Rusia Blokir Software Microsoft Office Demi Produk Lokal Mereka

30 September 2016

Seperti yang kamu ketahui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sedang mengejar Google untuk membayar pajak. Panasnya isu pajak yang tengah melanda Google pun memunculkan pertanyaan retorik, yakni apakah mungkin Indonesia bisa hidup tanpa Google? Nggak perlu dijawab, kamu pasti sudah tahu jawabannya kan?

Pastinya bakal susah move on dari Google, tapi bukan tidak mungkin. Buktinya China, Google tak meraksasa seperti di negara lain. Pemerintah China menerapkan filter yang sangat ketat terkait kehadiran layanan populer asing. Langkah Rusia baru-baru ini juga bisa dijadikan pelajaran, Rusia memutuskan untuk tidak lagi menggunakan software dari Microsoft.

Rusia Tendang Software Microsoft untuk Software MyOffice Lokal

OFFICE

Dilansir dari Fossbytes, Rusia akan menggantikan Microsoft Outlook dan Exchange dengan software lokal MyOffice buatan mereka sendiri. Sistem email ini awalnya diluncurkan untuk 6.000 karyawan di Moskow dan akhirnya diperluas menjadi 600.000 di masa mendatang. Keputusan ini ditujukan untuk mempromosikan software lokal dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing di tengah ketegangan antara AS dan Eropa.

Untuk saat ini, Microsoft menolak untuk berkomentar. Tapi langkah yang dilakukan Rusia, bisa menjadi pelajaran buat kita. Apalagi jika semua pemangku kepentingan di industri digital Indonesia bersatu dan memiliki tekat kuat. Bukan tak mungkin untuk mengikuti jejak Rusia dan China agar tidak tergantung pada produk asing dan menggunakan produk lokal buatan anak bangsa sendiri. Bagaimana pendapat kamu?

SUKA
0%
LUCU
0%
KAGET
0%
ANEH
0%
TAKJUB
0%
SEDIH
0%
MARAH
0%
TAKUT
0%

Tentang Penulis

Profile Picture
REPUTASI
KONTRIBUSI

Komentar