J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Mengenal Bathynomus, Kecoa Laut Raksasa yang Hidup di Selat Sunda

Minggu, 9 Mei 2021, 10:10 WIB
LIPI menjelaskan bahwa lokasi penemuan Kecoa Laut Raksasa berada di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa pada kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Laut yang dimiliki Indonesia sangatlah luas.

Maka tidak heran, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan laut luar biasa dibandingkan dengan negara-negara lain.

Kita tentu ingat, ada lagu berjudul Nenek Moyangku Seorang Pelaut yang menceritakan bahwa Indonesia adalah negara maritim dengan masyarakat yang memahami lautan.

Laut yang kaya tentunya menyimpan misteri yang tak terbatas. Sering kali, para peneliti menemukan hewan-hewan laut baru yang selama ini tidak pernah tersingkap ke publik.

Salah satunya adalah Bathynomus atau biasa dikenal dengan istilah Kecoa Laut. Alasan penggunaan nama Kecoa Laut adalah karena bentuknya yang mirip dengan kecoa, makhluk mengerikan yang bisa membuat kita lari terbirit-birit ketika dia terbang.

Penemuan Kecoa Laut raksasa dilaporkan oleh Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada pertengahan tahun lalu.

JENIS BARU

LIPI berhasil mendeskripsikan jenis baru krustasea (udang-udangan) Bathynomus raksasa yang pertama dari laut Indonesia.

Dalam laporannya, LIPI menjelaskan bahwa lokasi penemuan Kecoa Laut Raksasa berada di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa pada kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut.

Adapun, spesimennya dikoleksi pada kegiatan ekspedisi South Java Deep Sea Biodiversity Expedition (SJADES) yang merupakan ekspedisi LIPI bersama National University of Singapore.

Ekspedisi ini dikomandoi oleh Dwi Listyo Rahayu dan Peter Ng pada tahun 2018.

SEBUAH TEROBOSAN

Hasil penelitian berupa penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini telah dipublikasikan pada jurnal ZooKeys tanggal 8 Juli 2020. Sebuah terobosan baru untuk bidang ilmu kelautan Indonesia.

Menurut LIPI, penemuan jenis baru Bathynomus raksasa ini dinilai menjadi capaian penting keilmuan, khususnya dalam bidang ilmu taksonomi yang relatif sepi peminat.

Penemuan jenis baru merupakan capaian besar seorang taksonomis apalagi jenis spektakuler dari sisi ukuran bahkan ekosistem dimana jenis tersebut ditemukan, papar Pelaksana Tugas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi, dikutip dari laman resmi LIPI.

Dia menambahkan, penemuan kecoa laut jenis baru ini mengingatkan kita betapa besar potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terungkap dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

Masa depan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia berkejaran dengan laju kepunahan jenis dan mungkin juga taksonom sebagai garda terdepan, imbuhnya.

KECOA LAUT RAKSASA

Istilah Kecoa Laut Raksasa digunakan sebagai nama jenis karena mengacu pada ukuran tubuh yang masuk dalam kategori besar (giant) dan sangat besar (super giant) yang dapat mencapai ukuran di atas 15 centimeter di usia dewasa.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Conni Margaretha Sidabalok, menuturkan ukuran Kecoa Laut yang ditemukan memang sangat besar dan menduduki posisi kedua terbesar dari genus Bathynomus. WOW!

Dia mengungkapkan, berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, memang telah ditemukan lima jenis Bathynomus berkategori super giant di Samudera Hindia dan Pasifik.

Adapun, penemuan Bathynomus pertama dari laut dalam Indonesia ini sangat penting bagi riset taksonomi krustasea laut dalam. Apalagi, jumlah riset sejenis di Indonesia sangat sedikit.

Bathynomus merupakan salah satu ikon krustasea laut dalam dengan ukuran relatif besar dan tampilan keseluruhan yang khas, paparnya.

Lalu seperti apa bentuk Kecoa Laut Raksasa?

KONDISI MORFOLOGI

Dilansir LIPI, Bathynomus memiliki tubuh pipih dan keras, walaupun tidak memiliki karapaks atau cangkang keras yang melindungi organ dalam pada tubuh krustasea.

Dari sisi kepala, Kecoa Laut Raksasa ini memiliki mata berukuran besar, pipih, dan memiliki jarak cukup lebar di antara keduanya.

Selain itu, organ di bagian kepala adalah sepasang antena panjang, sepasang antena pendek di ujung kepala, serta mulut dan anggota tubuh yang bermodifikasi untuk alat makan di segmen bagian bawah kepala.

Conni menjelaskan, Bathynomus memiliki tujuh pasang kaki jalan dan lima pasang kaki renang yang digunakan untuk bergerak di dalam laut.

Menurutnya, identifikasi Bathynomus raksasa dilakukan dari holotype jantan berukuran 363 milimeter dan paratype betina berukuran 298 milimeter.

Secara umum, Bathynomus raksasa paling mirip dengan Bathynomus giganteus dan Bathynomus lowryi dalam rentang ukuran dan karakter di bagian ekor atau pleotelson, ungkap Conni.

Di sisi lain, paparnya, perbedaan dengan dua jenis tersebut terdapat pada karakter antena, organ ujung kepala, tekstur permukaan, duri ekor dan beberapa karakter lain.

Dia menambahkan, ekspedisi SJADES juga memperoleh empat spesimen Bathynomus pra-dewasa dan muda dari perairan Selat Sunda dan selatan Jawa.

Kalian pernah melihat Kecoa Laut?

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal