J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

HEBOH! 4 Perusahaan Digugat Karena Dianggap Bantu Sebarkan Virus Penyakit (Facebook Salah Satunya)

HEBOH! 4 Perusahaan Digugat Karena Dianggap Bantu Sebarkan Virus Penyakit (Facebook Salah Satunya)

Jumat, 8 Mar 2019, 19:00 WIB
4 perusahaan teknologi digugat oleh salah satu anggota DPD di Amerika Serikat karena dituduh menyebarkan berita hoax antivaksin.

Kamu sudah dengar berita bahwa ada perusahaan teknologi raksasa yang sedang digugat oleh salah satu anggota perwakilan Rakyat (DPD) Amerika Serikat (AS)? Atau kamu sudah mengetahui bahwa ada sebuah kampanye menyesatkan di beberapa platform media sosial yang bisa membahayakan kesehatan?

Nah, baru-baru ini Adam Schiff, seorang anggota DPD dari negara bagian Washington, AS 'menggugat' 4 perusahaan teknologi yang diduga ikut menyebarkan kampanye hoax mengenai gerakan anti vaksin.

Vaksin menjadi penting bagi kehidupan manusia di negara manapun karena memang terbukti ampuh untuk mencegah berbagai penyakit mematikan tertentu.

Lantas, bagaimana bisa perusahaan teknologi yang seharusnya menyebarkan informasi kesehatan yang baik dan benar malah menyebarkan berita hoax? Berikut penjelasannya.

4 Perusahaan Raksasa Teknologi yang Digugat Karena Dituduh Menyebarkan Penyakit Campak

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Washington, Amerika Serikat?

Baru-baru ini secara mendadak sebanyak 37 orang di negara bagian Washington terkena penyakit campak. Diantaranya adalah 25 anak di bawah umur 10 tahun di wilayah Clark, Washington.

8% dari anak-anak tersebut sengaja melewatkan vaksin MMR (Campak, Gondok dan Rubella), yang sebenarnya wajib dilakukan sebelum masuk taman kanak-kanak.

Sebenarnya pemerintah AS sudah mewajibkan untuk semua anak-anak telah divaksin MMR sebelum memasuki jenjang TK. Penyakit Campak sendiri sangat mematikan untuk anak-anak karena bisa menyebabkan penyakit lainnya seperti pneumonia, kerusakan otak, hingga kematian.

Lantas, apa hubungannya antara penyakit campak yang sedang merebak di AS dengan perusahaan teknologi yang sedang digugat? Hal ini sebenarnya cukup mengenaskan.

Pasalnya, dari 37 orang di Washington yang terjangkit penyakit campak ini, menolak vaksin campak atau lebih tepatnya termasuk kelompok yang anti campak. Nah, 4 perusahaan ini diduga mendukung gerakan kampanye anti campak di AS.

Perusahaan teknologi mana saja yang diduga ikut mengampanyekan gerakan anti vaksin dan apa peran perusahaan tersebut dalam menyebarkan berita hoax mengenai bahaya vaksin?

1. Facebook

Anggota DPD Washington, Adam Schiff mengirimkan surat terbuka kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg karena missinformation yang turut disebarkan oleh Facebook terkait isu vaksin yang menyebarluas di platform Facebook.

Ethan Lindenberger, salah satu remaja asal Ohio, AS, mengatakan bahwa kedua orang tuanya mendapatkan informasi yang salah mengenai vaksin, karena menganggap bisa merusak otak dan menyebabkan autisme.

Orang tua Ethan lantas bergabung dengan berbagai grup anti-vaksin di media sosial, terutama Facebok. Orangtua Ethan lebih percaya terhadap postingan-postingan tidak jelas di berbagai sosial media dibanding mencari tahu kebenaran mengenai vaksin dari rumah sakit atau pusat informasi kesehatan di AS.

Facebook Anti Vaksin 1 B1668

Tidak berhenti di situ saja, Adam Schiff juga memberikan pertanyaan apakah Facebook mendapat bayaran dari iklan-iklan mengenai anti vaksin. Pasalnya setelah diselidiki, iklan-iklan tentang anti vaksin ini menyasar ke kelompok ibu-ibu.

Pihak Facebook sampai saat ini sudah merespon tuduhan Adam Schiff mengenai konten-konten anti vaksin baik di Facebook maupun Instagram.

Mereka sudah berupaya untuk menghapus dan mengurangi berbagai grup dan iklan yang mengandung unsur hoax atau misinformasi dan tidak akan merekomendasikan grup-grup anti vaksin lagi. Tetapi mereka menolak menjawab apakah mendapat uang dari kampanye dan iklan anti vaksin yang sempat tayang di Facebook.

2. Instagram

Facebook Anti Vaksin 3 79e34

Masih satu perusahaan dengan Facebook, Instagram dianggap tidak melakukan filter yang baik dan benar terhadap informasi mengenai kelompok anti vaksin ini.

Baik Facebook dan Instagram tidak menghentikan upaya penyebaran berita hoax mengenai vaksin karena melabeli konten-kontennya sebagai konten yang aman, efektif, dan penting bagi kesehatan masyarakat.

Padahal, konten anti vaksin yang tersebar di Instagram dan juga Facebook isinya hanya hoax belaka dan cenderung menakut-nakuti orang mengenai dampak negatif yang ditimbulkan apabila kita melakukan vaksin.

3. YouTube

Facebook Anti Vaksin 2 Ff1c7

Adam Schiff juga kurang lebih mengirimkan gugatannya kepada pihak Google, selaku perusahaan yang membawahi YouTube, untuk menghapus konten-konten yang berbau kampanye anti vaksin.

YouTube sebenarnya selangkah lebih maju dibandingkan Facebook karena langsung merespon surat yang dilayangkan oleh Adam Schiff mengenai video-video anti vaksin.

YouTube melakukan upaya untuk menghapus konten-konten anti vaksin dengan memberikan link ke Wikipedia apabila ada orang yang mencari informasi mengenai vaksin MMR di YouTube.

Ketika Jaka coba search keyword Vaccine di YouTube, sudah tidak ada video di YouTube yang menjerumus kepada kampanye anti vaksin. Good job untuk YouTube yang cepat tanggap dalam mengatasi isu hoax ini.

4. Amazon

Amazon adalah salah satu perusahaan jual-beli online terbesar di dunia asal Amerika Serikat yang dituduh oleh Adam Schiff ikut andil dalam penyebarluasan misinformasi mengenai gerakan anti vaksin.

Tuduhan pertama yang dilayangkan kepada Amazon adalah iklan mengenai kampanye anti vaksin yang terpampang nyata di situs Amazon.

Menurut Adam Schiff, Amazon secara terang-terangan menerima uang dari iklan gerakan anti vaksin dan hal ini dianggap berbahaya karena ikut andil dalam menyebarluaskan Hoax.

Amazon juga digugat karena dianggap tidak benar memfilter kolom pencarian mereka ketika seseorang mengetikkan kata "vaccine" di kolompencarian Amazon.

Facebook Anti Vaksin 1 0b3eb

Amazon akan merekomendasikan dan memunculkan buku seperti Vaccines on Trial atau film Vaxxed ketika seseorang mencari kata "vaccine".

Padahal, isi buku Vaccines on Trial isinya hanya hoax belaka dan menakut-nakuti orang yang ingin melakukan vaksin. Serta film Vaxxed sudah dilarang pemutarannya di salah satu festival film internasional karena dianggap bukan film yang diangkat dari fakta.

Kini, Amazon sudah secara resmi menghapus berbagai item yang berhubungan dengan gerakan anti vaksin di situs mereka setalah mendapat surat keberatan dari Adam Schiff.

Akhir Kata

Demikian informasi dari Jaka mengenai 4 perusahaan teknologi yang sedang digugat oleh salah satu anggota DPD AS karena diduga ikut mengampanyekan gerakan anti vaksin di Amerika Serikat.

Semoga gerakan hoax seperti ini juga berhenti di Indonesia ya, guys! Jangan sampai ada penyakit berbahaya dan mematikan karena berita hoax yang merugikan kita.

Silakan share dan komen artikel ini untuk terus mendapatkan informasi, tips & trik dan berita seputar teknologi dari Jalantikus.com

Baca juga artikel seputar Internet atau artikel menarik lainnya dari Naufal.

ARTIKEL TERKAIT
Keliling Dunia

13 Fakta Google Street View yang Pasti Belum Kamu Ketahui Hingga Saat Ini!

Aplikasi Lokal Populer E4e26

10 Aplikasi Android Lokal Karya Anak Bangsa Paling Populer di Google Play Store

20130319110726_799

10 Channel Animasi Original YouTube

Caption Ig 23e88

300+ Caption Instagram Keren & Kekinian 2020, Auto Banyak Likes!

Upload Foto Instagram Dari Pc Banner

2 Cara Mudah Upload Foto Video Instagram dari Komputer

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
Ini Dia Cara Jitu Facebook & WhatsApp Menangkal Hoax Jelang Pemilu

Ini Dia Cara Jitu Facebook & WhatsApp Menangkal Hoax Jelang Pemilu

7 Mantan Petinggi Facebook yang Memberikan Kritik Pedas Kepada Mark Zuckerberg

7 Mantan Petinggi Facebook yang Memberikan Kritik Pedas Kepada Mark Zuckerberg

7 Produk Facebook yang Paling Sukses, Nggak Cuma WhatsApp dan Instagram!

7 Produk Facebook yang Paling Sukses, Nggak Cuma WhatsApp dan Instagram!

4 Alasan Kenapa Bekerja di Perusahaan Teknologi Gak Seenak yang Kamu Pikirkan

4 Alasan Kenapa Bekerja di Perusahaan Teknologi Gak Seenak yang Kamu Pikirkan

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal