Waduh, Gunung Es Raksasa Berukuran 7 Kali Kota Jakarta Terlepas dari Antartika!

Default

Bongkahan es raksasa yang besarnya 7 kali lipat dari DKI Jakarta telah terlepas dari Antartika ke Laut Weddell dan menjadi gunung es terbesar yang saat ini mengapung di dunia, kata Badan Antariksa Eropa, Rabu (19 Mei 2021).

Gunung itu dinamai A-76 oleh para ilmuwan dan terlihat dalam gambar satelit baru-baru ini yang diambil oleh misi Copernicus Sentinel-1.

Luas permukaannya meliputi 4.320 km persegi dan berukuran panjang 175 km dengan lebar 25 km. Dengan kata lain, luas bongkahan es ini hampir mencapai 7 kali lipat luas DKI Jakarta yang mencapai 661 km persegi.

Besarnya A-76, yang memisahkan diri dari Lapisan Es Ronne Antartika, menempati peringkat pertama sebagai gunung es terbesar yang ada di planet ini atau melebihi A-23A yang sekarang berada di tempat kedua.

A-23A berukuran sekitar 3.380 km persegi (1.305 mil persegi) dan juga mengambang. di Laut Weddell.

A-76 pertama kali terdeteksi oleh British Antarctic Survey dan dikonfirmasi oleh Pusat Es Nasional AS yang berbasis di Maryland dengan menggunakan citra dari Copernicus Sentinel-1, yang terdiri dari dua satelit yang mengorbit kutub.

Lapisan Es Ronne di sisi Semenanjung Antartika adalah salah satu yang terbesar dari beberapa lapisan es terapung dengan ukuran yang sangat besar dan terhubung ke daratan benua dan meluas ke laut sekitarnya.

Sebelumnya, Gunung es raksasa, yang lebih besar dari ukuran kota London, telah memisahkan diri dari Antartika. Peristiwa ini terjadi di dekat stasiun penelitian Inggris, seperti yang dilaporkan British Antarctic Survey (BAS), Jumat (26/02/2021).

Gunung es berukuran 1.270 kilometer persegi lepas dari Paparan Es Brunt setebal 150 meter setelah melalui proses yang disebut "calving" (mencair dan memisahkan diri).

Para ilmuwan telah memperkirakan bongkahan besar es akan lepas satu dekade yang lalu setelah "retakan besar" pertama terbentuk di paparan es.

"Tim kami di BAS telah dipersiapkan untuk [mengamati] calving gunung es dari Paparan Es Brunt selama bertahun-tahun," kata direktur Survei Antartika Inggris Profesor Dame Jane Francis dikutip dari dw.com.

Peristiwa menjelang perpecahan gunung es ini diketahui mengalami percepatan pada November tahun lalu, seperti yang dijelaskan oleh BAS.

Dipicu Oleh Perubahan Iklim?

Gunung es secara alami terlepas dari Antartika ke laut, tetapi prosesnya dipercepat oleh perubahan iklim.

BAS mengatakan, "tidak ada bukti bahwa perubahan iklim telah memainkan peran penting dalam kasus ini."

"Selama beberapa minggu atau bulan mendatang, gunung es ini mungkin menjauh atau bisa tenggelam dan masih berada di dekat Paparan Es Brunt. Jaringan instrumen GPS kami akan memberikan peringatan dini jika pembentukan gunung es ini menyebabkan perubahan es di sekitar stasiun kami, "kata Francis.

Tags Terkait: antarctica
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal