J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Menteri BUMN Erick Thohir Ganti Direksi Kimia Farma, Terkait Kasus Tes Antigen Bekas?

Sabtu, 1 Mei 2021, 12:35 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengubah susunan direksi dan komisaris di PT Kimia Farma Tbk.

Di tengah terpaan kasus tes antigen COVID-19 bekas, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengubah susunan direksi dan komisaris di PT Kimia Farma Tbk., perusahaan farmasi milik negara.

Hal itu dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kimia Farma yang dilaksanakan pada Rabu (28/4/2021).

Seperti dikutip dari keterangan resmi Kimia Farma, RUPST menghasilkan keputusan untuk memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting dari posisi komisaris utama perusahaan.

Para pemegang saham menunjuk Abdul Kadir untuk mengisi posisi tersebut.

Selain itu, RUPST itu juga memutuskan untuk memberhentikan Nurrachman dari jabatan Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar dari posisi Komisaris dan Pardiman dari jabatan Direktur Keuangan Kimia Farma.

Adapun, Kamelia Faisal diangkat sebagai Komisaris Independen, Dwi Ary Purnomo sebagai Komisaris, dan Lina Sari sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Kimia Farma.

Dengan demikian, susunan dewan komisaris dan direksi Kimia Farma saat ini adalah:

DEWAN KOMISARIS

  • Komisaris Utama: Abdul Kadir
  • Komisaris: Dwi Ary Purnomo
  • Komisaris: Subandi Sardjoko
  • Komisaris Independen: Musthofa Fauzi
  • Komisaris Independen: Kamelia Faisal

DIREKSI

  • Direktur Utama: Verdi Budidarmo
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Lina Sari
  • Direktur Pengembangan Bisnis: Imam Fathorrahman
  • Direktur Produksi & Supply Chain: Andi Prazos
  • Direktur Umum & Human Capital: Dharma Syahputra

ANTIGEN BEKAS

Kimia Farma 4 448ed

Sebagai informasi, Kimia farma tengah diterpa kasus tes antigen COVI-19 bekas di mana ada pegawai dari anak perusahaannya, yakni PT Kimia Farma Diagnostika yang menggunakan alat rapid test Antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Hal ini membuat murka Menteri BUMN Erick Thohir yang menilai kasus ini telah membuat malu BUMN Kimia Farma yang bertugas memberikan pelayanan publik di bidang kesehatan. Dia menuturkan, seperti dikutip dari sejumlah media nasional, petugas Kimia Farma itu harus diberikan sanksi yang tegas, yakni dipecat dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya, tindakan itu tidak etis dan membahayakan kesehatan masyarakat. Saya sendiri yang meminta semua yang terkait, mengetahui dan yang melakukan dipecat dan diproses hukum secara tegas, katanya.

FAKTA BARU

Kimiar Farma 3 F5d7d

Kasus ini pun memasuki babak baru setelah sejumlah fakta baru terungkap. Seperti dilansir Detik, polisi menyebut ada sekitar 9 ribu orang telah menggunakan alat tes antigen bekas itu di salah satu Laboratorium Kimia Farma di Sumatera Utara.

Lima tersangka telah ditetapkan, salah satunya Manager Kimia Farma, PM. Selain PM, tersangka lainnya adalah Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45), mantan kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20), mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan mantan pekerja bagian admin hasil swab, R (21).

Menurut keterangan Polisi, kegiatan penggunaan cotton buds swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan oleh karyawan dari Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini No 1 Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Antigen Bekas 33b75

Adapun, kegiatan ini dilakukan sejak 17 Desember 2020 dan diperuntukkan buat swab di Bandara Kualanamu Internasional Airport," ucap Kapolda Sumut Irjen Panca Putra dalam konferensi pers di Medan, Kamis (29/4/2021).

Dalam sehari, Polisi memperkirakan ada sekitara 250 orang melakukan tes antigen di laboratorium itu. Dari jumlah itu, sekitar 125 orang diduga menjadi korban penggunaan alat tes antigen bekas tersebut.

Polisi memperkirakan, jika dalam 1 hari terdapat 100 orang yang menggunakan alat tes bekas itu, maka dalam 3 bulan ada sekitar 9.000 orang yang menjadi korban kegiatan ilegal tersebut.

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal