Baterai Listrik Toyota Tengah Dikembangkan, Charging 10 Menit Bisa Tempuh Jakarta-Solo!

Default

Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota, tengah mengembangkan baterai mobil listrik dengan kemampuan mumpuni. Baterai ini disebut dapat terisi penuh dalam waktu 10 menit.

Mengutip laporan Asia Nikkei, baterai listrik Toyota ini diklaim bisa menempuh jarak 500 km. Angka ini setara dengan jarak Jakarta-Solo, yang tepatnya sejauh 538km.

Sebagaimana yang kita ketahui, penerimaan mobil listrik di Indonesia belum semasif mobil berbasis BBM (Bahan Bakar Minyak). Selain harga, durasi charging baterainya cukup lama sehingga dinilai tidak praktis.

Karena itu, baterai ini digadang-gadang menjadi game changer pengembangan kendaraan listrik. Diharapkan, pengguna mobil listrik semakin banyak berkat inovasi ini.

Spesifikasi Baterai Mobil Listrik Toyota

5fb57b71e3665
Sumber foto: Toyota - Spesifikasi Baterai Mobil Listrik Toyota

Toyota memberi nama baterai ini All Solid State Battery Structure. Baterai ini dibuat dengan bahan pada umumnya, seperti karbon, lithium, dan titanium.

Perbedaan baterai ini dengan baterai mobil listrik pada umumnya adalah kandungan elektrolitnya. Baterai konvensional masih mengandung elektrolit berbentuk cairan, sedangkan baterai Toyota menggunakan elektrolit solid (padat).

Karena bentuknya padat, baterai ini lebih tahan guncangan, tahan api, dan bisa mendukung laju mobil di segala kondisi. Ukurannya juga dirancang lebih kecil, namun bertenaga kuda.

Sudah Direncanakan Sejak 2020

Mobil Suv Listrik Terbaru Toyota Untuk Pasar Eropa 1 169
Sumber foto: Toyota - Sudah direncanakan sejak 2020

Sebenarnya, wacana pengembangan baterai ini sudah muncul sejak 2020. Toyota mengatakan akan membeberkan prototipe baterai mobil listrik mereka tahun 2021.

Menurut berbagai sumber, baterai listrik Toyota ini masih dikembangkan dan belum diproduksi secara massal. Saat ini, baterai padat ini tengah diuji coba pada mobil hybrid bernama Toyota LQ di Jepang.

Di sisi lain, Toyota sedang fokus mempromosikan mobil listrik murni mereka, bZX4, yang baru rilis 10 November 2022 lalu.

Mobil ini menggunakan baterai lithium ion berukuran 71,4 kW. Klaimnya, baterai ini bisa diisi hingga 80% dalam waktu 30 menit mode fast charging. Garansinya juga sampai 8 tahun.

Investasi Baterai Mobil Listrik Toyota

1038630 720
Sumber foto: Toyota - Investasi Baterai Mobil Listrik Toyota

Toyota Astra Motor (TAM) telah menggelontorkan investasi Rp28 triliun hingga 2024 untuk operasional perusahaan, termasuk pengembangan baterai listrik. Namun, pabrik perakitan komponen ini masih belum dibangun.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan ILMATE Kementerian Perindustrian, TAM menyebutkan akan segera membangun fasilitas perakitan baterai akhir tahun ini, begitu pula dengan produksi mobil hibrida mereka.

"Kami tahun ini akan memproduksi HEV dan assembling baterainya secara lokal. Sehingga bila bicara kesiapan, kami dari Toyota siap memproduksi kendaraan elektrifikasi," ujar Direktur Production Engineering & Vehicle Manufacturing PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto.

Di sisi lain, Toyota juga mengklaim telah menyiapkan tim khusus untuk menangani limbah baterai listrik mobil Toyota, baik baterai rakitannya maupun baterai impor di mobil mereka sebelumnya.

Ini sudah menjadi pertimbangan dan persiapan dari kami. Jadi TAM dan TMMIN sudah membentuk satu tim khusus yang akan menangani limbah baterai (listrik)," ujar Vice President Director TAM Henry Tanoto.

Baca juga artikel Motor Listrik Electrum, Kendaraan Listrik, atau artikel menarik lainnya dari Athika Rahma

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal