Mata Sauron Kuno Ditemukan Pada Gunung Berapi Bawah Laut di Selatan Indonesia

Default

Penampakan mirip Mata Sauron dalam film trilogi Lord of the Rings, terlihat pada sebuah gunung berapi bawah laut kuno yang perlahan-lahan ditemukan dalam kedalaman 3.100 meter di bawah permukaan laut.

Posisi gunung berapi ini tepatnya berlokasi sekitar 280 kilometer di tenggara Pulau Christmas atau tepat di selatan perairan Indonesia.

Tim O'Hara, Kurator Senior Invertebrata Laut dari Museums Victoria yang ikut terlibat dalam penemuan ini menjelaskan tentang gunung berapi bawah laut tersebut.

O'hara menjelaskan melalui tulisannya di The Conversation kalau awalnya tidak diketahui juga tidak terbayangkan, gunung berapi ini muncul dengan bentuk oval raksasa yang disebut kaldera.

Disebutkan pula kalau kaldera gunung berapi bahwa laut ini punya lebar 6,2 kilometer kali 4,8 kilometer. Cukup besar juga bukan?

Gunung Api Bawah Laut Bengkulu Fb22c

"Itu dikelilingi oleh tepi setinggi 300 meter (menyerupai kelopak mata Sauron), dan memiliki puncak berbentuk kerucut setinggi 300 meter di tengahnya ('pupilnya')," beber O'Hara pada tulisannya seperti dikutip dari National Geographic.

Kaldera akan terbentuk saat gunung berapi runtuh, magma cair yang ada di dalam dasar gunung berapai kemudian bergeser ke atas dan menyisakan ruang kosong.

Kerak yang padat tipis di berada di bawah permukaan kubah magma selanjutnya runtuh dan menciptakan struktur seperti kawah yang besar.

Selain itu, kerap terbentuk puncak baru yang kecil yang berada di tengah ketika gunung berapi masih terus mengeluarkan magma.

Kaldera yang terkenal di Indonesia adalah kaldera Krakatau yang pernah meletus dengan dahsyat pada tahun 1883.

Akibat letusan tersebut puluhan ribu jiwa melayang dan hanya menyisakan sedikit tepi gunung yang masih terlihat di atas ombak laut.

Selanjutnya pada tahun 1927, sebuah gunung berapi kecil yang kemudian disebut Anak Krakatau tumbuh di tengah bekas Gunung Kraktau yang hilang.

"Sebaliknya, kita bahkan mungkin tidak menyadari adanya letusan gunung berapi ketika terjadi jauh di bawah laut," tutur O'Hara.

"Salah satu dari sedikit tanda yang ada adalah keberadaan rakit batu apung ringan yang mengambang di permukaan laut setelah diledakkan dari gunung berapi bawah laut. Akhirnya, batu apung ini menjadi tergenang air dan tenggelam ke dasar laut," tulis O'Hara.

Berbentuk Seperti Mata Sauron

Gunung Api Bawah Laut Sulawesi Utara C4448

Rupanya Gunung berapi "Mata Sauron" ini tak sendiri. Pada hasil pemetaan lebih lanjut ke bagian selatan terungkap pula adanya sebuah gunung laut yang berukuran lebih kecil dengan ditutupi banyak kerucut vulkanik.

Selanjutnya, pada pemindaian yang lebih jauh lagi ke selatan terdapat gunung bawah laut yang lebih besar dan datar.

"Mengikuti tema Lord of the Rings, kami menjulukinya Barad-d'r ('Benteng Gelap') dan Ered Lithui ('Pegunungan Abu')," papar O'Hara.

Mata Sauron, Barad-d r, dan Ered Lithui merupakan bagian dari gugusan gunung bawah laut Karma yang telah diperkirakan sebelumnya para ahli geologi sudah berumur lebih dari 100 juta tahun.

Gugusan gunung bawah laut tersebut terbentuk pada sebelah punggungan laut purba dari masa saat Australia bergerak lebih jauh ke selatan mendekati Antarktika.

Letusan Bawah Air 37429

Penemuan gugusan gunung bawah laut tersebut terjadi di hari ke-12 perjalanan penjelajahan O'Hara juga rekan-rekannya menuju Wilayah Samudra Hindia Australia.

Pencarian tersebut dijalankan lewat di atas kapal penelitian laut khusus CSIRO, RV Investigator.

"Misi kami adalah memetakan dasar laut dan mengamati kehidupan laut dari bentang laut kuno dan terpencil ini. Pemerintah Australia baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membuat dua taman laut besar di seluruh wilayah," terang O'Hara.

"Ekspedisi kami akan menyediakan data ilmiah yang akan membantu Parks Australia mengelola kawasan ini di masa depan," tambah O'Hara.

Sekolompok ilmuwan dari beberapa museum, universitas, CSIRO, dan Bush Blitz di seluruh Australia terlibat dalam pelayaran pencarian itu.

"Kami hampir menyelesaikan bagian pertama dari perjalanan kami ke wilayah Pulau Christmas. Bagian kedua dari perjalanan kami ke wilayah Pulau Cocos (Keeling) akan dijadwalkan pada tahun depan atau lebih," ujar O'Hara.

"Tidak diragukan lagi banyak hewan yang kami temukan di sini akan menjadi baru bagi sains dan menjadi catatan pertama kami tentang keberadaan mereka yang berasal dari wilayah ini. Kami mengharapkan lebih banyak penemuan mengejutkan," pungkasnya.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

7 Artis Indonesia yang Diam-diam Ditaksir Artis Lain | Gagal Dipepet!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.7.1 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

7 Artis Indonesia yang Gaet Anak Crazy Rich | Serasi Banget!

10 Orang Terkaya di Indonesia 2021 | Crazy Rich Indonesia Baru Bermunculan!

Download Capcut Pro MOD APK v3.1.0 Terbaru 2021 | No Watermark & Premium Unlocked!

ARTIKEL TERKAIT
Header 19 06ed7
10 Teknologi Canggih Misterius yang Sudah Ada Sejak Zaman Purba. Ada UFO?
Hewan Zaman Purba 1256e
5 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia | Bikin Takjub Dunia!
Penemuan Fosil Cumi Cumi Purba 9f18e
Fosil Cumi-cumi Vampir Ditemukan di Hongaria | Predator Purba Buas?
246fed6d0cf2959a4012903dd00928ef
Mata Kamu Minus? Tanaman Ajaib Ini Bisa Tajamkan Penglihatan Dengan Cepat!
Dino
5 Game Android Bertema Dinosaurus Ini Bikin Kangen Makhluk Prasejarah
Tags Terkait: National Geographic
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal