J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              5 Negara Dengan Sistem Pemilu Paling Canggih | Gak Usah Hitung Manual!

              5 Negara Dengan Sistem Pemilu Paling Canggih | Gak Usah Hitung Manual!

              00
              Kamis, 9 Mei 2019, 11:00 WIB
              Jika kemarin situs KPU Indonesia dikabarkan diretas oleh hacker, negara-negara ini justru sudah menggunakan sistem pemilu yang canggih. Mau tahu negara apa saja? Berikut artikel selengkapnya!

              Pemilu menjadi momen langka yang menarik untuk diikuti. Di Indonesia sendiri momen ini sangat mengundang antusiasme masyarakat.

              Jika di Indonesia pemilu masih dilakukan secara manual, di sejumlah negara lain sudah mengadopsi teknologi canggih untuk melancarkan jalannya pemilu.

              Bantuan teknologi tersebut dipilih agar hasil pemungutan suara bisa diperoleh dengan cepat dan akurat.

              Saat ini setidaknya ada dua tipe voting yang dilakukan dengan bantuan teknologi yaitu elektronik voting (e-voting) dan internet voting (i-voting).

              Elektronik voting sendiri banyak dipilih oleh beberapa negara karena dianggap lebih aman karena hanya menggunakan medium komputer tanpa koneksi internet. Sementara, i-voting diklaim rawan terkena serangan hacker.

              Daftar Negara dengan Sistem Pemilu yang Canggih

              Jika belum lama ini situs KPU di Indonesia dikabarkan diretas oleh hacker, beberapa negara di luar sana sudah memiliki sistem KPU yang canggih lho, geng.

              Negara-negara ini menggunakan bantuan teknologi canggih untuk melakukan proses pemungutan hingga penghitungan hasil suara.

              Mau tahu apa saja negara-negaranya? Yuk, disimak artikel mengenai negara yang menggunakan sistem pemilu paling canggih berikut ini.

              1. Amerika Serikat

              Ds200 Bc522

              Amerika Serikat menjadi salah satu negara maju yang menggunakan sistem pemilihan umum yang canggih.

              Amerika mengandalkan bantuan sebuah mesin canggih untuk memindai surat suara dengan proses tabulasi yang diklaim sangat akurat dan tidak mudah dicurangi.

              Mesin canggih ini bernama DS-200 buatan perusahaan elektronik ES&S.

              Mesin ini nantinya akan menerima surat suara yang sudah ditandai oleh pemilih, kemudian setelah pemilu selesai mesin akan mengeluarkan tabulasi jumlah pemilih dalam bentuk selembar kertas.

              Dengan begitu, kecurangan akan sangat sulit untuk dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

              Tidak hanya itu, Amerika Serikat juga sangat memperhatikan para pemilih berkebutuhan khusus dengan menghadirkan teknologi lain yang disebut dengan mesin penanda.

              Mesin ini dirancang untuk digunakan oleh para pemilih difabel dengan segala macam cara.

              Maksudnya adalah bagi mereka yang tuna netra, mesin ini memiliki huruf braile. Sementara untuk pemilih yang mengalami kelumpuhan tangan, mesin ini bisa dioperasikan menggunakan kaki.

              Tidak hanya itu saja, untuk pemilih yang tidak memiliki tangan atau kaki, tetap bisa memilih menggunakan alat semacam sedotan yang bisa ditiup atau dihisap.

              2. Estonia

              Estonia Eea5a

              Negara yang menggunakan sistem pemilu canggih berikutnya adalah Estonia. Estonia menjadi salah satu negara yang juga ikut dalam menggunakan bantuan teknologi dalam proses pemilunya.

              Negara yang berdaulat di kawasan Eropa utara ini menjadi negara pertama yang mengimplementasikan i-voting di tingkat lokal pada tahun 2005.

              Kemudian pada tahun 2007, pemilu menggunakan bantuan i-voting diperluas hingga ke tingkat internasional.

              Internet voting memungkinkan para pemilihnya untuk memberikan suara mereka melaui komputer manapun yang terkoneksi dengan internet.

              Untuk masuk ke dalam sistem pemilu, para pemilih harus log in menggunakan nomor KTP. Dengan begitu semua warga Estonia yang tinggal di luar negeri tetap dapat melaksanakan pemilu.

              3. India

              Evm 0c3e6

              Meskipun India masih menjadi salah satu negara berkembang, tapi bukan berarti sistem pemilu yang digunakan oleh negara satu ini ketinggalan zaman, geng.

              Nyatanya, India sudah menggunakan sistem canggih untuk memperlancar kegiatan pemilu di negaranya.

              India menggunakan sebuah teknologi cangging yang disebut dengan Electronic Voting Machine (EVM) untuk menerapkan pemungutan suara elektronik dalam momen pemilunya.

              EVM pertama kali digunakan di India pada tahun 1982. Mesin ini terdiri atas dua unit yaitu unit kontrol dan unit pemungutan suara.

              Unit kontrol berfungsi untuk mengontrol unit pemungutan suara, sementara pada unit pemungutan suara terdapat beberapa tombol yang digunakan pemilih saat pencoblosan. Alat ini ditenagai oleh baterai standar dengan tegangan 6 volt.

              Cara penggunaan alat ini pun caranya sangat mudah. Pertama-tama pemilih memilih kandidat dengan cara menekan tombol berwarna biru yang terletak persis disebelah nama kandidat.

              Setelah itu, jika kamu berhasil melakukan proses pemilihan kandidat maka lampu indikator berwarna merah yang terletak disebelah nama kandidat akan menyala.

              4. Brazil

              Brazil F8875

              Brazil menjadi negara yang juga menggunakan sistem canggih dalam proses pemilunya. Mesin voting elektronik pertama kali diperkenalkan di negara Brazil pada tahun 1996.

              Mesin canggih tersebut bernama Direct-recording electronic (DRE) Voting Machine.

              Mesin ini dikembangkan oleh Brazil atas kerjasamanya dengan tiga perusahaan yaitu Omnitech, Microbase, dan Unisys.

              Mesin DRE ini sudah digunakan sebanyak 400 ribu unit dalam proses pemilu di Brazil.

              Pada tahun 2000 penggunaan mesin DRE akhirnya merata di seluruh wilayah negara Brazil. Sistem pemilu ini diterima oleh khalayak umum dan bahkan dilirik oleh negara lain yang juga tertarik untuk menerapkannya.

              5. Venezuela

              Venezuela 507bb

              Venezuela menjadi negara selanjutnya yang menggunakan sistem pemilu canggih. Negara ini mulai menggunakan e-voting pada tahun 1998.

              Mesin ini hampir sama dengan yang digunakan oleh negara Brazil yaitu DRE Voting Machine. Hanya saja, di Venezuela mesin ini sudah mendukung fitur touch screen.

              Hasil pemungutan suara kemudian di transfer ke dalam bentuk elektronik.

              Ada beberapa langkah yang harus dilalui untuk melakukan pemilihan menggunakan mesin ini. Pertama, pemilih harus menyerahkan dokumen identitas diri kepada petugas.

              Setelah itu, pemilih disuruh untuk memindai ibu jari atau jari telunjuk mereka ke alat pemindai. Jika identitas sudah diverifikasi maka mesin pemungut suara akan membuka kunci sistemnya dan pemilih bisa langsung memilih.

              Selanjutnya, jika sudah memilih kandidat lalu tekan tombol vote. Maka, mesin akan mencetak bukti bahwa kamu sudah memilih.

              Lalu, kamu masukkan kertas bukti memilih ke dalam box pemungut suara yang sudah disediakan.

              Akhir Kata

              Nah, itulah beberapa negara dengan sistem pemilu canggih yang mereka adopsi, geng.

              Kapan, ya, teknologi canggih seperti ini dihadirkan juga di pemilu Indonesia?

              Baca juga artikel seputar Out of Tech menarik lainnya dari Shelda Audita.

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal