J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Kaum Muda di China Jadi Kaum Rebahan | Capek Kerja Mati-matian Tapi Dibayar Pas-pasan

Kamis, 10 Jun 2021, 12:05 WIB
Capek kerja banting tulang, tetapi dibayar pas-pasan? Kaum muda di China juga merasakannya, lho. Makanya sekarang banyak dari mereka yang jadi kaum rebahan.

Kamu merasa lelah karena telah bekerja keras, tetapi hanya mendapatkan upah yang tak seberapa? Setidaknya kamu tidak sendiri, lho. Kaum muda di China juga ternyata merasakan hal yang sama.

Mereka lelah dengan budaya kerja keras untuk imbalan yang kecil. Hal itu membuat mereka mulai mengubah gaya hidup dengan memilih untuk menjadi kaum rebahan.

Lelah Bekerja Mati Matian Dan Dibayar Pas Pasan E8d9b

Sumber foto: Freepik

Tren baru ini disebut sebagai "tang ping", yang dikenal sebagai penangkal tekanan di masyarakat untuk mencari kerja dan berkinerja sangat baik meskipun harus bekerja dalam shift yang panjang.

Akibat memiliki jam kerja yang lebih lama dan dibayar sangat kecil, maka pemberontakan kaum muda di China ini mulai menyusutkan pasar tenaga kerja China.

Istilah "tang ping" ini diyakini berasal dari sebuah unggahan di suatu media sosial populer di China, Weibo.

Gagasan di balik istilah itu adalah tidak bekerja terlalu keras, puas dengan yang telah diraih, dan sempatkan waktu untuk bersantai.

"Rebahan saja adalah gerakan bijakku," tulis seorang netizen di salah satu unggahan yang sekarang telah dihapus di forum diskusi Tieba.

Dia juga menambahkan, "Cukup dengan rebahan saja, manusia bisa menjadi ukuran segala sesuatu."

Istilah tersebut pun tersebar luas dan menjadi bahan diskusi di Sina Weibo, situs microblogging populer di China, hingga menjadi salah satu kata kunci yang paling tren saat ini.

Gagasan di balik istilah "tang ping" itu langsung menuai pujian banyak netizen dan menginspirasi kemunculan berbagai meme baru.

Terminologi itu bahkan juga dipandang sebagai sebuah gerakan spiritual, lho.

"Mengirim CV ibarat mencari jarum di tumpukan jerami," ucap seorang teknisi laboratorium bermarga Wang kepada kantor berita AFP.

"Kami sudah ditekan masyarakat dan cuma ingin hidup yang lebih santai, 'rebahan saja' bukan untuk cari mati. Saya masih kerja, kok, tetapi tidak sampai diforsir," ujar pria berusia 24 tahun itu.

Situs berita Sixth Tone melaporkan bahwa suatu kelompok "tang ping" membuat platform menyerupai IMDb yang bernama Douban dan telah berhasil mengumpulkan 6.000 anggota.

Namun, bersamaan dengan unggahan pertama di Tieba itu, kelompok Douban juga dihapus, demikian pula halnya dengan pencarian tagar #TangPing yang mendadak hilang dari Sina Weibo.

Hal itu tampaknya merupakan tindakan sensor yang dilakukan oleh pemerintah China untuk mencegah tagar itu semakin populer.

Meningkatnya Tekanan pada Kaum Muda di China

Ada sejumlah tren serupa yang mencuat di dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2016 lalu, beberapa gambar seorang aktor China di suatu serial komedi situasi (sitcom) menjadi meme yang populer.

Tahun berikutnya para netizen China juga menggandrungi karakter kartun asal Jepang bernama Gudetama alias "si kuning telur yang depresi" atau yang kadang dijuluki sebagai si telur malas.

Kala itu, situs berita Sixth Tone mencatatkan kebangkitan dari "budaya sang" atau yang secara harfiah berarti "budaya hari kiamat."

Budaya itu mencerminkan sikap kaum muda dengan rendahnya etika kerja, kurangnya motivasi diri, dan disertai sikap apatis.

Tren semacam itu muncul di tengah peningkatan tekanan yang diberikan kepada kaum muda di negara China.

Kelompok usia ini telah dididik dengan pemikiran "satu anak cukup" dan diharapkan untuk bekerja dengan lebih panjang daripada generasi sebelumnya.

Saat ini jumlah mereka 2 kali lebih banyak daripada warga yang telah berada di usia pensiun.

Populasi kaum muda di China saat ini juga menghadapi tekanan yang lebih besar untuk menunjukkan bahwa mereka punya tanggung jawab secara sosial.

Mereka ditekan untuk menjadi hal tersebut dengan mematuhi berbagai peraturan baru di bawah sistem kredit sosial yang kontroversial di China.

Mereka pun senantiasa didesak pemerintah dan masyarakat China untuk menunjukkan nasionalisme dengan memboikot daftar perusahaan dan merek asing yang sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Baca juga artikel Ragam atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

7 Kegagalan Eksperimen Sains Terbesar di Dunia, Tarzan Proyek Ilmuwan?

27 Karakter Anime Tercantik 2021 | Favorit Wibu, Kawaii!

12 Potret Kocak Artis Cantik Saat Tidur Mangap | Tetap Memesona!

Download X8 Sandbox MOD APK Tanpa Iklan Terbaru | Bisa Buat Higgs Domino!

Kisah Paidi, Mantan Pemulung yang Jadi Miliarder Berkat Porang | Sosoknya Inspiratif!

ARTIKEL TERKAIT
Teknologi China Terbaru Banner B4634
10 Inovasi Teknologi China Terbaru Diluar Nalar Manusia!
097f5055feb83dc19125772d2d9e35a9
4 Faktor Mengapa China Mampu Mengalahkan Amerika Serikat Dalam Bidang Teknologi
Hp China Menguasai Afrika 9ef33
4 Faktor yang Membuat HP China Menguasai Benua Afrika | Permainan Politik?
Jurusan Langka 4dd0a
Anti Mainstream, 10 Jurusan Kuliah Ini Hanya Ada Satu di Indonesia
Albert Einstein 5e579
7 Profesi Ilmuwan Paling Unik | Enggak Melulu di Lab!
Kerja Dari Rumah Gaji Miliaran 3d788
20 Pekerjaan Jarak Jauh dengan Gaji Miliaran Rupiah | Cek Daftarnya!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal