J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Daging Tikus, Hidangan Favorit di Vietnam | Berprotein dan Lezat?!

Rabu, 19 Mei 2021, 12:10 WIB
Jerry, si tikus ternyata jadi hidangan favorit warga Vietnam, lho, geng. Kenapa, yah?

Sejumlah penduduk di negara tropis Asia memang dikenal menggilai daging tikus, terlebih masyarakat pertanian di Vietnam bagian utara dan selatan yang sangat gemar mengkonsumsinya.

Hal itu terjadi karena menurut mereka, daging tikus merupakan sumber protein yang amat baik.

Kamu bisa menemukan daging yang berasal dari hewan pengerat ini di berbagai restoran yang berlokasi di wilayah perkotaan Vietnam, termasuk Ho Chi Minh City, geng.

Di delta Mekong, bagian barat daya dari Vietnam, harga daging tikus bahkan jauh lebih mahal daripada daging ayam, lho, geng.

Grant Singleton, seorang ilmuwan yang mempelajari ekologi hewan pengerat dari International Rice Research Institute menjelaskan fakta mengejutkan ini.

Ia menjelaskan bahwa delta Mekong rupanya memproduksi sampai 3.600 ton tikus setiap tahunnya, dengan keuntungan yang mencapai 2 juta dolar AS atau setara dengan 28,5 miliar Rupiah.

Memang ada lusinan spesies tikus yang tersebar di dunia ini. Namun, tidak semuanya dikonsumsi warga negeri Naga Biru ini.

Warga Vietnam hanya mengkonsumsi dua di antaranya, yaitu tikus sawah dengan berat 0.5 pound (0.23 kg) dan bandicoot yang dapat bertumbuh sampai 2 pound (0.91 kg).

Menurut Robert Corrigan, seorang ahli binatang pengerat di perkotaan dari RMC Pest Management Consulting, sah-sah saja bagi manusia untuk mengkonsumsi daging tikus.

"Hampir semua jaringan otot mamalia pada dasarnya mengandung protein yang sama, baik dari daging sapi atau bahkan kaki tikus," kata Corrigan.

Setidaknya ada 89 spesies hewan pengerat yang dikonsumsi para penduduk dunia, mulai dari benua Afrika, Asia, sampai Amerika.

Selain tikus, rupanya tupai juga telah menjadi makanan utama di beberapa wilayah.

Mirip Rasa Daging Ayam atau Kelinci?

Ian Teh, seorang fotografer National Geographic, mencoba untuk mengikuti kegiatan penangkap tikus yang disebutnya dengan nama Mr. Thy.

Terutama saat Mr. Thy hendak memburu hewan pengerat tersebut di area pertanian di Quang Ninh, salah satu provinsi di bagian timur laut dari Vietnam.

Bagi para petani Vietnam sendiri, penangkap tikus menjadi profesi sampingan yang cukup penting.

Mereka biasanya menjebak tikus dengan kandang kawat atau bambu, lalu membunuh dan menjual dagingnya ke pasar lokal.

Mr. Thy sendiri mengaku bahwa dirinya memang mempunyai bisnis musiman menangkap tikus.

Sebagian ia bawa pulang untuk makan malam bersama keluarga, sedangkan sisanya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Grant Singleton mengatakan bahwa di wilayah pedesaan Vietnam, tikus sering diolah dengan bir atau wiski beras. Teknik untuk memasak hewan yang satu ini memang sangat bervariasi.

Ia sendiri pernah melihat pembunuhan tikus dengan menempatkannya di air panas atau dengan pukulan keras di bagian kepala.

Setelah tikus itu mati, bangkai tikus akan direbus, dikukus, digoreng, dibakar, atau dipanggang sesuai selera.

Tikus kukus dikatakan memiliki rasa yang paling kuat. Sementara itu, tikus besar dianggap memberikan sensasi makan yang lebih puas.

Jadi, mengkonsumsi tikus besar yang dikukus akan sangat memuaskan, geng.

"Orang asing yang mencicipi daging tikus mengatakan bahwa rasanya seperti ayam. Namun, hewan ini berdaging gelap dengan rasa yang lebih tajam. Menurut saya, rasanya seperti daging kelinci," tutur Singleton.

Masak Dengan Benar

Walaupun mayoritas tikus liar di Vietnam hidup sehat dan rendah parasit, tetapi tetap saja ada beberapa risiko kesehatan yang dapat timbul usai berkontak fisik dengannya sebelum dimasak.

Mamalia yang satu ini dikabarkan membawa lebih dari 60 penyakit yang mampu mempengaruhi raga manusia.

Selain itu, di berbagai tempat di mana tikus menjadi hama tanaman, khususnya sawah di Vietnam, para petani umumnya akan memasang racun tikus.

Ketakutan akan racun tikus itu membuat banyak warga Vietnam yang memilih untuk membeli tikus hidup di pasar.

Dengan begitu, mereka bisa menentukan sendiri tikus sehat mana yang akan dipilih untuk dimakan.

Menurut Singleton, di dalam menikmati daging tikus, yang terpenting adalah memasaknya dengan benar dan hati-hati.

Dengan begitu, kita bisa terhindar dari infeksi penyakit yang ditularkan oleh tikus.

Baca juga artikel Ragam atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Fasih Berbahasa Indonesia, 6 Artis Asing Ini Kerap Dikira WNI!

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Tanpa Aplikasi!

Wajah Cantik Bak Bidadari, 5 Artis Indonesia Ini Dulunya Cowok!

Jarang Muncul, Penampilan Anak Ariel NOAH di Lebaran Curi Perhatian

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

ARTIKEL TERKAIT
Untitled Design 2021 03 10t163854 599 E1d66
10 Alasan Konyol Ini Bikin Pesawat Delay, Gara-Gara Kentut Sampai Tikus!
Untitled Design 2021 04 30t121702 691 910ad
5 Makanan Paling Ekstrem di Dunia | Bikin Mual dan Geli, Mendingan Puasa Aja!
Food Vlogger Terbaik Banner 6e03f
10 Food Vlogger YouTube Terbaik untuk Kamu Subscribe, Dijamin Ikutan Kenyang!
Tesla 82791
Autopilot Tesla Kalah di Jalanan Macet Vietnam, Indonesia?
Tahu Bulat Penghargaan Imga 3
Hebat! Tahu Bulat Dapat Penghargaan Tingkat Asia Tenggara
Banner Anime Masak 206bb
12 Rekomendasi Anime Masak Terbaik dan Jadul Buat Pecinta Kuliner
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal