Warga India Pakai Kotoran dan Urine Sapi untuk Tangkal Corona, Dokter: Bahaya!

Default

Setelah pemerintah India melaporkan lebih dari 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian akibat virus corona, para warganya ternyata mempunyai cara tersendiri untuk menangkal corona.

Memang sudah sepantasnya para warga di sana mencari jalan keluar untuk menangkal virus tersebut.

Pasalnya, World Health Organization (WHO) bahkan memasukkan virus tersebut (B1617) ke kategori yang lebih menular daripada pendahulunya.

Namun, ada yang mengherankan dari cara tersebut. Para warga India rupanya menggunakan kotoran sapi untuk menangkal virus itu.

Bagaimana caranya?

Mereka mengoleskan kotoran sapi ke tubuh mereka kemudian kegiatan itu ditutup dengan doa. Ada pula yang berbaring usai mengoleskan kotoran sapi ke tubuhnya.

Pada Minggu (09/05/2021) lalu, ada banyak warga di Gujarat, India barat yang mengunjungi tempat penampungan sapi.

Mereka kemudian melumuri tubuh masing-masing dengan kotoran sapi dan urine sapi untuk memulihkan mereka dari Covid-19.

Hal itu didasari oleh kepercayaan mereka bahwa kotoran sapi akan membuat mereka tidak tertular, bahkan sanggup menyembuhkan mereka dari virus corona.

Akhirnya mereka pun melakukan ritual tersebut satu kali seminggu.

Selama berabad-abad, rupanya terapi kotoran sapi ini telah dipercaya oleh umat Hindu untuk membersihkan rumah dan berbagai ritual doa lainnya, karena diyakini memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

Selain itu, di dalam agama Hindu sendiri, sapi adalah simbol suci dari kehidupan dan bumi.

Apa Tanggapan Dokter?

Menanggapi kejadian tersebut, seorang dokter di India memperingatkan bahaya dari praktik penggunaan kotoran sapi yang dianggap mampu menangkal Covid-19.

Sampai saat ini rupanya belum ada bukti ilmiah yang menjelaskan keefektifan penggunaan kotoran itu.

Maka dari itu, penggunaan tersebut justru meningkatkan risiko terhadap penyebaran penyakit yang lainnya.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urine bekerja untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," ujar Presiden Nasional Indian Medical Association, Dr JA Jayalal, dikutip dari Republika.

Para dokter dan ilmuwan di India dan bahkan seluruh dunia sudah berkali-kali memperingatkan warga India untuk tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19.

Pasalnya, keputusan tersebut bisa mengakibatkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan.

"Ada juga risiko kesehatan yang bisa muncul dari kegiatan mengolesi atau mengkonsumsi produk ini, penyakit lain yang berasal dari hewan dapat menyebar ke manusia," kata Jayalal.

Meski begitu, praktik pengobatan alternatif ini terus dijalankan para warga India, termasuk oleh seorang manajer asosiasi di salah satu perusahaan farmasi.

"Kami melihat... bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka bisa pergi untuk merawat pasien tanpa rasa takut," kata manajer asosiasi sebuah perusahaan farmasi, Gautam Manilal Borisa.

Borisa mengaku bahwa praktik itu membantunya pulih dari Covid-19 pada tahun lalu. Sejak itu, ia pun menjadi anggota tetap dari Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam.

Tempat itu merupakan suatu sekolah yang dikelola oleh biksu Hindu yang berlokasi tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila India, yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Selama para warga menunggu kotoran dan campuran urine di tubuh mengering, mereka memeluk sapi di tempat penampungan sebagai tanda penghormatan.

Selain itu, ada juga yang berlatih yoga untuk meningkatkan energi. Setelah kering, kotoran itu akan dicuci menggunakan susu atau buttermilk.

Tidak hanya belum terbukti secara ilmiah, ada juga yang mengkhawatirkan praktik itu bisa semakin menyebarkan virus secara masif, karena melibatkan banyak orang yang berkumpul di dalam kelompok.

Namun, Madhucharan Das selaku penanggung jawab atas tempat penampungan sapi lain di Ahmedabad, menyatakan bahwa mereka membatasi jumlah peserta.

Baca juga artikel News atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

5 Misteri Samudera Pasifik Paling Seram, Ada Monster di Indonesia?

Nonton Film Mortal Kombat (2021) | Ketika Joe Taslim Jadi Villain Super Kuat

Kosmonot China Ketakutan! Ini 7 Hal Aneh Dialami Astronot di Luar Angkasa

Download Higgs Domino MOD APK v1.69 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

5 Perubahan Wajah Artis Indonesia Paling Drastis, Bikin Pangling!

ARTIKEL TERKAIT
Raditya Oloan Dan Joanna Alexandra 3f874
Kronologi Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan Tutup Usia
Untitled Design 2021 01 21t121944 423 Ba3ef
5 Artis dan Influencer yang Sudah Vaksin COVID-19, Biar Aman dan Sehat!
Cats456 43be6
Cara Daftar Vaksin Covid-19 Online Terbaru 2021 | Mudah dan Cepat!
Untitled Design 2021 04 19t135759 561 373eb
7 Negara Ini Akan Hilang di Masa Depan | Perubahan Iklim dan COVID-19 Jadi Sebab!
Cats2 9c63d
Cara Cek Sertifikat Vaksin COVID-19 Secara Online, Cepat dan Mudah!
Korban Covid 19 Mencapai 137 Juta Jiwa Banner 84821
Korban Positif Covid-19 di Dunia Mencapai 137 Juta, India Tak Tertolong?
Tags Terkait: indiavirus
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal