Cabut Kebijakan Baru, OpenSea Minta Maaf 80 Persen NFT Koleksinya Adalah Penipuan

Default

Tren investasi Non-Fungible Token (NFT) yang kian melonjak dalam beberapa bulan terakhir membuat khalayak tertarik untuk menjajalnya melalui berbagai marketplace NFT, salah satunya adalah OpenSea.

Sejak ramai diperbincangkan, banyak orang yang mencoba mendaftar dan melakukan minting di OpenSea demi mendapatkan cuan lewat cara yang sedang viral ini.

Sebagai pasar NFT terbesar di dunia, OpenSea jelas-jelas mendulang popularitas dan keuntungan yang tak main-main - terutama bagi kedua Co-Founder OpenSea yang sukses jadi miliuner berkat pendanaan yang sempat diperolehnya pada Januari 2022 lalu.

Namun, baru-baru ini OpenSea mengungkap bahwa 80% NFT yang dibuat dengan tool gratisnya adalah penipuan.

Melalui akun Twitter @opensea pada 28 Januari 2022, marketplace yang telah berdiri sejak 20 Desember 2017 tersebut mencuitkan sebuah utas yang berisi penjelasan dan permintaan maaf terkait hal tersebut.

Opensea Batalkan Kebijakan Ff9e9

Mereka mengatakan telah memutuskan untuk membatalkan kebijakan yang baru-baru ini diterapkan yaitu penambahan batas hingga 50 item untuk minting NFT secara gratis. Padahal, sebelumnya platform ini tidak menerapkan batasan untuk mengunggah karya NFT.

Sayangnya, fitur tersebut malah disalahgunakan oleh banyak pihak dan sejumlah komunitas dilaporkan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pembatasan yang diterapkan OpenSea.

"Namun, kami baru-baru ini melihat penyalahgunaan fitur ini meningkat secara eksponensial. Lebih dari 80% item yang dibuat dengan alat ini adalah karya plagiat, koleksi palsu, dan _spam," bunyi salah satu _tweet dalam utas terkait.

Selain karena banyaknya penipuan dan plagiarisme, banyak kreator NFT yang mengeluh bahwa koleksi mereka yang masih digarap tak dapat diselesaikan akibat perubahan peraturan tersebut.

OpenSea lantas mengungkapkan penyesalannya yang tidak melakukan pratinjau kepada pengguna terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

"Kami tidak membuat keputusan ini dengan enteng. Kami membuat perubahan untuk mengatasi umpan balik yang kami terima dari seluruh komunitas kami. Namun, kami seharusnya mempratinjau ini dengan Anda sebelum meluncurkannya," lanjut OpenSea.

Baca juga artikel seputar NFT atau artikel menarik lainnya dari Ayu Dewi.

BACA JUGA

Rilis Baliverse, Bali United Jadi Klub Bola Indonesia Pertama yang Terjun ke NFT

Justin Bieber Beli NFT Gambar Kera Seharga Rp18 Miliar, Gabut atau Kelebihan Duit?

Metaverse Indonesia Bakal Dipamerkan Saat G20 2022, Tonjolkan Kearifan Lokal!

Incar Cuan Besar, Raffi Ahmad Bakal Jual NFT Foto Mantan Pacar Pertamanya!

Pendiri PlayStation Terang-terangan Tolak Metaverse, Disebut Tak Berguna!

Moonton Luncurkan NFT Mobile Legends Pertama, Player Bisa Berburu Konten Eksklusif!

ARTIKEL TERKAIT
Thetan Arena Artwork De303
Saingi Axie Infinity, Thetan Arena Bisa Jadi Game Play-to-Earn Nomor 1: Bisa Cuan Banyak!
Koleksi Nft Seni Digital Paling Laris E358e
5 Koleksi NFT Seni Digital Terlaris dalam Seminggu Terakhir, Terjual Ratusan Miliar!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal