Tak Mau Diganggu, Kampung Miliarder di Tuban Larang Sales hingga Pengemis Masuk

Default

Beberapa waktu lalu, desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, menjadi viral di seantero nusantara lantaran warga desanya mendadak menjadi miliarder. Desa ini pun dikenal sebagai Kampung Miliarder.

Julukan ini mereka dapatkan setelah Pertamina membeli lahan dan rumah para warga sebagai ganti rugi.

Lahan tersebut rencananya akan digunakan oleh Pertamina untuk dijadikan sebagai kilang minyak.

Dilansir dari liputan6, rata-rata para warga mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp8 miliar. Uang ganti rugi terbesar yang diterima warga mencapai 26 miliar.

Hal ini membuat seluruh warga kaya mendadak. Uang ganti dari Pertamina tersebut digunakan oleh warga untuk memborong banyak mobil sekaligus berbagai model dan harga atau untuk merenovasi rumah di tempat lain.

Sekitar 27 keluarga yang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini juga sudah dicoret dari daftar penerima manfaat karena sudah dianggap mampu.

Kekayaan yang datang bagai durian runtuh dari warga tersebut pun menarik banyak orang terutama pengamen, pengemis, wartawan, dan sales berdatangan ke desa Sumurgeneng untuk mencari peruntungannya di sana.

Tujuan kedatangan orang luar desa beragam. Ada yang hanya sekedar menawarkan produk jualan mereka, mencari berita, bahkan minta bantuan pada warga.

Warga desa Sumurgeneng pun nyatanya tidak senang dan merasa terganggu dengan kehadiran orang dari luar yang semakin sering mendatangi kawasan rumah mereka.

Akibatnya, warga pun menutup pintu rumahnya rapat-rapat untuk menghindari orang datang.

Para warga mengaku tidak mau bertemu dengan orang yang asing atau tidak dikenal. Salah satu warga yang merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang tersebut adalah Kholikoh (50).

Banner 82085
Sumber foto: Detik

Dia mengatakan dirinya dan para warga capek menerima tamu tidak dikenal seperti para sales yang menawarkan kendaraan, properti, investasi saham, dan banyak lainnya.

"Iya, Mas. Memang setelah viral itu, banyak sekali orang-orang itu datang ke sini (Desa Sumurgeneng). Tiap hari itu ada saja yang minta sumbangan. Itu ada yang dari luar kota. Ada yang dari Semarang, Yogya, pokoknya buanyak," ujar Kholikoh dilansir dari detikcom.

Tak cuma itu, Kholikoh juga menyebutkan banyak media datang, sales yang menawarkan promosi atau investasi juga banyak. Jadi sekarang banyak rumah yang pintunya tertutup, lanjutnya dia.

Agar orang-orang yang tidak dikenal tersebut tidak berdatangan, para warga akhirnya memasang beberapa banner atau spanduk berisi imbauan.

Pemasangan spanduk bertujan agar orang luar desa tidak masuk Kampung Miliarder sembarangan. Jika ingin datang, mereka harus mendapatkan izin Pemerintah desa (Pemdes).

"STOP!!! Pengamen, Pengemis, Pemulung, Peminta Sumbangan, Sales Dilarang Masuk," demikian larangan yang tertulis dalam banner tersebut.

Akhirnya para pengemis, pemulung, peminta sumbangan, sales atau orang tidak dikenal tak lagi bisa memasuki Desa Sumurgeneng, tanpa izin.

Kebayang juga sih kalau mereka datang tiap hari, uang warga Sumurgeneng juga bisa habis, ya, kan, geng?

Baca juga artikel seputar Viral atau artikel menarik lainnya dari Andri Alfansyah.

BACA JUGA

7 Artis Indonesia yang Terlihat Bodoh Padahal Pintar, Menipu Banget!

Hai Crazy Rich, Inilah 10 Sekolah Termahal di Indonesia | Bikin Uang Papa Habis!

7 Artis Indonesia yang Masih Kerja Meski Punya Suami Tajir | Makin Crazy Rich!

6 Aktris Indonesia yang Punya Perut Six Packs | Bikin Para Cowok Iri!

BACA JUGA
  • Gak Nyangka!!! 7 Miliarder ini Ternyata Pernah Putus Sekolah Lho
  • Meskipun Masih Bocah, 5 YouTuber Ini Sudah Jadi Miliarder! Ngiriii...
  • 4 Fakta Kampung Janda di Bogor yang Misterius, Warganya Beneran Janda Semua!
  • 5 Kebiasaan Miliarder yang JAMIN Bikin Kamu Sukses
  • Suami Istri Ini Kaya Raya Berkat Canva, Jadi Miliarder Termuda di Australia!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal