J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

5 Alasan Kenapa Film-Film DC Universe Gak Worth It untuk Kamu Tonton

5 Alasan Kenapa Film-Film DC Universe Gak Worth It untuk Kamu Tonton

Minggu, 17 Nov 2019, 20:00 WIB
Kegagalan demi kegagalan terus dirasakan oleh DC Extended Universe. Selain ini, masih banyak banget alasan lain kenapa film-film dari shared universi ini nggak layak kamu tonton.

Saat ini, terdapat 2 studio besar yang bersaing dalam menciptakan universe film-film superhero, yakni Marvel dan DC. Sayangnya, hanya Marvel yang dianggap berhasil.

Meskipun memiliki sejarah yang lebih panjang, nampaknya DC masih belum bisa menemukan formula yang tepat dalam menciptakan film shared universe yang baik.

Meskipun banyak film-film dari DC Universe gagal total, namun bukan berarti semua produk DC juga gagal, geng. Film-film animasi DC terbukti lebih superior dibanding Marvel.

Alasan Kenapa Film-Film DCEU Nggak Worth It untuk Kamu Tonton

Sebenarnya ada beberapa film solo DC Universe yang berhasil. Sebut saja Wonder Woman dan Aquaman. Namun, film shared universe-nya malah amburadul banget, geng. Coba, deh nonton Batman v Superman.

Dalam artikel ini, Jaka bakal membahas mengenai 5 alasan kenapa film-film dari **DC Universe itu buruk dan nggak worth it untuk kamu tonton**.

Jaka juga bakal sedikit membandingkannya dengan film-film Marvel Universe supaya kamu bisa lebih mengerti perbedaan antara 2 universe tersebut. Check it out!

1. Karakter yang Terlalu Overpowered

1 C9002

Bukan rahasia lagi kalau DC memang suka menciptakan karakter setengah dewa. Lihat saja Superman, Wonder Woman, Aqua Man, dan lain-lain.

Di masa lalu, karakter-karakter super ini menjadi favorit bagi banyak orang. Namun, kini sudah nggak begitu lagi, geng.

Sejak lama, Marvel menemukan bahwa kelemahan seorang karakter superhero adalah yang membuat jagoan tersebut menjadi spesial.

Sebagai contoh, kamu bisa nonton kembali film yang menceritakan asal mula Spider-Man, serta penyesalannya atas kematian paman Ben.

Berbeda banget dengan karakter DC yang sudah kuat dari awal dan berusaha untuk berbaur dengan manusia biasa yang notabene lebih lemah dibandingkan superhero.

Superman merupakan salah satu karakter jagoan terkuat di DC. Bisa dikatakan, ia adalah makhluk sempurna yang dapat menyelesaikan segala masalah yang ada di hadapannya.

Penikmat film saat ini sudah semakin cerdas. Mereka mencari tokoh film yang bisa relate dengan hal yang mereka alami, dan mereka nggak menemukan hal itu di karakter Marvel yang maha sempurna.

2. Terlalu Terburu-Buru

2 8c1a4

Film pertama MCU adalah Iron Man yang rilis pada tahun 2008 lalu. Sebagai bagian dari MCU Phase 1, Marvel membuat 5 film terlebih dahulu sebelum akhirnya membuat The Avengers.

Dengan backstory yang menarik, pendalaman karakter yang baik, dan konflik yang kompleks, Marvel berhasil meracik MCU sedemikian rupa hingga bisa menciptakan film shared universe terbaik.

Bandingkan, deh, dengan DC yang berusaha menciptakan DC Universe secara terburu-buru. Alih-alih membangun universe-nya dengan mendalami karakternya satu per satu, DC malah langsung bikin Justice League, geng.

Kebayang, dong, seberapa berantakannya Extended Universe buatan DC ini? Nggak ada pengenalan karakter dan konflik secara mendalam, tiba-tiba semua jagoan langsung dikumpulkan di 1 film yang sama.

Beda banget sama karakter-karakter Marvel di film Avengers pertama. Kita semua sudah tahu background masing-masing karakter serta masalah yang mereka alami..

3. Zack Snyder

3 98a0e

Zack Snyder merupakan arsitek dari fase awal film-film dari DC Extended Universe. Film pertamanya di DCEU, yakni Man of Steel cukup sukses di Box Office.

Man of Steel yang sukses dengan tema lebih dark membuat Snyder tertarik untuk membuat film serupa di masa depan. Ia berfikir nggak cuma Batman saja yang bisa menggunakan tema lebih gelap.

Melihat kepopuleran trilogi Batman karya Christopher Nolan, Snyder ditunjuk untuk menyutradarai Batman v Superman yang nggak cuma memperkenalkan Batman dalam universe ini, tapi juga Wonder Woman.

Batman v Superman adalah film pertama yang membawa karakter besar DC Universe dalam 1 layar. Tentunya banyak banget fans DC yang excited, apalagi setelah melihat kesuksesan Marvel dalam hal serupa.

Sayangnya, sentuhan Snyder yang gelap nggak mampu membangkitkan film ini. Bahkan, Justice League juga gagal total di tangan Snyder.

Alhasil, Snyder digantikan oleh Joss Whedon, sutradara yang sukses membawa humor-humor kocak sekaligus aksi keren di Marvel Cinematic Universe.

4. Cuma Peduli Uang

4 6c6eb

Mirip seperti perusahaan game yang cuma peduli uang, ternyata Warner Bros selaku pemegang hak DC juga serakah banget, lho, geng.

Warner Bros telah memiliki DC semenjak tahun 1968. Semua film superhero DC yang tayang adalah milik dari studio Warner Bros.

Para pencipta karakter DC nggak bisa berkreasi sesuai kreatifitas mereka karena mereka nggak diberi kesempatan untuk memutuskan cerita superhero tersebut.

Karakter superhero tersebut hanya dijadikan mesin uang oleh Warner Bros. Mereka nggak benar-benar peduli dengan karakter, mereka hanya peduli bagaimana karakter ini dapat menghasilkan uang.

Berbeda dengan Marvel yang awalnya hanya perusahaan kecil. Sebelum MCU, Marvel menjual lisensi atas karakternya kepada studio-studio besar agar bisa dibuat filmnya.

Hal ini dilakukan karena Marvel nggak punya uang, geng. Sebelum dijual kepada studio lain, Marvel telah terlebih dahulu mengembangkan karakternya dengan sangat baik.

Pada tahun 2003, Marvel berupaya untuk memproduksi film superhero sendiri yang akhirnya terealisasi pada tahun 2008 dengan hadirnya Iron Man.

Kesuksesan film tersebut membuat Disney membeli Marvel pada tahun 2009 dan mewujudkan mimpi Marvel untuk memproduksi sendiri film superheronya.

5. Cerita yang Berantakan

5 E7a29

Alasan terakhir kenapa film-film DC Universe nggak worth it untuk kamu tonton adalah karena jalan ceritanya yang berantakan.

Plot yang terkesan dangkal malah bikin film-film DC jadi seperti film komedi. Coba deh kamu ingat salah satu adegan antiklimaks di film superhero terburuk, Batman v Superman.

Superman yang sekarat karena kalah bertarung dengan Batman kemudian memintanya untuk menyelamatkan Martha, ibunya. batman yang juga memiliki ibu dengan nama Martha pun kaget.

Konflik serta dendam yang menggebu-gebu seketika hilang karena mereka berdua memiliki ibu dengan nama yang sama. Kacau banget, deh, pokoknya.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka mengenai 5 alasan kenapa film-film DC Extended Universe nggak worth it untuk kamu tonton.

Padahal, apabila digarap dengan lebih serius, kepopuleran DC dijamin bakal mengalahkan Marvel.

Menurut kamu, bisa nggak film DCEU di masa depan mengalahkan dominasi Marvel Cinematic Universe? Tulis jawaban serta alasanmu di kolom komentar ya, geng.

Baca juga artikel seputar DC Universe atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba

ARTIKEL TERKAIT
7 Karakter Terkuat Di Dc Universe Superman Nggak Ada Apa Apanya 1f7d9

7 Karakter Terkuat di DC Universe, Superman Nggak Ada Apa-Apanya!

Meme Dc Fans 0ba0e

12 Meme Kocak Reaksi Fans DC Saat Ada Avengers: Infinity War

Fusion Karakter Marvel Dengan Dc Comics

30 Wujud Superhero Marvel dan DC Saat Melakukan Fusion. KEREN!

Superhero Dc Enggak Guna Banner Eb029

7 Superhero DC dengan Kekuatan Paling Gak Guna, Batman Termasuk?

Nonton Film Shazam Banner 17e6f

Nonton Film Shazam! (2019) | Ketika DC Bikin Film Lucu!

Superhero Marvel Jadi Superhero Dc 13

WAH, Ternyata Ada 12 Superhero Marvel yang Pernah Jadi Superhero DC Comics

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal