Mengintip Foto-foto Langka Rumah Pohon Suku Korowai di Papua yang Mengagumkan

Tidak cuma terkenal melalui kekayaan flora dan fauna, Papua juga dikenal mempunyai beragam suku-suku asli yang punya kehidupan menarik serta unik.

Seperti salah satunya ialah suku pedalaman asli papua yang menetap hidup juga tinggal di rumah pohon yang memiliki tinggi hingga 50 meter yang dikenal dengan nama Suku Korowai. Populasi mereka saat ini mencapai sekitar 3000 orang.

Mengutip Good News from Indonesia, Suku Korowai ini ditemukan oleh misionaris Belanda, Johanes Veldhuizen, di tahun 1974. Suku ini diketahui mendiami daerah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua.

Film Suku Korowai 52a97

Pada awalnya mereka benar-benar tak mengenal suku atau orang yang berada di luar kelompoknya. Tak seperti para suku lain yang membangun rumah Honai menjadi hunian, Suku Korowai justru mendiami rumah pohon.

Sebagai informasi Suku Korowai umumnya mendiami rumah pohon setinggi mulai 15 hingga 50 meter dari permukaan tanah.

Tujuan mereka mendirikan rumah di atas pohon ialah demi menghindari binatang buas serta gangguan roh jahat. Suku ini memang takut pada serangan laleo atau iblis yang kejam.

Para Suku korowai mempercayai kalau semakin tinggi rumah mereka maka akan semakin jauh dari gangguan para roh-roh jahat.

Bahan Bangunan yang Sangat Alami

Pernikahan Suku Korowai 9efe6

Bahan yang dipakai untuk membangun rumah pohon ini bahkan sangat alami, yakni berasal dari hutan dan rawa Papua yang berada di sekitar mereka.

Seperti kayu, rotan, akar, dan ranting pohon. Rumah pohon suku Korowai semuanya memakai bahan yang diberikan langsung oleh alam, kerangka terbuat dari batang kayu kecil-kecil kemudian lantainya juga dilapisi kulit kayu.

Dinding serta atapnya memakai kulit kayu atau anyaman dari daun sagu. Untuk mengikat, mereka memakai tali yang juga dari serat pohon.

Suku Korowai Kanibal 78af8

Seluruh proses pembangunan rumah dilakukan menggunakan tangan. Barang logam satu-satunya yang ada cuma parang atau kapak yang mereka gunakan untuk berburu.

Sedikit kilas balik di tahun 2011, Suku Korowai pernah dibuatkan film dokumentasi BBC Human Planet. Pada film ini, suku Korowai menampilkan kepiawaian mereka bagaimana caranya membangun rumah pohon ini.

Bahkan salah satu usaha terambisius mereka ditunjukkan dengan membangun rumah pohon hingga setinggi 114 meter hanya dalam kurun waktu 2 minggu saja.

Tradisi Suku Korowai 680a6

Umumnya, pembuatan rumah pohon tersebut dapat memakan waktu sampai tujuh hari, lantaran suku ini masih memegang teguh adat istiadat leluhurnya, maka setiap sebelum membangun rumah ini mereka bakal menjalani ritual malam terlebih dahulu.

Ritual ini ditujukan untuk mengusir para roh jahat. Rumah pohon ini, cuma dapat bertahan hingga tiga tahun lamanya.

Baca juga artikel seputar Ragam atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana

BACA JUGA

10 Potret Aksi Unik Artis Dunia Saat Berkunjung ke Indonesia | Ada yang Blusukan Lihat Jamban

Inget, Nggak? 6 Artis Ini Sering Banget Dapat Peran Jadi ART | Jago Ngelawak Semua!

Nonton Film Devil on Top 2021 | Benci Sama Bos Malah Berujung Pacaran

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.8.0 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Bukan Editan, 5 Penemuan Hewan Berukuran Besar Ini Sempat Bikin Heboh | Gede Banget!

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Cari Teman Sekitar Terbaik 2020 Banner Ba87c
10 Aplikasi Cari Teman di Sekitar Kita Terbaik 2020, Bisa Dapat Jodoh?
Aplikasi Pencari Kerja 7a188
8 Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya & Terbaik, Setiap Hari Ada Loker!
Aplikasi Edit Nama Ac2cf
7 Aplikasi Edit Nama Terbaik & Terbaru 2020 | Nama Makin Kece!
Aplikasi Al Quran Terbaik 277be
12 Aplikasi Al Quran Bahasa Indonesia Terbaik dan Terlengkap 2021
0 Vnxpzxovujy72qvg Custom 5a5dc
Cara Mudah Mengubah Bahasa di Aplikasi Google Classroom di HP & PC
Menerjemahkan Tulisan Lewat Kamera Banner 4ad20
Trik Cepat untuk Menerjemahkan Tulisan Bahasa Asing dengan Kamera, Gak Ribet!
Tags Terkait: fotorumah
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal