Kabel Internet Bawah Laut Putus Jadi Penyebab First Media Lemot

Default

Nama provider layanan internet First Media kemarin sempat jadi bahan pembicaraan hingga jadi trending topic di Twitter. Alasannya karena para pelanggan mengeluhkan koneksi internet yang super lemot.

Lemotnya koneksi internet First Media ini ternyata disebabkan oleh sistem komunikasi kabel internet bawah laut atau SKKL yang terputus.

First Media mengonfirmasi hal tersebut lewat akun Twitter-nya, "Hi First People. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya. Kami informasikan bahwa saat ini sedang terjadi gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut (kabel B2JS dan kabel Jakabare) yang digunakan oleh LinkNet dan juga oleh beberapa provider internet lainnya,".

Kabel yang dimaksud tersebut adalah kabel Jakarta, Bangka, Batam, dan Singapura (B2JS) dan kabel Jakarta, Kalimantan, Batam, dan Singapura (Jakabare).

Firstmedia 1 Aafc9

Dilansir dari Submarinecablemap.com, kabel B2JS dioperasikan sejak kuartal kedua 2013 dan dimiliki oleh Triasmitra.

Triasmitra merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan, penjualan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel fiber optik.

Panjang kabel bawah laut B2JS mencapai 759 kilometer dan memiliki landing points di Batam, Batu Prahu, Jakarta, Pesaren, dan Tanah Merah, Singapura.

Sementara, kabel Jakabare adalah kabel bawah laut yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo dan dioperasikan sejak November 2009.

Kabel ini memiliki panjang 1.330 kilometer dan memiliki landing point di Changi Utara Singapura, Sungai Kakap, Tanjung Bemban, dan Tanjung Pakis Indonesia.

Firstmedia 2 8ece1

Pihak First Media menambahkan, "Gangguan yang dirasakan berupa menurunnya kecepatan internet, khususnya saat akses ke situs luar negeri."

Dua kabel bawah laut yang mengalami gangguan tersebut berfungsi untuk menghubungkan Indonesia dengan jaringan internet internasional. Gak hanya First Media saja, ada juga beberapa ISP lokal yang terdampak.

Meskipun sama-sama menggunakan sistem komunikasi kabel bawah laut Jakabare, namun dampak ini tidak terlalu dirasakan oleh pelanggan Indosat Ooredoo.

Dilansir dari CNBC, Steve Saerang selaku SVP Corporate Communication Indosat Ooredo mengatakan, "Secara umum tidak ada dampak dari putusnya SKKL Jakabare tersebut karena Indosat menerapkan sistem redudancy untuk semua traffic backbone internasional sehingga tidak ada dampak langsung terhadap pelanggan selular".

Upaya pemulihan terus dilakukan oleh pihak First Media. Berdasarkan tweet yang diunggah First Media pagi ini (06/04/2021), layanan internetnya, khususnya akses ke situs luar negeri telah kembali normal.

Namun, jika dilihat kolom reply-nya, masih banyak saja pelanggan First Media yang mengeluhkan koneksi internet lemot. Bahkan untuk streaming YouTube pun gak bisa.

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba

BACA JUGA

6 Aktris Indonesia yang Punya Perut Six Packs | Bikin Para Cowok Iri!

4 Cara Melihat Kata Sandi FB Sendiri & Orang Lain Terbaru 2021, 100% Works!

300+ Caption Instagram Keren & Kekinian 2021 | Auto Banyak Likes!

Download Capcut Pro MOD APK v3.1.0 Terbaru 2021 | No Watermark & Premium Unlocked!

Kumpulan Foto Desain Kompleks Perumahan di Mars | Futuristik Banget?

ARTIKEL TERKAIT
Action Figure Termahal Banner 83acb
10 Action Figure dan Boneka Termahal Sepanjang Masa, No. 2 Mewah Banget!
Hp Termahal Dan Tercanggih Di Dunia 2020 Banner Eb6a4
12 HP Termahal di Dunia Terupdate 2020, Sobat Misqueen Minggir!
Item Game Termahal Banner Beecc
10 Item Termahal yang Pernah Dibeli di Game, Bisa Buat Beli Rumah!
Domain Mahal
10 Nama Domain Termahal Sepanjang Masa
636518958643769410 Epa File Usa Economy Ebay 81477693 4241d
7 Benda Absurd yang Terjual dengan Harga Fantastis di Ebay | Nomor 3 Bikin Geleng-Geleng Kepala!
Produk Apple Termahal Di Dunia Banner
10 Produk Apple Termahal yang Pernah Dijual (Hingga Rp20 Miliar)
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal