Virus Corona Ternyata Pernah Jangkiti Asia Timur di Zaman Purba?!

Default

Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Australia menemukan bukti bahwa pandemi virus corona sudah pernah terjadi di Asia Timur lebih dari 20 ribu tahun lalu.

Penelitian itu diterbitkan didalam jurnal ilmiah Current Biologi pada Kamis (24/06/2021) lalu.

Di dalam studi itu, para peneliti mempelajari genom lebih dari 2.500 orang yang didapatkan dari 26 populasi yang berbeda di seluruh dunia.

Studi tersebut kemudian menunjukkan jejak interaksi genom manusia dengan virus corona pada masyarakat di Asia Timur.

Asia Timur E682f

Sumber foto: Freepik

Peneliti utama, Yassine Souilmi mengatakan bahwa genom bisa menunjukkan informasi mengenai manusia sampai ratusan ribu tahun lalu.

Pasalnya, cara kerja virus adalah dengan menduplikasi diri pada inangnya (tubuh manusia), sehingga jejak virus bisa teridentifikasi lewat genom.

"Jadi, virus sungguh-sungguh bergantung pada sebuah inang, dan itulah mengapa mereka menyerang sebuah inang dan lalu membajak mesin mereka untuk membuat salinan diri mereka sendiri," jelas Souilmi kepada CNN.

Upaya pembajakan itu mulai terbaca saat tim peneliti mempelajari genom dari 5 populasi berbeda yang berasal dari China, Jepang, dan Vietnam.

"Di dalam jangka waktu yang lama dan selama si inang terpapar, ini meninggalkan tanda yang sangat jelas dalam genom keturunan mereka," tuturnya.

Peneliti menyatakan bahwa penemuan ini menemukan bahwa keturunan yang berasal dari kelima populasi itu bisa lebih melindungi diri dari virus corona.

Studi tersebut juga menemukan bahwa wabah virus corona terjadi secara terpisah di berbagai wilayah dan menyebar ke seluruh Asia Timur.

Namun, para peneliti belum mengetahui apa yang dilakukan manusia purba untuk bertahan hidup melewati pandemi tersebut.

Pelacakan terhadap adaptasi gen juga dinilai mampu menolong manusia untuk menemukan gen mana yang berperan penting untuk membantu tubuh manusia di dalam melawan penularan virus ganas itu.

"Ini bisa membantu usaha mengembangkan obat dan vaksin. Namun, di dalam waktu yang bersamaan juga masih akan lebih banyak lagi epidemi yang akan terjadi," ujar Dr. Souilmi.

Menurut Profesor Alexandrov, jika saja informasi ini telah ditemukan sebelum pandemi Covid-19, maka itu akan sangat membantu penangannya.

"Kita mungkin akan berada di dalam keadaan yang lebih baik, sudah ada obat yang tersedia, dan mungkin sudah ada tes awal tentang vaksin. Kita tidak harus memulai dari nol," katanya.

Vicki Jackson selaku pakar statistik genetika dari Institut Penelitian Medis Walter and Eliza Hall di Melbourne sepakat bahwa menemukan hubungan antara gen dan virus bisa menolong kita menanggulangi penyakit baru.

Namun, ia juga menekankan faktor lain, seperti akses terhadap layanan kesehatan dan menaati petunjuk kesehatan akan lebih bermanfaat dibandingkan faktor genetik saat kita sakit.

"Hal seperti apa yang dilakukan seseorang, riwayat kesehatan, masalah sosial ekonomi akan lebih berpengaruh dalam risiko seseorang jatuh sakit," papar Dr Jackson.

Dr. Souilmi mengatakan bahwa meskipun virus corona telah mewabah di zaman purba (25.000 tahun lalu), hal itu tidak mengerikan seperti kedengarannya.

"Kita tidak memiliki pengetahuan soal medis ketika itu, tidak ada kebijakan kesehatan publik, vaksin dan respons terkoordinasi untuk menangani epidemi," jelasnya.

"Kita pasti dapat mengendalikan virus, seperti yang terjadi saat flu Spanyol serta epidemi Ebola," imbuh Dr Souilmi.

Baca juga artikel IPTEK atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Terobsesi dengan Barbie, Gadis Ini Operasi Bibir hingga Jadi Paling Dower Sedunia

Bukannya Malu, 5 Artis Ini Malah Blak-Blakan Ngaku Selingkuh | Ada yang Gak Nyesel!

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

12 Aplikasi Live Streaming Bola Gratis Terbaik 2021, Nonton Bola Sepuasnya!

Hai Crazy Rich, Inilah 10 Sekolah Termahal di Indonesia | Bikin Uang Papa Habis!

ARTIKEL TERKAIT
Bill Gates Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid 19 2465b
Bill Gates Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid-19 | Kapan?
India Covid D2be5
Potret Warga India Luluran Pakai Kotoran Sapi untuk Lawan Covid-19
WIV 56429
Terus Dituduh Sebagai Dalang Corona, Lab Wuhan Akan Dapat Penghargaan
Raditya Oloan Dan Joanna Alexandra 3f874
Kronologi Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan Tutup Usia
Monyet 30642
China Kekurangan Stok Monyet untuk di Laboratorium | Penelitian Covid-19 Terhambat
Cats456 43be6
Cara Daftar Vaksin Covid-19 Online Terbaru 2021 | Mudah dan Cepat!
Tags Terkait: virusfakta unik
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal