Magnet Super untuk Matahari Buatan Terbesar di Dunia Sedang Diciptakan!

Default

Tim ilmuwan dan insinyur di Amerika Serikat tengah bersiap-siap untuk mengirimkan komponen pertama dari magnet terkuat di dunia, yang bahkan diklaim lebih kuat dari medan magnet bumi ke Prancis.

Magnet yang juga dikenal sebagai central solenoid ini akan membantu pergerakan reaktor fusi nuklir canggih untuk matahari buatan.

Ia akan menjadi jantung dari panas reaktor fusi terbesar di dunia, International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER).

Eksperimen tokamak (mesin penghasil medan magnet) internasional yang melibatkan 35 negara ini bertujuan untuk membuktikan kelayakan fusi nuklir berkelanjutan demi terciptanya energi bersih.

Di dalam fusi nuklir, atom-atom yang lebih kecil dikombinasikan untuk menjadi lebih besar dan menciptakan sebuah reaksi yang melepaskan sejumlah besar energi.

Saat dirakit sepenuhnya, central solenoid akan memiliki ukuran setinggi 18 meter dan selebar 4,3 meter.

Hal yang menakjubkan tentang central solenoid adalah kemampuannya untuk menghasilkan medan magnet berukuran 13 tesla atau sekitar 280.000 kali lebih kuat daripada medan magnet bumi.

Kekuatan 13 tesla sendiri sudah cukup untuk mengangkat seluruh kapal induk di bumi dengan berat sekitar 100.000 ton.

"Central solenoid adalah elektromagnet berdenyut terbesar dan paling kuat yang pernah dibuat," kata John Smith, Director of Engineering and Projects di General Atomics, perusahaan yang membuat magnet kepada Live Science.

Komponen Central Solenoid

Central Solenoid terdiri dari 6 modul individu yang akan ditumpuk di dalam pusat reaktor ITER. Seluruh magnet tersebut akan memiliki berat 1.000 ton dan menjadi setinggi bangunan 4 lantai.

Pada dasarnya, setiap modul individu merupakan sebuah kumparan besar yang mengandung sekitar 5,6 kilometer baja berlapis niobium timah kabel superkonduktor.

Modul itu lalu dipanaskan di dalam tungku besar selama beberapa minggu demi meningkatkan konduktivitasnya. Kemudian, kabel diisolasi dan koil dibungkus menjadi bentuk akhirnya.

Menurut hukum induksi Faraday, listrik yang melewati kawat menghasilkan medan magnet yang tegak lurus terhadap kawat.

Saat kawat itu digulung menjadi lingkaran, arus listrik akan menghasilkan medan magnet melingkar, hingga setiap kumparan memperkuat kekuatan medan magnet.

Central solenoid akan dibuat dengan berkali-kali melilitkan kawat. Apakah Anda merasa familiar dengan proses ini?

Ya, versi paling sederhana dari solenoid adalah eksperimen di masa SD, ketika siswa/i membungkus kawat di sekitar paku dan menempelkannya ke baterai. Ketika baterai dihidupkan, koil bisa mengambil klip kertas.

Nah, karena ukuran central solenoid sangat amat besar, maka ukuran dan sifat superkonduktor dari central solenoid akan menghasilkan jauh lebih banyak arus listrik yang bisa melewatinya.

Dengan begitu, ia akan mampu untuk menghasilkan medan magnet yang jauh lebih kuat daripada apa pun yang pernah dibuat.

Solenoid si Jantung Matahari Buatan

Central solenoid akan menjadi jantung dari reaktor ITER, karena dapat memungkinkan para ilmuwan untuk mengontrol reaktan fusi nuklir yang umumnya tidak stabil.

Sejak tahun 1950-an, fusi nuklir sebenarnya telah tercapai di dalam beberapa reaktor tokamak, tetapi hanya bisa berlangsung selama beberapa detik.

Rekor terbaru yang dibuat Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) alias matahari buatan China pun mampu mencapai suhu 160 juta derajat celcius selama 20 detik saja.

Matahari Buatan China Ab46f

Fusi nuklir pun dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk menghasilkan listrik, dan reaksinya harus dipertahankan di tingkat yang konstan.

Selain itu, untuk menghasilkan, ia juga membutuhkan lebih sedikit energi daripada yang dihasilkannya.

Salah satu tantangan terbesar untuk fusi berkelanjutan adalah menahan dan memanipulasi plasma yang membakar di dalam reaktor. Central solenoid pun berperan kuat di dalam hal ini.

"Secara teori, medan magnet kuat yang diciptakannya akan menyematkan plasma di dalam tokamak dan mempertahankan reaksi," ujar Smith.

Menurutnya, sangat penting untuk mencapai fusi nuklir berkelanjutan secepat mungkin, supaya teknologi tersebut bisa direplikasi di seluruh penjuru dunia.

"ITER adalah langkah besar ke arah ini yang akan mendemonstrasikan fisika dan teknologi menuju pembangkit listrik fusi," pungkas Smith.

Baca juga artikel IPTEK atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Mengagumkan, Ini Sekolah Milik Yuni Shara dengan Biaya SPP Cuma Rp3.500

Misteri Penemuan Kerangka Gadis yang Terkubur dengan Burung di Mulut| Belum Terpecahkan Puluhan Tahun

Download KineMaster Diamond APK v4.16.5, Edit Video Tanpa Watermark, Gratis!

Download Higgs Domino MOD APK v1.72 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

Ditawari Rp2,5 M, Pemilik Rumah Usang di Halaman Apartemen Thamrin Ogah Angkat Kaki

ARTIKEL TERKAIT
Listrik Nirkabel Ccd41
Selandia Baru Uji Coba Listrik Nirkabel, Mungkinkah Berhasil?
Teleskop Raksasa 7e1da
Misteri Hancurnya Teleskop Pemburu Alien Terbesar | Pernah Muncul di Film Hollywood!
10 Penemu Yang Kesulitan Bahkan Gagal Jadi Kaya Dari Penemuannya E2cd0 E0cbc
10 Penemu Top yang Gak Dapat Untung dan Gagal Jadi Crazy Rich
UFO Dd37e
Indonesia Punya Komunitas BETA-UFO | Mau Gabung?
Cip Otak 1df6c
Cip Otak Elon Musk Segera Akhiri Bahasa Manusia?
Apakah Usia Manusia Juga Bisa Diperpanjang 6553f
Ilmuwan Israel Sukses Perpanjang Usia Tikus | Bisa Perpanjang Usia Manusia Juga?
Tags Terkait: berita
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal