Fosil Buaya Berusia 8 Juta Tahun Ditemukan | Spesies Baru dan Beda!

Default

Baru-baru ini kembali ditemukan fosil tengkorak buaya yang diperkirakan berumur delapan juta tahun di Australia. Penemuan fosil ini diperkirakan merupakan bagian dari spesies yang telah punah tetapi baru terdata oleh ilmuwan.

Fosil tengkorak buaya ini ditemukan di sekitar 200 km dari Alice Springs, dekat dengan kawasan Northern Territory (NT).

Spesies buaya ini baru akan diberikan nama pada tahun 2022 dan telah diperkirakan adalah salah satu genus baru dari kalangan reptil.

Salah satu kurator senior Museum and Art Gallery di NT, Dr Adam Yates menyebutkan kalau tengkorak ini ditemukan pada situs fosil Alcoota di Australia tengah.

Bahkan Yates menyebut kalau tengkorak tersebut adalah spesimen terbaik dari buaya baru yang pernah ditemukan, seperti yang dikutip dari BBC.

"Temuan itu mengungkap spesies baru yang tak pernah ada di Australia tengah, sesuatu yang tidak kami ketahui sebelumnya. Ini mengejutkan karena kawasan tengah Australia pernah ada sungai untuk habitat buaya," ujarnya.

"Temuan ini salah satu petunjuk dalam memahami fauna Australia yang berevolusi sejalan dengan perkembangan waktu," imbuhnya.

Memburu Mangsa Besar

Yates menjelaskan bahwa genus buaya baru tersebut tinggal di Australia tengah pada jutaan tahun lalu. Namun, tengkorak yang ditemukan di Alcoota tersebut berasal dari spesies yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

"Spesies ini belum ada namanya dan sangat berbeda dengan keluarga terdekat," tambahnya.

Ia menyebutkan buaya yang ada sekarang berasal dari cabang yang jauh berbeda dari keluarga buaya.

Genus buaya baru tersebut mempunyai ciri anatomi yang terbilang berbeda dengan buaya lainnya. "Buaya ini memiliki gigi besar. Buaya jenis ini mencari mangsa besar. Fauna yang sangat besar," ungkapnya.

Genus buaya itu pertama dilaporkan oleh ABC News. Tengkorak ini awalnya ditemukan di tahun 2009, tetapi belum dipamerkan di Museum and Art Gallery of the Northern Territory dalam bentuk aslinya.

Namun, tengkorak ini ditampilkan pada Museum dalam bentuk 3 dimensi atau 3D. "Tentu saja, mempersiapkan fosil buaya seperti itu perlu waktu lama dibersihkan dan diperbaiki," ujar Yates.

"Saat ditemukan di bawah tanah, tengkorak ini penuh kotoran. Kami menggunakan banyak lem agar tetap terekat saat diangkat. Saya mempersiapkan fosil ini perlahan-lahan, ini temuan yang spesial," tutupnya.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

Fasih Berbahasa Indonesia, 6 Artis Asing Ini Kerap Dikira WNI!

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Tanpa Aplikasi!

Wajah Cantik Bak Bidadari, 5 Artis Indonesia Ini Dulunya Cowok!

Jarang Muncul, Penampilan Anak Ariel NOAH di Lebaran Curi Perhatian

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

ARTIKEL TERKAIT
Game Ps5 6eba6
10 Game PS5 yang Paling Ditunggu, Gak Sabar Banget Buat Main!
Kabel Hdmi Mcable Untuk Gaming Dan Film
Canggih! Kabel HDMI Murah Ini Ubah PS4 Jadi PS5
Ps5
Harga Terjangkau, Performa PS5 Akan Setara PC Seharga Rp 15 Jutaan!
Sejarah Lengkap Konsol Ps1 Sampai Ps5 Mana Yang Jadi Favoritmu A80ae
Sejarah Lengkap Konsol PS1 sampai PS5, Mana yang Jadi Favoritmu?
Ps5 Vs Xbox 920x613 Custom Eddb7
5 Alasan Xbox Series X Lebih Baik dari PS5, No. 3 Pasti Setuju Banget!
Ps4 Pro Vs Ps5 Banner 26d4c
PS4 Pro vs PS5, Mana yang Lebih Worth It Dibeli? Ini Perbandingannya!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal