Suka Makan? Evolusi Manusia Purba Ternyata Dipicu oleh Makanan Lezat

Default

Makanan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan manusia yang paling dasar. Bayangkan kalau misalnya semua makanan rasanya hambar. Bisa-bisa manusia punah karena lupa atau gak minat makan.

Untungnya, evolusi bikin manusia jadi makin inovatif dalam mengolah makanan. Bermodal bahan biasa hingga bahan makanan termahal, semua bisa dimanfaatkan untuk bikin makanan jadi terasa lebih nikmat.

Dalam buku berjudul Delicious: The Evolution of Flavor and How It Made Us Human karangan Rob Dunn dan Monica Sanchez, ternyata selera akan makanan lezat juga menjadi pemicu evolusi manusia, lho.

1 F518a

Manusia purba yang memiliki kemampuan penciuman dan menginginkan aroma lebih kompleks, serta menyukai makanan dan minuman asam memiliki keunggulan evolusioner dibanding manusia purba saingannya.

Menurut hipotesa, salah satu penemuan paling signifikan oleh manusia purba seperti kampak batu dan api juga sebagian didorong oleh keinginan manusia purba dalam memproduksi makanan yang lebih lezat.

Rob Dunn yang juga berprofesi sebagai Profesor Ekologi Terapan di North Carolina State University, menuturkan bahwa momen ini merupakaan saat di mana manusia memilih untuk memasak makanan untuk membuatnya lebih lezat.

Selain lebih lezat, memasak makanan terutama daging dan akar-akaran bikin makanan tersebut menjadi lebih sehat, lebih aman dikonsumsi, serta membebaskan lebih banyak kalori.

Peneliti beranggapan bahwa kemampuan menggunakan api yang diadopsi manusia 1 juta tahun yang lalu, memiliki peranan besar terhadap evolusi manusia dengan ukuran otak yang lebih besar.

Dunn menambahkan, "memiliki otak besar menjadi lebih murah ketika anda melepaskan lebih banyak kalori dari makanan dengan memasaknya".

Manusia yang suka mengonsumsi makanan matang berevolusi lebih cepat dibanding manusia lain. Namun, mendapatkan lebih banyak kalori bukan alasan utama manusia purba memasak makanan.

2 73cfc

Memasak makanan bikin makanan jadi terasa lebih enak. Hasilnya, manusia purba mulai memakan hal yang awalnya gak mereka makan. Bahan ini termasuk daging atau tumbuh-tumbuhan yang bernutrisi.

Nutrisi dari bahan makanan yang dimasak tersebut memenuhi kebutuhan gizi manusia dan kemudian memicu evolusi. Kemampuan manusia dalam mencium aroma juga mencegah mereka memakan makanan busuk yang mengandung bakteri dan virus.

Kecenderungan manusia dalam mengonsumsi makanan dan minuman asam fermentasi seperti bir atau anggur juga diwariskan dari evolusi nenek moyang kita.

Manusia adalah sebagian kecil mamalia yang suka rasa asam. Reseptor asam pada manusia berevolusi untuk memberi penghargaan jika mereka menemukan dan memakan makanan membusuk yang terasa asam, terutama jika rasanya juga sedikit manis.

Rasa asam dan sedikit manis tersebut merupakan pertanda bahwa bakteri asam sedang bekerja, yang artinya makanan tersebut sedang berfermentasi dan tidak membusuk.

Manusia purba yang bisa membedakan rasa asam fermentasi dan rasa asam akibat pembusukan memiliki kelebihan evolusioner. Mereka tidak mudah keracunan atau terkena penyakit mematikan akibat bakteri dan virus.

Rasa suka manusia akan makanan dan minuman fermentasi tersebut jugalah yang membuat mereka dapat bertahan hidup ketika musim dingin. Mereka mampu mengawetkan makanan sebagai pasokan di musim dingin.

Rasa juga mendorong manusia untuk bereksplorasi dan berinovasi. Menurut Dunn, salah satu alasan manusia purba menciptakan alat adalah untuk mendapatkan bahan makanan yang sulit dijangkau.

Zxcneevx 1280x720 D0a5c

Alat seperti tombak atau kampak bikin manusia purba dapat berburu dan memakan makanan yang belum pernah mereka makan sebelumnya.

Hanya saja, selera manusia purba akan makanan lezat ini juga memiliki dampak negatif terhadap spesies lain. Dunn menduga bahwa mamalia yang punah duluan seperti mammoth memiliki daging yang lezat sehingga kerap diburu.

Memiliki beragam alat memberi kepercayaan diri pada nenek moyang kita untuk menjelajahi lingkungan baru tanpa perlu khawatir akan makanan ataupun iklim.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba.

BACA JUGA

5 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia | Bikin Takjub Dunia!

Kupas Tuntas Aplikasi Compass Penghasil Uang yang Dinyatakan Haram dan Ilegal

Kumpulan Foto Editan Gagal yang Kocak | Ada Harimau Sinetron!

50+ Lagu Pop Indonesia Terbaik dan Terbaru 2021 | Mana Favoritmu?

Bukan Ulah Alien, Misteri Segitiga Bermuda Akhirnya Berhasil Dipecahkan!

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal