Boenjamin Setiawan, Anak Tukang Kerupuk yang Jadi Bos Kalbe Farma

Kamu pernah mengkonsumsi Hydro Coco, Fitbar, dan Sakatonik Liver? Nah, itu semua merupakan produk yang dihasilkan oleh PT Kalbe Farma Tbk yang telah melantai di BEI sejak tahun 1991.

Didirikan di Jakarta, Indonesia, Boenjamin Setiawan merupakan salah satu tokoh di balik kesuksesan Kalbe Farma.

Mengutip Kumparan, ia mulai mengoperasikan perusahaan tersebut pada 10 September 1966 di sebuah garasi, bersama kelima saudara kandungnya.

Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha, kini Kalbe Farma telah menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

Kalbe farma yang awalnya bergerak di bidang farmasi saja, perlahan-lahan mulai berkembang menjadi Kalbe Group.

Kalbe Group telah melebarkan sayap ke berbagai lini bisnis selain farmasi.

Adapun lini-lini bisnis tersebut adalah: makanan sehat, bisnis pengepakan, pergudangan, distribusi, pendidikan (Kalbis Institute) sarana riset modern, dan rumah sakit.

Terlahir dari keluarga sederhana tidak mematahkan semangat dan cita-cita dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D. (Khou Liep Boen) muda untuk menjadi salah satu orang yang sukses.

Setelah berhasil memperoleh gelar dokter (dr.) di Universitas Indonesia, Boenjamin Setiawan tidak berpuas diri, melainkan memperdalam studinya di University of California, Amerika Serikat.

Setelah bersusah payah di sana, ia akhirnya berhasil memperoleh gelar Ph.D. di bidang farmakologi.

Dr Boenjamin Setiawan Ph D 758bf

Sumber foto: Tanoto Faoundation

Sebelum terjun ke dunia bisnis, pria yang akrab disapa dr. Boen ini sempat mengajar sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia selama beberapa tahun.

Pada tahun 1963, dr. Boen mencoba peruntungan di dalam dunia bisnis dengan mendirikan PT Farmindo bersama rekannya.

Sayangnya, perusahaan yang memproduksi ekstrak plasenta tersebut tidak memiliki umur yang panjang.

Setelah 3 tahun berjuang, PT Farmindo akhirnya harus gulung tikar akibat kekurangan modal dan kesulitan untuk mendistribusikan produk-produknya.

Namun, kegagalan bisnis yang dialaminya itu tidak membuat pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini patah arang.

Belajar dari kegagalan tersebut, ia kembali berusaha untuk berbisnis obat-obatan.

Kali ini ia mengikut sertakan kelima saudaranya: Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Maria Karmila, dan F. Bing Aryanto.

Pabrik Kalbe Farma akhirnya berdiri pada September 1966 silam di garasi mobil yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berawal dari garasi itulah, dr. Boen dan kelima saudaranya mulai memproduksi obat-obatan nasional dengan gigih.

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter yang tentunya sangat berdampak terhadap bisnis Kalbe Farma.

Saat itu Kalbe Farma bahkan sempat bangkrut, tetapi dr. Boen memutuskan untuk menyelamatkan bisnis keduanya itu dengan mengambil utang dari luar negeri.

Produk pertama yang dihasilkan oleh Kalbe Farma adalah bioplacenton.

Bioplacenton sendiri merupakan merupakan obat luka bakar yang mengandung placenta extract dan neomycin sulfate.

Selama hampir tepat 55 tahun Kalbe Farma beroperasi, pengembangan usaha sudah gencar dilakukan lewat akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya.

Beberapa produk yang dihasilkan oleh Kalbe Farma bahkan dikenal sebagai kebutuhan rumah tangga Indonesia, seperti Prenagen dan Entrasol.

Tak heran dr. Boen berhasil meraih beberapa penghargaan, seperti Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 dari Warta Indonesia dan Lifetime Achievement Award 2014 dari Tahir Foundation.

Baca juga artikel Ragam atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Bukannya Malu, 5 Artis Ini Malah Blak-Blakan Ngaku Selingkuh

7 Anak Artis yang Lebih Memilih Jadi Atlet | Prestasinya Bikin Bangga!

Nonton Film Ali dan Ratu Ratu Queens (2021) | Melancong ke AS Demi Mencari Ibu

Download Higgs Domino MOD APK v1.72 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

Melihat Rumah Bekas Orang Terkaya Se-Asia Tenggara | Dihuni Puluhan Warga & Tak Terawat

ARTIKEL TERKAIT
Hui Wing Mau 8c5b3
Kuli Bangunan Miliki Harta Rp175 Triliun | Kuncinya Kejelian dan Usaha Halal
Li Ying 34420
Li Ying, Eks Tangan Kanan Jack Ma | Single, Super Cerdas, dan Tajir Melintir!
Maia Estianty 56d0c
4 Artis Indonesia yang Punya Hunian di Luar Negeri | Tajir Melintir!
Brunei Darussalam D7bc8
9 Potret Negara Islam Tajir Melintir | Bebas Rokok dan Alkohol!
Sukses Jadi Petani Ganja B03ac
Kisah 2 Orang Indonesia yang Sukses Jadi Petani Ganja di Luar Negeri
Reza Abdul Jabbar 02a7b
Kesuksesan Petani Susu Indonesia di Selandia Baru | Sangat Disegani!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal