J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Kecepatan T-Rex Ternyata Enggak Seseram di Film | Aslinya Cupu!

Sabtu, 24 Apr 2021, 11:15 WIB
Takut dikejar T-Rex? Mereka tidak secepat yang di film-film, kok. Simak penjelasan selengkapnnya di bawah ini.

Apakah kamu bisa berlari lebih cepat daripada T-Rex? Menurut penelitian terbaru, kamu bahkan mungkin membalapnya hanya dengan berjalan kaki.

Kamu mungkin pernah menonton film Jurassic Park (1993) yang dibintangi oleh Jeff Goldblum, Laura Dern, dan Joe Mazzello.

Film itu menceritakan semua karakter utamanya melarikan diri penuh ketakutan dari T-Rex yang melompat-lompat dengan cepat untuk memangsa mereka.

T-Rex pun dianggap memiliki kemampuan untuk berlari dan melompat dengan sangat cepat.

Namun penelitian sains dengan tegas membantah hal itu dan menyatakan bahwa raja tyrannosaurus itu tidak akan cukup cepat untuk menabrak jip.

Penelitian sains yang terbaru bahkan menyatakan pergerakan yang lebih lambat. Simulasi terbaru yang dilakukan berdasarkan pergerakan ekor menunjukkan bahwa T-Rex bahkan bukan pejalan cepat.

Faktanya, ia berjalan hanya di bawah 3 mph alias 5 km/jam, yang berarti sekitar setengah dari kecepatan perkiraan di penelitian yang sebelumnya.

Menurut British Heart Foundation, kecepatan itu setara dengan kecepatan berjalan rata-rata manusia saja.

T-Rex mencapai miliaran spesies dan hidup di bagian barat dari Amerika Serikat, sejak 66 juta sampai 68 juta tahun yang lalu menjelang akhir periode Cretaceous.

Menurut American Museum of Natural History, T-Rex dewasa akan mempunyai panjang sekitar 12 meter, tinggi 3,6 meter, dan berat rata-rata sekitar 5.000 sampai 7.000 kilogram.

Dilansir dari laporan Live Science, T-Rex terberat yang diketahui ditemukan di Saskatchewan, Kanada dijuluki "Scotty" dan memiliki berat 8.870 kg.

Nah, seberapa cepat hewan sebesar itu bisa bergerak? Pada penelitian pertama, para ilmuwan menjawab pertanyaan tersebut hanya dengan melihat massa dan tinggi pinggul T-Rex.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kecepatan berjalan T-Rex kira-kira antara 4,5 atau 6,7 mph 7,2 atau 10,8 km/jam, yaitu hanya secepat kecepatan normal manusia ketika berlari.

Pasha van Bijlert, penulis utama studi baru tentang kecepatan berjalan T-Rex menyatakan bahwa di penelitian terbaru, para ilmuwan mulai mengeksplorasi peran dari gerakan vertikal ekor T-Rex.

"Ekor dinosaurus penting sekali untuk cara mereka bergerak, di dalam berbagai cara," ucap van Bijlert kepada Live Science melalui email.

"Tidak hanya berfungsi sebagai penyeimbang, ekor juga menghasilkan banyak tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan tubuh ke depan lewat dua otot ekor yang besar - otot caudofemoralis - yang menarik kaki ke belakang selama setiap langkah," lanjutnya.

Pasif dan Aktif

Ekor dari T-Rex berkaki dua akan secara pasif tergantung di udara, namun juga secara aktif terlibat dan bergoyang secara alami ke atas dan ke bawah selama mereka berjalan.

"Kombinasi ini sangat unik untuk dinosaurus, karena tidak ada hewan lain yang hidup dengan fitur ini, ucap van Bijlert.

"Karena itulah, kami sangat tertarik dengan peranannya di dalam cara T-Rex berjalan." pungkasnya.

Pasha van Bijlert kemudian menambahkan bahwa saat ekor T-Rex bergoyang, ekor tersebut menyimpan dan melepaskan energi melalui ligamen yang lentur.

Dilansir dari penelitian Royal Society Open Science, saat ritme ekor yang berayun mencapai resonansi, frekuensi alami dari ekor T-Rex akan menunjukkan frekuensi langkah saat berjalan dengan tenang.

Para ilmuwan memindai dan memodelkan tulang ekor trix (T-Rex dewasa), merujuk tanda di tulang belakang yang terawat baik dan menunjukkan tempat ligamen menempel.

Dari rekonstruksi tulang dan ligamen digital inilah, mereka menciptakan model biomekanik ekor.

Rekonstruksi Tulang Dan Ligamen Digital T Rex Dceda

Sumber foto: (Pasha van Bijlert}

"Model ekor memberikan kemungkinan frekuensi atau ritme langkah untuk trix, tetapi kita juga perlu mengetahui seberapa jauh jarak yang ditempuh dengan setiap langkah," kata van Bijlert.

Untuk menemukan itu, para ilmuwan mengambil langkah panjang tyrannosaurus yang sedikit lebih kecil dari trix dan menskalakannya hingga ukuran trix.

Mereka menentukan bahwa panjang langkah trix adalah 1,9 meter, kemudian menghitung kecepatan berjalan dengan mengalikan frekuensi langkah dengan panjang langkah.

"Model dasar kami mempunyai kecepatan berjalan 2,86 mph alias 4,6 km/jam yang secara signifikan lebih lambat daripada perkiraan kecepatan berjalan yang sebelumnya," ungkap van Bijlert melalui email.

"Bergantung pada beberapa asumsi mengenai ligamen dan bagaimana vertebra berputar, kita akan memperoleh kecepatan yang sedikit lebih lambat atau lebih cepat, yaitu 1,79 sampai 3,67 mph (2,88 hingga 5,9 km/jam)," katanya.

"Namun secara keseluruhan, semuanya lebih lambat daripada perkiraan yang sebelumnya."

Meliputi Dasar Baru

"Meski begitu, masih ada beberapa ketidakpastian di dalam perhitungan ini, karena berfokus pada gerakan ekor naik-turun," kata John Hutchinson, profesor evolusi biomekanik.

"Selain itu, ada otot dan gerakan dari sisi ke sisi yang tidak dipertimbangkan," lanjutnya yang tidak terlibat di dalam penelitian terbaru.

"Tak ada orang waras yang mengira bahwa dinosaurus memiliki ekor yang sangat kaku, tetapi itu telah menjadi topik yang diabaikan sebagai daya penggerak," ujar Hutchinson.

"Jadi, studi ini mencakup beberapa landasan baru dengan cara yang cerdas dengan model asli."

"Perkiraan terbaru juga mencerminkan penekanan besar di penyimpanan elastis dan kapasitas penyimpanan ekor T-Rex dapat lebih rendah daripada yang diduga di model penelitian," tambah Hutchinson.

"Meski demikian, model ekor yang fleksibel ini pasti berguna untuk diintegrasikan dan dibandingkan dengan pendekatan lain di masa mendatang," ujarnya.

Kecepatan lari maksimum dari T-Rex diprediksi berada di kisaran 10 sampai 25 mph (16 hingga 40 km/jam).

Ilmuwan biomekanik telah lama mengusulkan bahwa kecepatan lari maksimum T-Rex akan menjadi terbatas karena ketebalan tulangnya yang menyebabkan hewan itu menjadi berat.

"Namun, ekor yang fleksibel bisa mengubahnya dengan bertindak sebagai peredam kejut selama berlari, hingga memungkinkannya untuk berlari lebih cepat tanpa mematahkan tulangnya," kata van Bijlert.

"Kami juga ingin menerapkan metode kami pada lebih banyak spesies, karena itu mungkin mengungkap adaptasi evolusioner yang menarik di dalam peran ekor untuk pergerakan spesies tersebut," pungkasnya.

Baca juga artikel Iptek atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

7 Artis Indonesia yang Gaet Anak Pejabat | Ada yang Berhenti dari Dunia Hiburan!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.7.1 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Kumpulan Foto Anak Mulan Jameela yang Jarang Tersorot | Memesona Seperti Ibunya!

10 Aplikasi Edit Video PC Gratis Terbaik 2021, Ringan & Banyak Fitur!

Viral, Video Warga Eropa Mengungsi ke Indonesia karena Asteroid | Simulasi atau Sungguhan?

ARTIKEL TERKAIT
Fenomena Sains Di Al Qur An 30961
7 Fenomena Sains Mencengangkan yang Terbukti di Al-Quran
Fakta Unik Antarktika Db6cd
10 Fakta Unik Antarktika | Jangan Sampai Typo!
Mitos Dinosaurus Banner 30cfc
Dinosaurus di Film Cuma Hoax? Inilah 7 Fakta yang Paling Mencengangkan!
Fosil Dinosaurus Terbesar Di Bumi 84c7b
Kenapa Indonesia Bakalan Tidak Ada Fosil Dinosaurus? | Ternyata Ini Alasannya!
Fosil Dinosaurus T Rex Bd9b6
Fosil Dinosaurus Terbesar di Bumi Ditemukan | Usianya 98 Juta Tahun!
Elon Musk C9454
Perusahaan Elon Musk Mau Hidupkan Dinosaurus! | Bikin Jurassic Park?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal