Di masyarakat suku Mandi, Bangladesh, terdapat tradisi unik yang menghebohkan. Kamu tidak akan percaya bahwa ibu dan anak perempuan di suku ini saling berbagi suami! Ya, kamu tidak salah baca. Inilah tradisi yang dilakukan oleh suku Mandi.
Tradisi ini didasarkan pada sistem matrilineal di mana perempuan menjadi kepala rumah tangga dan harta benda diwariskan melalui garis perempuan. Tidak hanya itu, dalam sistem ini poligami atau memiliki beberapa istri juga diperbolehkan.
Salah satu contoh dari tradisi ini adalah kisah Orola Dalbo, seorang wanita yang menikah dengan Noten ketika usianya baru 3 tahun. Yang lebih mengejutkan lagi, ia menikah bersama ibunya dalam upacara pernikahan tersebut. Hal ini memang mengikuti tradisi suku Mandi di mana ibu dan anak perempuan menikah dengan pria yang sama.

Tujuan dari praktik berbagi suami ini adalah untuk memenuhi kebutuhan seksual suami serta membantu sang ibu untuk menjaga kekayaan keluarga. Dalam tradisi ini, ibu dan anak perempuan akan mengandung dari pria yang sama, melahirkan banyak anak, dan mengumpulkan harta untuk keluarga mereka.
Apabila sang ibu meninggal dunia, kepemimpinan dalam keluarga akan diwariskan kepada anak perempuan. Anak perempuan ini kemudian akan bertanggung jawab dalam menjaga properti dan kekayaan keluarga.
Saat ini, Orola Dalbo menjadi ibu dari tiga anak yang lahir dari pernikahannya dengan Noten. Mereka tinggal di sebuah desa yang tidak memiliki akses air. Kota terdekat hanya memiliki deretan kios kecil yang menjual minyak goreng dan lilin.
Orola dan suaminya bekerja mencari nafkah dari beberapa hektar tanah yang mereka miliki dengan membudidayakan nanas dan pisang. Meskipun hidup dalam tradisi yang kontroversial, mereka tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan tekun.

Tradisi unik suku Mandi ini memberikan kita pandangan baru tentang bagaimana masyarakat dapat mengatur hubungan perkawinan mereka. Meskipun terasa aneh bagi sebagian orang, tradisi ini merupakan bagian penting dari budaya suku Mandi di Bangladesh.
Jadi, apa pendapatmu tentang tradisi berbagi suami ini? Apakah kamu merasa terkejut atau justru tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya yang berbeda di dunia?

