J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              5 Ilmuwan Jenius yang Mengaku Atheis, Stephen Hawking Termasuk!

              5 Ilmuwan Jenius yang Mengaku Atheis, Stephen Hawking Termasuk!

              00
              Sabtu, 25 Mei 2019, 21:00 WIB
              Banyak ilmuwan-ilmuwan yang memberikan kontribusi besar di bidang ilmu pengetahuan modern. Tapi ada beberapa ilmuwan jenius yang mengaku atheis. Siapa aja, ya?

              Menjadi orang yang jenius tentunya menjadi impian banyak orang. Mungkin kamu pernah membayangkan, gimana ya, rasanya jadi sepintar Albert Einstein?

              Beberapa ilmuwan ternama seperti Stephen Hawking dan Niels Bohr mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian.

              Mereka memiliki keterampilan yang beragam di bidang studi mereka masing-masing. Kontribusi mereka di bidang keilmuan tersebut juga sangat besar bagi ilmu pengetahuan modern.

              Tapi tahukah kalian, ada satu lagi kesamaan diantara mereka, selain kalau mereka itu jenius? Kalo kamu menjawab mereka atheis, ya, kamu betul!

              Kalo kalian penasaran dengan ilmuwan-ilmuwan terkenal yang mengaku atheis lainnya, simak artikel ini ya, geng!

              Ilmuwan Jenius yang Mengaku Atheis

              1. Niels Bohr

              bohr

              Niels Henrik David Bohr adalah seorang Fisikawan penerima Hadiah Nobel yang berasal dari Kopenhagen, Denmark.

              Kalau kamu ingat pelajaran Fisika jaman SMP atau SMA, pasti kamu sudah tidak asing dengan nama ini.

              Sebagai salah satu pencetus Teori Kuantum dan struktur atom, Niels Bohr merupakan ilmuwan yang mengaku atheis. Dia pernah menulis bahwa pemikiran mengenai Tuhan merupakan hal yang asing bagi-nya.

              Meskipun Niels Bohr seorang atheis, beliau memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat. Bohr pernah membantu menyembunyikan ilmuwan-ilmuwan Yahudi ketika Denmark di-invasi oleh Nazi Jerman.

              Uang yang Bohr terima dari Hadiah Nobel yang ia menangkan, disumbangkan kepada negara Finlandia untuk membantu perjuangan kemerdekaan negara tersebut.

              Selain itu, Bohr pernah meyakinkan Raja Swedia saat itu untuk menampung pengungsi-pengungsi Yahudi di sana.

              2. Stephen Hawking

              stephen-hawking

              Stephen William Hawking adalah seorang Fisikawan Inggris yang mendalami bidang Fisika Teoretis dan Kosmologi. Ia juga adalah seorang penulis Buku dan Direktur Penelitian di Centre for Theoretical Cosmology, Universitas Cambridge.

              Kontribusinya yang besar di bidang Fisika melahirkan Teorema Singularitas Gravitasi. Bahkan, Hawking adalah orang yang memprediksi kalau lubang hitam dapat mengeluarkan radiasi. Mantap jiwa!

              Hawking secara eksplisit mengakui bahwa dirinya adalah seorang atheis. Hawking banyak melontarkan pendapat tentang betapa sains dan agama bukanlah dua bidang yang bisa disatukan.

              Ada perbedaan mendasar antara agama, yang berlandaskan otoritas, dan sains, yang berdasarkan observasi dan nalar. Sains akan menang karena ia terbukti bekerja - Hawking

              Hawking menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit langka yang menyerang saraf motoriknya. Penyakit tersebut membuatnya seluruh tubuhnya lumpuh.

              Saking langkanya, banyak netizen yang membuat Ice Bucket Challenge untuk mengumpulkan dana pengobatan dan meningkatkan kesadaran orang-orang akan penyakit ini.

              Meskipun demikian, penyakit yang ia derita tidak melunturkan semangatnya untuk terus belajar dan berkontribusi dalam ilmu pengetahuan. Sikap kaya gini yang harus kita tiru, geng!

              3. Richard Dawkins

              maxresdefault

              Clinton Richard Dawkins merupakan seorang penulis, ahli etologi, biologi evolusioner dan pengetahuan umum asal Inggris.

              Selain sebagai seorang akademisi, Dawkins juga adalah seorang atheis yang vokal dalam menyuarakan pendapatnya mengenai agama.

              Saking seringnya Dawkins membuat komentar pedas yang mengkritik agama Islam, ia disebut sebagai seorang tokoh anti-Islam alias Islamofobia. Waduh!

              Buku Dawkins yang berjudul The God's Delusion merupakan makanan wajib bagi orang-orang yang tertarik dengan topik ketuhanan.

              Konsep atheisme yang dijelaskan Dawkins dalam buku tersebut sangat relevan dengan pandangan atheisme modern.

              Ahteisme pada jaman dahulu muncul dari pengetahuan yang mendalam mengenai filsafat. Namun atheisme baru yang dipopulerkan Dawkins muncul dari pengetahuan mendalam mengenai sains.

              Meskipun begitu, buku Dawkins lainnya yang berjudul "The Selfish Gene", disebut sebagai buku sains paling berpengaruh sepanjang masa oleh The Royal Society, perkumpulan sains paling tua dan bergengsi di dunia.

              4. Sam Harris

              imrs

              Samuel Benjamin Harris merupakan seorang ilmuwan neurosains, pengkritik agama, dan penulis non-fiksi berkebangsaan Amerika Serikat.

              Buku pertama Harris yang berjudul The End of Faith (2004) yang memenangkan Penghargaan PEN/Martha Albrand bertahan di The New York Times Best Seller List selama 33 minggu berturut-turut. Gokil!

              Dalam bukunya yang berjudul The Moral Landscape, Harris menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dapat membantu seluruh umat manusia dan menjawab segala masalah mengenai moralitas.

              Sama seperti Dawkins, Harris juga dicap sebagai seorang Islamofobia karena komentar-komentar pedasnya yang menyinggung umat Muslim.

              Harris mengkritik negara-negara di Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam dan menuduh segala kekacauan yang terjadi di sana adalah akibat ajaran agama Islam.

              Aneh ya. Padahal tidak ada, loh, agama yang mengajarkan kebencian dan kejahatan. Semuanya kembali lagi ke diri kita masing-masing.

              5. Francis Crick

              crick-and-watson---discovery-of-dna

              Francis Harry Compton Crick adalah seorang ahli biologi molekuler, biofisika dan neurosains berkebangsaan Inggris.

              Crick juga merupakan salah satu peraih Hadiah Nobel, loh. Crick mendapat Nobel dalam bidang kedokteran karena meneliti bahwa ternyata DNA memiliki struktur Unting Ganda atau Double Helix.

              Crick pernah berbicara kepada seorang reporter The Telegraph bahwa hipotesis tentang Tuhan kurang ia percayai. Dari pernyataan itu, kita bisa menilai bahwa Crick merupakan seorang atheis.

              Dia juga pernah menyatakan bahwa ketidaksukaannya pada agama merupakan sebuah faktor pendorong utama dalam penelitiannya, yang dia rasa mampu menghilangkan kepercayaan orang kepada Tuhan.

              Sebagai seorang ilmuwan neurosains, Crick berpendapat bahwa jiwa bukanlah bagian yang terpisah dari tubuh kita. Menurutnya, jiwa adalah suatu ciptaan pikiran di dalam otak manusia

              Crick mengkritik sekolah-sekolah Katolik di Inggris yang lebih menekankan pendidikan agama kepada muridnya dibanding ilmu pengetahuan yang menurutnya lebih penting.

              Akhir Kata

              Demikianlah artikel yang membahas mengenai ilmuwan-ilmuwan jenius yang mengaku atheis. Jaka jadi mikir, kok bisa ya orang lupa sama Tuhan yang menciptakan mereka?

              Setelah membaca artikel di atas, gimana perasaan kamu sama mereka? Kagum, sedih atau kesal?

              Share pemikiran kalian di kolom komentar ya, geng!

              Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal