Misteri Hilangnya Satelit Telkom-3 | Hancur, Jatuh, atau Dibajak Alien?

Default

Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia yang diluncurkan pada 2012 silam gagal mengorbit. Pada awal 2021, dikabarkan satelit ini jatuh ke Bumi pada Jumat, 5 Februari 2021 lalu.

Satelit tersebut dikabarkan akan melakukan re-entry atau masuk kembali ke Bumi dan kemudian jatuh.

Nah, sampai sekarang, keberadaan lokasi jatuhnya tidak diketahui dan menimbulkan berbagai spekulasi liar di kalangan masyarakat.

Apakah satelit yang jatuh tersebut hancur sewaktu memasuki atmosfer Bumi? Atau jangan-jangan, ada konspirasi pembajakan oleh makhluk luar angkasa?

Sudah Beroperasi 9 Tahun

Satelit Jatuh 1 481c0
Sumber foto: Okezone Techno

Kalau kamu biasa menonton film-film bertemakan luar angkasa, pastinya kamu familiar dengan konsep satelit dan pengorbitannya.

Satelit Telkom-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) sendiri merupakan satelit telekomunikasi yang dibuat oleh ISS Reshetnev, Rusia berdasarkan pesanan PT Telkom Indonesia, Tbk.

Peluncurannya dilakukan pada 7 Agustus 2012 dari bandar antariksa Rusia di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Sayangnya, satelit ini gagal mencapai orbit karena adanya kesalahan teknis.

Hal tersebut yang membuat Telkom memesan 1 lagi satelit bernama Telkom 3 S untuk kepentingan layanan jaringan telekomunikasi. Satelit itu berhasil diluncurkan tahun 2017 dan masih beroperasi hingga kini.

Titik Jatuh Telkom-3

Satelit Jatuh 2 3c903
Sumber foto: Selular.ID

Disadur KOMPAS, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa titik jatuh satelit Telkom-3 masih belum bisa diketahui secara pasti.

Hal tersebut disebabkan belum adanya teknologi yang bisa melacak satelit pasca jatuh ke permukaan Bumi.

Berdasarkan hasil analisis Lapan yang bersumber dari data orbit obyek antariksa dari pihak Rusia dan AS, titik jatuh Telkom-3 kemungkinan besar berada di sekitar Mongolia.

Sementara itu, untuk rentang kemungkinan jatuhnya sendiri terbentang luas mulai dari Asia Tengah hingga Pasifik Timur. Rumit sekali, bukan?

Yang lebih membuat rumit, sampai detik ini belum ada laporan dari masyarakat sekitar seputar jatuhnya benda-benda antariksa seperti satelit.

Hal tersebut makin menyulitkan para peneliti untuk melacak keberadaan satelit Telkom-3. Sekilas mirip seperti film-film science fiction, ya!

Jadi Sampah Antariksa Selama 8,5 Tahun

Satelit Jatuh 3 26e2d
Sumber foto: CNN Indonesia

Satelit Telkom-3 tercatat memiliki berat hingga 1.903 kilogram. Awalnya, satelit ini bakal ditempatkan di orbit geostasioner, tepatnya pada ketinggian 35.401 km dari bumi pada 118 derajat bujur timur atau di atas Selat Makassar.

Sayang, karena adanya masalah teknis pada roket peluncur, satelit Telkom-3 hanya mampu meluncur pada ketinggian 266 km hingga 5.013 km dari Bumi.

Akibat gagal mencapai orbit target, satelit Telkom-3 hanya menjadi sampah antariksa yang tak terpakai selama lebih dari 8,5 tahun.

Selama itu, satelit tersebut berputar-putar mengitari bumi dengan jarak terdekat dan terjauh dari Bumi berkisar 267-5.015 km.

Setelah itu, satelit terbang melintasi permukaan bumi antara 49,9 derajat lintang utara dan 49,9 derajat lintas selatan.

Seiring berjalannya waktu, satelit akan mengalami penurunan orbit dan sirkulerisasi orbit, di mana orbit perputarannya akan semakin menyerupai lingkaran.

Baru setelah itu, satelit akan masuk ke dalam atmosfer Bumi. Tentu saja ini terjadi pada benda-benda antariksa yang sudah tak terpakai

Kemungkinan Hancur?

Satelit Jatuh 4 32f6b
Sumber foto: TechGenez

Disadur KOMPAS, peneliti Lapan Dr. Rhorom Priyatikanto memprediksi satelit Telkom-3 hancur setelah mencapai atmosfer Bumi.

Jikapun tersisa, itupun hanya 10-40 persen dari masa awal dan hampir bisa dipastikan dalam kondisi pecahan atau puing-puing.

Memang, hal ini terjadi sesuai dengan prinsip good practice pembuatan satelit, yakni satelit tahan getaran saat peluncuran, tapi mudah hancur dan terbakar saat masuk ke atmosfer.

Untungnya, jatuhnya satelit Telkom-3 diperkirakan hanya memiliki risiko korban jiwa yang amat rendah, yakni sekitar 1:140.000.

Pertimbangan ini dihitung dari distribusi populasi manusia di Bumi tahun 2021 dan inklinasi orbit Satelit Telkom-3. Nilai risiko tersebut jauh di bawah ambang yang mengkhawatirkan. Jadi nggak perlu khawatir, nih!

Akhir Kata

Itulah tadi ulasan khusus Jaka mengenai misteri keberadaan satelit Telkom-3 yang menghilang sejak jatuh tanggal 5 Februari 2021 lalu.

Apakah benar-benar jatuh dan lokasinya belum ditemukan?

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Diptya.

BACA JUGA

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

5 Inovasi Teknologi yang Gagal Mengubah Dunia, Mau Untung Malah Buntung!

7 Artis Indonesia yang Nikah Dengan Kru TV | Mas Pur Hingga Menteri

10 Fakta Ini Bakal Mengubah Pandanganmu Tentang Afrika, Udah Modern!

7 Anak Artis Indonesia yang Punya Banyak Haters, Iri Bilang Bos!

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal