J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Warga India Lihat Bola Api di Langit, Roket China Jatuh di Samudra Hindia

Minggu, 9 Mei 2021, 13:10 WIB
Roket Long March 5B dikabarkan sudah memasuki atmosfer Bumi dan hancur di Samudra Hindia.

Akhirnya terungkap sudah di mana lokasi jatuhnya puing-puing roket Long March 5B milik China yang membuat gempar masyarakat dunia.

Pasalnya, roket itu hilang kendali dan tidak bisa dikontrol sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.

Namun, kekhawatiran itu akhirnya terjawab karena roket Long March 5B dikabarkan sudah memasuki atmosfer Bumi dan hancur di Samudra Hindia.

Menurut laporan Pemerintah China, seperti dikutip dari BBC pada Minggu (9/5/2021), sebagian roket tersebut hancur terbakar atmosfer bumi dan sebagian lagi mendarat di lokasi di sebelah barat Maladewa.

Media pemerintah China melaporkan bahwa bagian dari roket itu masuk kembali ke atmosfer pada Minggu pukul 02.24 GMT atau sekitar Minggu pagi puku 09.24 WIB.

Sementara itu, menurut Komando Luar Angkasa AS, pihaknya mengonfirmasi bahwa Long March 5B sempat melewati Semenanjung Arab.

GAGAL PENUHI STANDAR

Adapun, NASA mengatakan bahwa China gagal memenuhi standar atas jatuhnya puing-puing roket itu sehingga menimbulkan kegaduhan.

Sebagai gambaran, sebuah badan roket seberat 21 ton milik China terbang mengitari Bumi di luar kendali. Roket ini akan jatuh kembali ke Bumi.

Roket berbadan besar itu diperkirakan akan jatuh ke permukaan Bumi dalam keadaan tak terkendali. Roket tersebut merupakan tahap inti roket Cina Long March-5B.

China meluncurkan modul pertama dari stasiun luar angkasa terbaru yang tengah dibangun negara tirai bambu ini pada Rabu (28/04/2021) lalu.

Namun, bukannya mendarat atau jatuh di tempat yang telah ditentukan sebelumnya seperti di lautan, inti Long March-58 malah mengelilingi Bumi tak terkendali.

Saat ini sepotong besar puing luar angkasa dengan perkiraan berat mencapai sekian ton, sekarang berada di dalam fase meluncur kembali ke Bumi.

BIKIN PANIK

Panik nggak? Tentu saja. Pasalnya puing tersebut meluncur ke Bumi secara tak terkendali, bahkan tidak bisa diperkirakan di mana puing itu akan menghantam Bumi.

Puing antariksa tersebut diperkirakan akan kembali jatuh ke Bumi dalam beberapa minggu ke depan.

Hingga sekarang ini, masih tidak mungkin untuk dapat memprediksi dengan tepat di mana kepingan yang tidak terbakar di atmosfer kemungkinan bakal mendarat.

Namun apabila mengukur pada orbit objeknya, kemungkinan titik pendaratan bisa di mana saja dekat dengan garis lintang yang sedikit lebih jauh ke utara New York, Madrid dan Beijing, atau sejauh selatan Chile dan Wellington, Selandia Baru.

Bisa dikatakan kalau insiden yang sama terjadi kira-kira setahun selepas roket China yang serupa lainnya pernah jatuh ke Bumi.

Roket untungnya mendarat di Samudra Atlantik, tetapi rupanya dilaporkan meninggalkan jejak puing di Pantai Gading, Afrika.

Sampai-sampai, Jim Bridenstine, Administrator NASA pada saat itu, menghukum Cina lantaran insiden ini bahkan menyebutnya sangat berbahaya.

PUING TERBESAR

Pada waktu itu, para ahli mencatat kalau ini merupakan salah satu puing terbesar buatan manusia yang pernah jatuh ke Bumi.

Namun, masih belum diketahui apakah puing yang sedang menuju Bumi sekarang ini akan lebih besar dari puing sebelumnya atau malah rupanya lebih kecil.

Pasalnya, sejak akhir tahun 1970-an, potongan puing antariksa makin sering jatuh ke Bumi dan para ahli menilai hal ini sudah dalam fase yang mengkhawatirkan.

Meskipun lebih dari 70% Bumi ditutupi oleh lautan dan hanya 30% sisanya yang ditutupi oleh daratan, hal ini tidak bisa disepelekan karena jatuhnya puing antariksa bisa sewaktu-waktu mengancam pemukiman manusia.

Walau sejauh ini belum ada catatan kematian atau cedera serius manusia yang tertimpa puing-puing luar angkasa, tetap saja tak ada alasan untuk menganggapnya tak berbahaya.

BOLA API INDIA

Sementara itu, di tengah kejatuhan roket China, bola api misterius disebut muncul di atas langit India yang membuat warga setempat panik.

Mereka khawatir benda misterius itu adalah roket China yang hilang kendali. Bahkan, sejumlah orang berspekulasi bola api itu adalah roket China yang lepas kendali

Hal ini mengingat roket Long March 5B bisa jatuh di mana saja, antara 41 derajat utara dan selatan khatulistiwa, atau area ini mengarah di Delhi, ibu kota India.

Seperti dilansir The Sun pada Sabtu (8/5/2021), sebuah video asal India menggambarkan bola api berwarna orange kekuningan muncul beberapa kali di langit India dan kemudian menghilang.

Bola api itu terlihar di distrik Kishtwar di wilayah Jammu dan Khasmir. Hingga kini, belum ada jawaban yang pasti mengenai bola api misterius itu.

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal