              Kenapa CS: GO dan PUBG Tidak Termasuk?

              Alasan Csgo Pubg Tidak Masuk Sea Games 2 82553
              Sumber foto: Red Bull

              Jika melihat game-game yang akan dipertandingkan, kita akan menyadari tidak ada game yang bertemakan tembak-tembakan.

              Game-game populer seperti CS: GO, PUBG, Fortnite, hingga Call of Duty sama sekali tidak masuk ke dalam daftar. Sebenarnya, alasannya sederhana.

              International Olympic Committee (IOC) menyadari bahwa popularitas eSports semakin meningkat. Oleh karena itu, game-game yang dilombakan tidak boleh melanggar nilai-nilai olahraga.

              Dengan kata lain, game apapun yang menunjukkan unsur kekerasan ataupun judi secara jelas tidak akan diizinkan untuk dipertandingkan.

              Sayangnya, game-game shooter seperti PUBG dan CS: GO menggunakan konsep membunuh peserta lain demi meraih kemenangan. Jelas hal itu bertentangan dengan sportivitas.

              Tapi, kan, ada game Tekken yang juga mengandung unsur kekerasan?

              Iya, tapi game Tekken tidak membunuh pemain lain dalam pertarungan. Jika dianalogikan, game tersebut sama seperti olahraga tinju atau gulat yang tujuannya adalah menumbangkan lawan.

              Jadi, game-game seperti PUBG dan CS: GO tidak bisa masuk di ajang olahraga seperti SEA Games karena konsepnya yang seperti itu, bukan karena banyak cheater.

              Game-Game Lain yang Tidak Masuk SEA Games

              Alasan Csgo Pubg Tidak Masuk Sea Games 3 C48ed
              Sumber foto: Inside World Football

              Selain game bergenre shooter, ada beberapa game terkenal lain yang harus rela tidak masuk ke dalam SEA Games 2019.

              Contohnya adalah pesaing Dota 2, League of Legends. Secara global, game ini lebih populer. Hanya saja, Dota 2 jauh lebih populer di Asia Tenggara sehingga pemilihannya masuk akal.

              Panitia SEA Games tentu menghindari adanya dua game yang sejenis dalam satu ajang, sehingga mereka memilih game yang dianggap paling tinggi animonya di Asia Tenggara.

              Pertanyaan lain yang mengganjal adalah kenapa tidak ada game bergenre olahraga yang dipertandingkan. Awalnya ada NBA 2K19, tapi dibatalkan karena masalah lisensi.

              Padahal, ada game sepakbola yang sangat terkenal, yakni FIFA dan Pro Evolution Soccer (PES).

              Di region Asia Tenggara, memang game PES lebih populer dibandingkan dengan FIFA. Pada Asian Games kemarin, PES menjadi salah satu lomba eSports yang dipertandingkan.

              Kemungkinan besar, pihak SEA Games gagal mendapatkan kesepakatan dengan pihak Konami selaku pengembang PES meskipun belum ada keterangan resmi yang terkait.

              Ada juga yang berpendapat bahwa pihak penyelenggara, Filipina, menolak game PES dilombakan karena lebih memilih game-game yang berpeluang besar untuk mereka menangkan.

              Akhir Kata

              Sebagai game yang sangat populer, hilangnya PUBG dan CS: GO dari ajang SEA Games berpotensi menurunkan ketertarikan penonton dan peserta.

              Akan tetapi, karena game-game ini dilombakan di ajang olahraga, tentu kita harus menghormati nilai-nilai yang mereka anut.

              Toh, kita masih bisa melihat pertandingan PUBG dan game shooter lainnya di ajang-ajang eSports lainnya.

              Baca juga artikel seputar eSports atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah.

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal