Geger, Danau dan Pulau Baru Muncul di NTT Selepas Badai Tropis Seroja

Default

Siklon Tropis Seroja tak cuma memicu 'munculnya' sebuah danau baru yang mencapai luas dua hektar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan sebelum itu, sebuah pulau baru juga muncul dekat NTT tak lama lepas bencana alam lantaran siklon tropis tersebut.

Pulau 'baru' tersebut muncul di dekat wilayah Dusun Sai, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Pulau itu muncul sejak Minggu, 5 April 2021 tepat saat warga tengah merayakan hari Paskah.

Fenomena Alam Aneh NTT 61141

Pulau misterius ini tampak terbentuk dari gundukan pasir juga bebatuan. Pulau baru ini berjarak sekitar 200 meter dari pantai dan mirip pagar batu di laut.

Pulau ini memanjang, berpasir putih, dan memiliki banyak batu karang. "Pulau itu muncul, sebagai dampak dari Badai Seroja yang melanda Kabupaten Rote Ndao sejak 4 sampai 6 April 2021 lalu," tutur Camat Loaholu, Jemi Oktovianus Adu, dikutip dari National Geographic.

Jemi menyebut beberapa aparat desa dan warga setempat telah mengukur panjang pulau tersebut. Ketika diukur, diketahui pulau ini memiliki panjang 152 langkah kaki.

Usulan dan Ide Nama Pulau

Fenomena Alam Unik Ntt 34f99

Lantaran muncul ketika Hari Paskah, pulau ini rencananya akan dinamakan sebagai Pulau Paskah. Mirip seperti dengan yang berada di selatan Indonesia.

"Nanti kami bersama tokoh adat dan masyarakat akan bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk melaporkan sekaligus menamakan pulau itu," papar Jemi.

Selain nama Paskah, nama Seroja juga ikut jadi usulan untuk nama pulau baru tersebut. Juru bicara pemerintah Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, menyebut kalau sebagian warga memberi usulan nama Pulau Seroja.

Sayangnya, Marius mengatakan kalau nama tersebut justru ditolak banyak orang, "Karena mereka mengenal seroja sebagai serangan roh jahat."

Marius menjelaskan kalau lokasi tersebut awalnya cuma lautan seperti biasanya. Namun, tiba-tiba muncul pulau ini yang bentuknya memanjang.

"Sebelumnya tidak ada pulau hanya laut. Tetapi pasca bencana tiba-tiba muncul sebuah pulau kecil yang panjangnya 50 meter," terangnya.

"Di atasnya pulau itu terbentuk dari batu-batu yang tersusun, serta di atasnya pasir. Tentu ini sangat menarik dan nanti suatu waktu bisa dijadikan lokasi wisata baru. Orang bisa menikmati laut dari pulau itu," tambahnya.

Marius berharap akan ada tim peneliti yang dapat segera datang ke pulau baru ini. "Kami harapkan tim lembaga penelitian bisa datang untuk meneliti bagaimana proses terjadinya."

Mengutip KompasTV, daratan tersebut berada pada koordinat 10 46' 1.07" Lintang Selatan dan 122 51' 1.91" Bujur Timur.

Pemeriksaan Lapangan dan Penentuan Status Pulau

Pulau Baru Di Ntt 12a30

Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil melalui Kelompok Kerja Pulau-pulau Kecil dan Terluar, dari hasil pemeriksaan di lapangan oleh petugas Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Rote Ndao, Barnabas Y. Jony Wae telah memastikan keberadaan ini.

"Setelah dicocokan dengan data gasetir maka benar adanya, belum terdapat nama pulau pada koordinat tersebut," terang Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil melalui pengumuman di laman Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Terkait dengan nama pulau atau pembakuan nama rupabumi unsur pulau terhadap daratan yang baru itu, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil masih belum bisa memastikan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu terlebih dulu memvalidasi dan memverifikasi nama pulau dengan pemerintah daerah setempat.

Sebelum menentukan nama, Kementerian juga perlu memastikan daratan yang muncul ini masuk ke kategori pulau berdasarkan definisi konvensi hukum laut internasional (UNCLOS) atau tidak.

Dalam definisi konvensi itu, daratan bisa masuk kategori pulau jika terbentuk secara alami dan tak tenggelam saat air pasang.

Pembakuan nama tersebut turut tercantum pada Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.

Daratan yang sudah terverifikasi sebagai pulau, selanjutnya dimasukkan dalam gasetir pulau indonesia dan dilaporkan ke sidang kelompok pakar untuk nama geografis Perserikatan Bangsa-bangsa (UNGEGN) yang diadakan dua tahun sekali.

Baca juga artikel seputar Berita atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

7 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Diklaim Barat | Fakta Sejarah Membuktikan!

Download WhatsApp GB (GB WA) v15.1.3 Anti Banned | Banyak Fitur Rahasia!

5 Artis Indonesia yang Pernah Jadi Kru TV | Memang Bakat Terkenal!

13 Game Penghasil Uang Tercepat Tanpa Modal di 2021, Cuan Ngalir!

10 Fakta Unik Antarktika | Jangan Sampai Typo!

ARTIKEL TERKAIT
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Pandemi Covid19 2021 Bisa Lebih Buruk Dari 2020 41167
WHO: Pandemi COVID-19 di 2021 Bisa Lebih Buruk dari 2020
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Lukisan345 3850a
Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal