J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Setelah Rusia, Korsel Juga Tuding Google Monopoli Android

Setelah Rusia, Korsel Juga Tuding Google Monopoli Android

Senin, 15 Agt 2016, 16:00 WIB
Setelah sebelumnya menerima tuduhan praktik monopoli di Uni Eropa dan Rusia, kali ini giliran Korea Selatan yang menuding Google.

Setelah lembaga Anti-monopoli Rusia menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp89 miliar kepada Google, kali ini giliran Korea Selatan. Sama seperti Rusia, raksasa mesin pencari Google sedang diawasi oleh otoritas berwenang di Korea Selatan karena permasalahan yang sama. Dilansir dari WSJ pada Jumat (12/8), Korea Fair Trade Commission (KFTC) mengatakan secara terbuka bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mencari tahu apakah Google telah melanggar hukum anti-monopoli yang berlalu di Korea Selatan.

Menurut keterangan seorang narasumber, pihak KFTC telah memeriksa markas Google di Korsel pada Juli lalu. Saat ini, belum diperoleh kejelasan apakah pembuktian KFTC nanti akan mengarah pada tuntutan resmi, namun investigasi terbuka terhadap otoritas-otoritas lain terkait Google tetap dilakukan. Di Korsel, Google bukan kali pertama ini menghadapi ancaman hukuman. KFTC telah melakukan investigasi terhadap Google sebelumnya.

BACA JUGA
  • Google Search Fasih Bahasa Indonesia, Bisa Diajak Ngobrol!
  • Canggih! 4 Fitur Baru Google Maps Ini Khusus Dibuat Untuk Indonesia!
  • Google Temui Menkominfo, Pokemon GO Akan Diblokir?

Setelah Rusia, Korea Selatan Juga Tuding Google Melakukan Praktik Monopoli Android

Tak hanya itu, Google juga menghadapi beberapa tuntutan anti-monopoli di Uni Eropa. Terkait masalah yang sama, yakni Google dituding merugikan konsumen dan kompetitor karena mewajibkan manufaktur smartphone meng-install produk Google sendiri sebagai aplikasi bawaan. Di Korsel ada dua perusahaan pembuat telepon pintar skala global ternama yaitu LG dan Samsung.

Galaxy S7 Vs Lg G5

Selain itu, Google dan Korea Selatan saat ini sedang berdebat dengan adanya pembatasan mengenai ekspor data peta digital dari negara tersebut. Hal itu membuat kinerja Google Maps di negara itu terhambat, karena adanya kebijakan pemerintah yang masih menggantung.

Para kompetitor lokal juga mempertanyakan operasional Google. Mereka mengklaim bahwa perusahaan besar tersebut tidak membayar pajak atau tunduk pada hukum perdagangan Korea Selatan. Jelas, pernyataan ini dibantah oleh Google. Karena menuruti dan menghormati undang-undang pajak di setiap negara adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh mereka. Bagaimana dengan pendapat kamu?

ARTIKEL TERKAIT
G

Google Merilis Situs untuk Memilih Smartphone Android yang Tepat

Google

10 Peristiwa Paling Aneh yang Bisa Kamu Temukan di Google Street View

Dot

Bukan Google atau Yahoo, Inilah 100 Domain .COM Paling Tua di Dunia

Aplikasi Keren Non Play Store Banner

8 Aplikasi Android Terbaik yang Tidak Ada di Google Play Store

Trik Play Store Banner

4 Trik Rahasia Google Play Store yang Pasti Belum Kamu Ketahui

Tags Terkait:

APPS TERKAIT
Google Play Store Icon
Google Play Store 19.7.12-all [0] [PR] 305919187
Apps Google Inc.
Play_game_icon
Google Play Games 2020.01.15709 (292726199.292726199-000409)
Apps Google
Google Chrome For Android Icon
Chrome Browser 81.0.4044.138
Apps Google
Google Camera Logo 50b83
Google Camera 6.2.031.259661660
Apps Google Inc.
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal