Uber vs Grab vs Taxi, Mana yang Lebih Murah?

Transportasi online tampaknya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pasar transportasi online diperkirakan akan bertumbuh sebesar 13 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Uber dan Grab, telah menguasai pasar transportasi online di Asia Tenggara. Grab telah memiliki pengalaman kurang lebih 4 tahun di Asia Tenggara. Kemudian Uber telah meninggalkan Cina dan menjual perusahaan mereka ke Didi Chuxing, yang saat ini fokus pada pengembangannya di Asia Tenggara.

Lalu bagaimana dengan taxi konvensional? Apakah mereka masih bisa bersaing? Yuk, simak peperangan tarif terendah transportasi di Asia Tenggara.

BACA JUGA
  • Hyperloop, Transportasi Super Cepat Tembus Hingga 1.200 Km/jam!
  • Pesan Transportasi Jadi Mudah dengan Fitur Terbaru dari Grab!
  • Mudah dan Murah! Uber Luncurkan UberTRIP untuk Temani Kamu Jalan-Jalan

Uber vs Grab vs Taxi

Dilansir dari iprice insights, telah dilakukan perbandingan moda transportasi termurah antara 2 aplikasi transportasi online dengan taxi konvensional di masing-masing negara Asia Tenggara. Data yang disajikan yakni untuk jarak dekat (5 Km) dan jarak jauh (20 Km); meliputi tarif dasar, tarif jarak, dan tarif waktu.

Uber vs Grab vs Taxi pada Jarak 5 Km

Infografik Pict 1
Sumber foto: Foto: iprice insights

Pada tabel di atas, Uber dan Grab sama-sama unggul masing-masing di 3 negara. Uber di Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Sementara Grab di Malaysia, Filipina, dan Singapura. Taxi konvensional belum mampu menyaingi tarif murah dari kedua transportasi online.

Uber vs Grab vs Taxi pada Jarak 20 Km

Infografik Pict 2
Sumber foto: Foto: iprice insights

Pada tabel di atas, Uber menang unggul di 4 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sementara Grab hanya unggul di Filipina dan Singapura. Sementara taxi konvensional tetap belum mampu menyajikan tarif murah bagi pelanggannya.

Kesimpulan

Infografik Pict 3
Sumber foto: Foto: iprice insights

Semua tarif yang disajikan di atas dikumpulkan dari Uber, Grab, Taxi, dan website agensi resmi pemerintah. Pemaparan jarak dekat (5 km) dan jarak jauh (20 km) menunjukkan bagaimana jarak mempengaruhi moda transportasi.

Uber ternyata unggul dalam menghadirkan tarif murah bagi pelanggannya. Dengan memanfaatkan argo, Uber memberikan harga yang murah apabila tidak terjadi kemacetan. Namun berbeda apabila terjadi sebaliknya.

Lain lagi dengan Grab yang menyajikan tarif flat bagi layanan transportasinya. Kemudian taxi konvensional tampaknya masih belum bisa menyaingi kedua moda transportasi online terbesar di Asia Tenggara ini.

Uber Icon
Uber 3.134.5
Apps Productivity
DOWNLOAD
Grab Grabtaxi Icon
Grab (GrabTaxi) 4.25.0
Apps Productivity GrabTaxi Holdings
DOWNLOAD

Menghadapi lalu lintas yang macet di perkotaan, memang dibutuhkan transportasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan tentu murah. Lalu manakah yang menjadi pilihan kamu? Menurut kamu, apakah taxi konvensional masih bisa bertahan? Tuliskan pendapat kamu di kolom komentar.

Sumber: iprice insights

ARTIKEL TERKAIT
Bfa3f9a1f90477fac0cab22c0f339611
Aplikasi Android Terbaik Untuk Nonton Film dan TV Gratis
Banner Abcotechnologyedu Pekerja
Mau Jadi Master Jaringan? Kamu Wajib Dapatkan 3 Sertifikat Ini!
Cara Partisi Harddisk Tanpa Format Banner
Cara Partisi Harddisk Tanpa Harus Melakukan Format di Windows 10
Karakter Kartun
Begini Jadinya Jika Kartun Hadir di Kehidupan Nyata
Final Fantasy
WOW! Sony Luncurkan Gadget Keren Edisi Final Fantasy XV
APPS TERKAIT
Uber Icon
Uber 3.134.5
Apps
Grab Grabtaxi Icon
Grab (GrabTaxi) 4.25.0
Apps GrabTaxi Holdings
Grab Taxi Icon Icon
GrabTaxi: Taxi Booking App 3.1.0
Apps MyTeksi
Jalantikus Icon
JalanTikus 2.5.2
Apps JalanTikus.com
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal