Jepang Tunjuk Menteri Kesepian untuk Perangi Dampak COVID-19, Apa Fungsinya?

Default

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menunjuk Menteri Revitalisasi Regional Tetsushi Sakamoto untuk menjadi Menteri Kesepian paruh waktu pada 12 Februari 2021 lalu.

Walau terdengar aneh, jabatan ini dirancang dengan tujuan krusial, yaitu demi mengatasi masalah kesepian dan isolasi selama pandemi yang seringkali berujung bunuh diri.

Langkah strategis tersebut diambil oleh Suga setelah sebuah laporan menunjukkan adanya peningkatan kasus bunuh diri selama tahun 2020 yang didominasi oleh wanita dan remaja.

Menteri Kesepian Jepang Tetsushi Sakamoto 1db63

Menurut laporan tersebut, angka bunuh diri wanita meningkat hingga 14,5% dengan jumlah total 6.976 kasus dan merupakan yang tertinggi dalam lima tahun belakangan.

Meski tingkat bunuh diri pada pria terhitung menurun 1% selama 11 tahun berturut-turut, Jepang masih memiliki kasus bunuh diri tertinggi di antara negara G7 lainnya.

Dilaporkan oleh CGTN, Suga mengungkapkan wanita lebih menderita karena isolasi dan ia berharap Sakamoto segera mengidentifikasi serta mempromosikan langkah-langkah kebijakan secara komprehensif.

Tingkat bunuh diri di Jepang sempat lebih rendah di paruh pertama tahun 2020, tap kembali melonjak pada bulan Juli dan seterusnya sebagai dampak dari virus Corona yang melanda rumah-rumah.

Angka Bunuh Diri Jepang Naik Saat Pandemi 8d285

Hal ini juga terjadi akibat diberlakukannya prosedur menjaga jarak, karantina, dan isolasi sepanjang tahun 2020 yang masih berlanjut hingga saat ini.

Di sisi lain, Jepang terbukti mampu menekan angka kematian akibat COVID-19 hingga 1,82%.

Per 1 Maret 2021, diketahui 7.859 penduduk meninggal dari total 431.000 kasus Corona yang terjadi di Jepang.

Sebagai tindakan awalnya selaku Menteri Kesepian, Sakamoto telah mengumumkan adanya rencana menggelar forum nasional darurat untuk membahas masalah terkait.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Sakamoto juga akan memantau orang tua yang hidup sendiri, mendengarkan organisasi nirlaba yang membantu orang-orang kesepian dan terisolir, serta membahas dukungan bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Lebih lanjut, Sakamoto akan mengawasi upaya koordinasi antara berbagai kementerian di Jepang yang memiliki keterkaitan dengan masalah kesepian.

Menteri Kesepian sendiri bukan baru pertama kali ada di dunia, karena negara Inggris adalah negara pertama yang menunjuk seorang anggota kabinet untuk menjalankan tugas tersebut sejak tahun 2018.

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal