Upaya Ditjen Imigrasi Dalam Penanganan Pengungsi di Indonesia

25 July 2017

Dari tahun ke tahun, masalah soal pengungsi selalu saja terjadi. Persoalan ini tidak hanya terjadi di negara-negara besar, bahkan masalah pengungsi juga ada di Indonesia.

Meski terlihat sulit untuk diselesaikan, namun masalah ini bukan tanpa solusi. Pemerintah telah bertindak menerbitkan peraturan presiden untuk menangani masalah pengungsi dan pencari suaka yang sebelumnya tidak diatur dalam hukum negara.

Upaya Direktorat Jenderal Imigrasi Dalam Penanganan Pengungsi

ditjen imigrasi masalah pengungsi (2)

Menindaklanjuti tanggungjawab dan kewenangan yang diberikan oleh UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, dan mencermati krisis pengungsi global saat ini, berikut disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Jumlah Pengungsi

Data statistik jumlah pengungsi dan pencari suaka tahun 2017 berjumlah 14.350 orang, dimana 25% adalah anak-anak (465 orang) yang datang sendiri atau terpisah dari keluarganya.

ditjen imigrasi masalah pengungsi (1)

Para pengungsi dan pencari suaka ditempatkan di 13 Rudenim sebanyak 1.946 orang dengan rincian di Rudenim Tanjung Pinang 387 orang, Medan 294, Balikpapan 236 orang, Pekanbaru 141 orang, Pontianak 134 orang, Makassar 145 orang, Kupang 135 orang, Manado 156 orang, Denpasar 112 orang, Surabaya 48 orang, Semarang 80 orang, Jakarta 58 orang dan Jayapura 20 orang. Selain itu mereka juga ditempatkan di 125 Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia sejumlah 2,062 orang.

2. Sebaran Pengungsi

Sebaran pengungsi dan pencari suaka di Community House sejumlah 4,478 orang dan mandiri sejumlah 5,832 orang. Berdasarkan kebangsaan umumnya yang banyak datang ke Indonesia berasal dari Afghanistan 7,154 orang (49,7%), Somalia 1,446 orang (10%), Myanmar 954 orang (6,6%), Irak 946 orang (6,5%), Nigeria 725 orang (5%), dan Srilanka 540 (3,7%) dan lain-lain 2,640 orang (18,3%).

3. Peningkatan Pengungsi

Terjadi tren peningkatan jumlah pengungsi dan pencari suaka sejak tahun 2010 yaitu dari 2.882 orang menjadi 14.405 orang pada tahun 2017 (UNHCR). Upaya Ditjen Imigrasi adalah melakukan pengawasan keimigrasian oleh 125 Kantor Imigrasi dan 13 Rudenim serta 496 TIM PORA di seluruh Indonesia.

4. Masalah Pelanggaran

Berdasarkan hasil operasi keimgirasian ditemukan beberapa pelanggaran seperti menjadi gigolo, berjualan, menggunakan narkoba, mencuri, mengajarkan ilmu agama di pesantren dan tempat ibadah, dan menggangggu ketertiban umum. Juga terjadi peningkatan jumlah pengungsi dan pencari suaka yang melakukan self reported kepada petugas imigrasi agar mendapatkan perlindungan di Rudenim atau Kanim.

5. Isu Strategis

Adanya kebijakan keimigrasian di negara-negara tetangga Indonesia, seperti:

  • Australia akan menutup penampungan pengungsi di Pulau Manus, Papua Nugini, dan Pulau Nauru.
  • Memindahkan sebagian pengungsi dari Pulau Nauru ke Kamboja.
  • Malaysia juga tidak menempatkan pengungsi dan pencari suaka dalam penampungan khusus.

Selain itu, hal masalah ini juga disebabkan karena jumlah pengungsi dan pencari suaka yang cukup banyak di beberapa negara tetangga Indonesia seperti Australia 42.188 orang, Malaysia 92.263 orang, Thailand 106.447 orang, Filipina 408 orang, dan stateless persons di Myanmar sejumlah 925.939 orang.

Adanya 22 konflik di dunia yang belum tuntas, seperti konflik Myanmar, Mindanao - Filipina, ISIS di Irak, Syria, Sudan Selatan, dan lainnya.

Perbedaan ideologi, paham keagamaan, tidak jelasnya masa tunggu untuk ditempatkan di negara ke tiga, tempat penampungan yang dicampur dengan tahanan keimigrasian lainnya, sarana prasarana Rudenim yang belum sesuai dengan standar perlindungan internasional, dan konflik sosial dengan masyarakat sekitar;

6. Upaya Penanganan

Sesuai dengan Perpres 125 Tahun 2016 maka penanganan pengungsi akan dilakukan sejak ditemukan, penampungan, pengamanan, dan pengawasan keimigrasian melalui koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait di dalam negeri maupun organisasi internasional yang terkait dengan pengungsi dan pencari suaka serta keimigrasian.

Krisis pengungsi global perlu dicermati dengan saksama dengan tetap mengambil bagian dari pemecahan masalah dan tetap menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

SUKA
0%
LUCU
0%
KAGET
0%
ANEH
0%
TAKJUB
0%
SEDIH
0%
MARAH
0%
TAKUT
0%

Tentang Penulis

Profile Picture
REPUTASI
KONTRIBUSI

Komentar