Prediksi Ilmuwan Tentang Peradaban Manusia Akan Runtuh di Abad 21 Mulai Terwujud

Default

Sebuah penelitian yang dikerjakan oleh salah satu jasa akuntansi terbesar di dunia, KPMG, menyebutkan prediksi yang diterangkan oleh ilmuwan dari kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) puluhan tahun lalu.

Prediksi tersebut menyebutkan tentang risiko kehancuran peradaban manusia yang tampaknya mulai akurat.

Mengutip Vice, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan data empiris terbaru terkait beragam variabel ekonomi di dunia.

Saat negara-negara tengah berusaha membangkitkan kembali ekonomi lantaran terdampak Covid-19, penelitian dari KPMG ini memberikan pertanyaan terkait risiko mengembalikan kehidupan normal layaknya sebelum pandemi.

Di sini KPMG merujuk dari data laporan yang diterbitkan pada tahun 1972 di mana sekelompok ilmuwan MIT mencari risiko kehancuran negara bangsa modern.

Model dinamika sistem yang dirilis oleh organisasi Club of Rome ini mengidentifikasikan batas-batas pertumbuhan yang akan datang.

Artinya, peradaban global yang sekarang berisiko runtuh atau hancur sekitar pertengahan abad ke-21 nanti. Hal tersebut disebabkan eksploitasi sumber daya yang terlampau berlebihan.

Tak ayal penelitian ini memicu perdebatan yang sangat sengit saat kali pertama dirilis bahkan hingga diejek habis-habisan oleh beragam pakar yang salah mengartikan temuan juga metodenya.

Namun, baru-baru ini direktur KPMG justru membuktikan kepada masyarakat modern dunia tengah di ambang atau ujung tanduk kehancuran.

Batas-batas pertumbuhan

Peradaban Runtuh 53146

Studi terbaru yang melanjutkan prediksi dari tim ilmuwan MIT tersebut diterbitkan dalam jurnal Yale Journal of Industrial Ecology pada November 2020 yang bisa kamu akses dalam situs resmi KPMG.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa sistem business-as-usual di peradaban global justru memperlihatkan tren penurunan pertumbuhan ekonomi yang konstan.

Bahkan diprediksi akan jauh lebih memburuk dalam satu dekade yang mendatang dan memicu keruntuhan peradaban masyarakat sekitar tahun 2040.

Gaya Herrington adalah penulis dari karya ilmiah ini, dirinya mempelajari model MIT tersebut untuk kemudian dibuat analisis tren ekonomi berkelanjutan miliknya pribadi.

Perlu untuk diketahui Herrington menjalani penelitian demi menindaklanjuti tesis Master-nya di Universitas Harvard dan juga penasihat Club of Rome.

Herrington memperhatikan data pada 10 variabel utama seperti populasi, angka kesuburan, mortalitas, output industri, produksi pangan, layanan, sumber daya tak terbarukan, polusi, kesejahteraan manusia dan jejak ekologi.

Dari kesepuluh variabel data ditemukan, data terbaru yang paling mendekati dengan skenario BAU2 (business-as-usual) dan CT (comprehensive technology atau teknologi komprehensif).

"Skenario BAU2 dan CT menunjukkan kemandekan pertumbuhan kira-kira dalam satu dekade dari sekarang, bunyi kesimpulan penelitian. Dengan demikian, kedua skenario menunjukkan, bisnis tidak bisa dilanjutkan seperti biasa untuk mengejar pertumbuhan berkelanjutan," jelas Herrington.

"Bahkan saat dipasangkan dengan perkembangan dan adopsi teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, business as usual sebagaimana dimodelkan LtG pasti akan menyebabkan penurunan modal industri, hasil pertanian dan tingkat kesejahteraan dalam abad ini," tambahnya.

Usaha Perbaikan Harus Mementingkan Masyarakat

Kepunahan Manusia 6a681

Usaha untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi kepentingan pribadi merupakan usaha yang sia-sia.

Penelitian ini menemukan selain mencegah risiko kehancuran Bumi, kemajuan teknologi dan peningkatan investasi untuk layanan publik dapat mewujudkan peradaban yang stabil dan makmur. Masalahnya, kita tengah berkejaran dengan waktu.

Saat menjadi pembicara dalam World Economic Forum 2020 sebagai direktur KPMG, Herrington menerangkan terkait agrowth pendekatan agnostik pada pertumbuhan yang berfokus untuk tujuan dan prioritas ekonomi lain.

Aktivitas manusia dapat diperbarui dan kapasitas produktif juga dapat diubah. Faktanya dan contohnya sudah ada saat ini.

Herrington mengambil contoh pembuatan serta distribusi vaksin demi menangani pandemi. Vaksin yang dapat diselesaikan dengan cepat memperlihatkan umat manusia dapat merespons tantangan global selama mempunyai niatan dalam menjalaninya.

Maka hal tersebut juga menunjukkan bahwa manusia butuh pendekatan yang tegas pada krisis lingkungan.

"Perubahan penting memang tidak mudah untuk dilakukan, dan menimbulkan tantangan transisi, tapi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan masih bisa diwujudkan," lanjut Herrington.

Data memperlihatkan bahwa keputusan kita dalam 10 tahun ke depan bakal banyak menentukan nasib umat manusia.

Meskipun saat ini tengah di ujung tanduk, Herrington menegaskan adanya peningkatan pesat dalam prioritas lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik sebagai dasar optimisme.

Hal itu menandakan adanya perubahan pola pikir baik dalam pemerintahan maupun bisnis masyarakat dunia. Namun, apa kabar dengan pola pikir pemerintah dan masyarakat Indonesia, ya?

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana

BACA JUGA

Pria Ganteng Ini Terobsesi Jadi Alien Sampai Nekat Rombak Tubuhnya, Potong Bibir dan Hidung!

5 Orang Super Tajir yang Ogah Wariskan Harta Kekayaan untuk Anaknya

Tdomino Boxiangyx: Link Download & Cara Daftar Mitra Higgs Domino

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.8.0 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

10 Potret Artis Indonesia yang Ngaku Jalani Operasi Dada | Makin Mantul

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Cari Teman Sekitar Terbaik 2020 Banner Ba87c
10 Aplikasi Cari Teman di Sekitar Kita Terbaik 2020, Bisa Dapat Jodoh?
Aplikasi Pencari Kerja 7a188
8 Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya & Terbaik, Setiap Hari Ada Loker!
Aplikasi Edit Nama Ac2cf
7 Aplikasi Edit Nama Terbaik & Terbaru 2020 | Nama Makin Kece!
Aplikasi Al Quran Terbaik 277be
12 Aplikasi Al Quran Bahasa Indonesia Terbaik dan Terlengkap 2021
0 Vnxpzxovujy72qvg Custom 5a5dc
Cara Mudah Mengubah Bahasa di Aplikasi Google Classroom di HP & PC
Menerjemahkan Tulisan Lewat Kamera Banner 4ad20
Trik Cepat untuk Menerjemahkan Tulisan Bahasa Asing dengan Kamera, Gak Ribet!
Tags Terkait: ilmuwanpenelitian
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal