Bukan Mitos! 4 Kota di Dunia Ini Benar-benar Tenggelam | Atlantis di Dunia Nyata?

Sampai saat ini, keberadaan pulau Atlantis yang pertama kali disebut oleh Plato masih menjadi pertanyaan besar dan belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Kota yang konon tenggelam ke dasar samudera hanya dalam waktu sehari semalam tersebut menjadi kisah yang menarik hingga saat ini.

Jika kamu tertarik dengan kisah mengenai kota yang tenggelam, kamu akan senang mengetahui bahwa ada setidaknya empat kota di dunia ini yang benar-benar tenggelam (dan benar-benar ada).

Di mana saja dan mengapa kota-kota tersebut bisa tenggelam? Yuk, simak informasinya berikut!

1. Saeftinghe/Saaftinghe, Belanda

Saeftinghe Ec463

Dahulu, Sarftinghe adalah sebuah kota di barat daya Belanda yang ditinggali orang-orang pada abad ke-13 dengan mengeringkan rawa.

Mereka juga mendirikan tanggul, mengolah lahan pertanian, dan melancarkan perdagangan.

Daerah tersebut menjadi tanah yang subur yang nyaman untuk hidup sebelum benar-benar tenggelam pada tahun 1584.

Awalnya, Saeftinghe dilanda banjir selama bertahun-tahun yang membuat beberapa bangunan hancur. Salah satunya adalah banjir All Saint pada tahun 1570 yang merendam sebagian besar tanahnya.

Saat Perang Delapan Puluh Tahun berkecamuk, tentara Belanda terpaksa menghancurkan tanggul utuh terakhir demi mempertahankan Antwerpen yang menyebabkan Saeftinghe tenggelam.

Seftinghe tak pernah dapat dipulihkan kembali dan tetap terkubur di bawah lapisan pasir dan tanah.

2. Lion City, China

Lion City D258e

Danau Qiandao, China memuat lebih dari sekedar air tawar dan biota air. Di bawahnya, ada sebuah kota kuno yang menjadi bukti peradaban ribuan tahun lalu.

Kota yang sering dijuluki Atlantis dari Timur itu bernama Lion City dan diperkirakan berusia 1.400 tahun, meski beberapa struktur mengisyaratkan adanya bagian-bagian yang berusia lebih tua.

Dahulu, kota ini berdiri di kaki Gunung Wu Shi (Lima Singa) hingga akhirnya ditenggelamkan pada tahun 1959.

Iya, kamu nggak salah baca. Kota ini memang sengaja dibenamkan di dalam air sebagai bagian dari proyek Bendungan Sungai Xin'an yang dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga air di wilayah itu.

Memang, Danau Qiandao adalah danau buatan manusia yang memiliki kedalaman sekitar 25 hingga 40 meter, geng.

Penenggelaman kota ini berdampak positif karena peninggalan tersebut jadi tak tersentuh oleh tangan-tangan jahil manusia atau rusak karena sebab-sebab lainnya.

Hal tersebut juga dikarenakan air Danau Qiandao begitu murni sehingga mampu memelihara situs tersebut dengan begitu baik.

3. Rungholt, Jerman

Rungholt 06040

Dahulu, pemukiman bernama Rungholt di Jerman merupakan kota dan pelabuhan yang penting, meski hanya dihuni oleh kurang lebih 3.000 penduduk.

Awalnya, Rungholt sempat dikatakan hanyalah dongeng - sama seperti Atlantis, namun beberapa dokumen dan berbagai temuan arkelog membuktikan peradaban manusia pernah terjadi di Rungholt.

Kota ini tenggelam digulung gelombang pasang Laut Utara pada 15 atau 16 Januari 1362.

Pelestarian Rungholt tak bisa dikatakan mudah karena sedimennya yang terus bergeser, bahkan dahulu kota tersebut masih berlokasi di teritori Denmark, loh.

Permukiman tersebut juga disebut "Atlantis di Laut Utara". Legenda mengatakan Rungholt dihancurkan alam sebagai hukuman dari Tuhan atas dosa-dosa penduduknya. Mirip Pompeii gitu, ya?

4. Port Royal, Jamaika

Port Royal 0b6ed

Di Port Royal, kehidupan bajak laut sesungguhnya benar-benar tergambar secara nyata, geng. Tak heran kalau kota tersebut disebut sebagai "kota paling durjana di muka bumi".

Port Royal didirikan pada tahun 1494 oleh Spanyol dan pernah menjadi yang terbesar di Karibia. Pusat pelayaran dan perdagangan di Laut Karibia ada di sana, geng.

Namun, gemerlap kota di pinggir laut tersebut berakhir diguncang gempa bumi dan dilibas tsunami pada 7 Juni 1692.

Sebagian besar dari kota hilang, bahkan benteng pun turut hancur dan tenggelam.

Gempa bumi yang melanda seluruh Jamaika tersebut menempatkan warga Port Royal pada risiko kematian yang lebih besar dari yang lainnya, terbukti dari ribuan penduduk yang tewas karena bencana tersebut.

Sejak saat itu, dua per tiga bagian dari kota tersebut tenggelam di bawah perairan.

Akhir Kata

Tak seperti Atlantis, kota-kota di atas memang pernah ada dan menjadi salah satu sejarah peradaban penting, geng.

Hanya saja, berbagai peristiwa mengakibatkan kota-kota itu tenggelam ke dasar air, entah karena disengaja atau tidak.

Selain pandemi yang melanda, ada isu lain yang memiliki dampak yang lebih besar bagi semua manusia di bumi. Isu tersebut adalah perubahan iklim yang perlahan merubah situasi lingkungan hidup kita.

Pasalnya, bila tidak ditanggulangi, perubahan iklim bisa menciptakan berbagai cuaca ekstrem di bumi, sampai-sampai planet ini tidak layak huni lagi. Salah satu dampaknya yang mulai terlihat saat ini adalah daratan yang pelan-pelan tenggelam.

Berdasarkan riset yang diterbitkan di jurnal Nature Climate Change, kota-kota besar di dunia yang terletak di pesisir mengalami kenaikan permukaan laut yang mengkhawatirkan.

Jakarta, New Orleans, dan Shanghai termasuk dalam kota-kota yang memiliki ancaman serius karena kenaikan permukaan laut yang cepat dibandingkan garis pantainya. Alhasil, daratannya pun jadi tenggelam karena air naik.

Pada dasarnya, penurunan muka tanah ini terjadi dengan lambat, namun aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah, ekstraksi minyak dan gas, penambangan pasir, hingga pembangunan di sekitar pesisir dapat mempercepatnya.

"Penurunan muka tanah menyebabkan kenaikan permukaan laut relatif ditambah tenggelamnya daratan. Akibatnya lahan pertanian menjadi asin, merusak bangunan, menyebabkan banjir yang meluas bahkan bisa berarti hilangnya seluruh wilayah pesisir," tulis Robert James Nicholls, Profesor Universitas East Anglia, di The Conversation.

Riset yang dilakukan Nicholls dan rekan-rekannya menemukan bahwa rata-rata wilayah pesisir mengalami kenaikan laut kurang dari 2 milimeter per tahun, tetapi daerah yang padat penduduknya mengalami kenaikan 8 milimeter hingga 10 milimeter per tahunnya.

Selain itu, riset tersebut juga menyimpulkan bahwa masyarakat kerap memilih daerah yang rawan tenggelam untuk ditinggali, sehingga semakin mempercepat penurunan muka tanah.

Itulah yang membuat deretan kota-kota besar di dunia berikut ini terancam tenggelam. Simak hasil analisanya berikut.

1. Jakarta

Kota Besar Di Dunia Yang Akan Tenggelam Jakarta 2e2df

Kota Jakarta dikenal sebagai ibukota yang sangat padat dengan penduduk. Akibat hal tersebut, sebagian besar wilayah kota Jakarta mengalami penurunan 10 centimeter lebih setiap tahunnya.

Penurunan tanah yang drastis itu menyebabkan perencanaan kota yang efektif dan efisien sulit dilakukan. Bahkan, tak sedikit bangunan dan infrastruktur yang ditinggalkan karena terendam air laut.

Sebenarnya, pemerintah telah membangun tanggul laut yang tinggi untuk mengatasi hal ini. Namun, aktivitas masyarakat seperti penyedotan air yang terus berlanjut membuat solusi tersebut sia-sia.

Pada tahun 2019, pemerintah mengusulkan untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan. Hal ini menjadi solusi terakhir karena permukaan tanah Jakarta yang perlahan-lahan mulai menghilang dan sulit mengatasi hal tersebut.

2. New Orleans

Kota Besar Di Dunia Yang Akan Tenggelam New Orleans 429ae

Kota New Orleans di Amerika Serikat menjadi salah satu kota besar di dunia yang terancam tenggelam.

Padahal, kota tersebut sudah berhasil membangun tanggul dan parit yang bisa mencegah penurunan tanah dengan mengeringkan tanah.

Namun sayangnya, pada tahun 2005, badai Katrina menerpa kota ini dan menimbulkan berbagai kerusakan yang parah. Estimasi kerugiannya pun mencapai hingga 40 miliar dolar AS.

3. Shanghai

Kota Besar Di Dunia Yang Akan Tenggelam Shanghai 4debf

Ikonik dan autentik membuat kota Shanghai menjadi salah satu kota besar yang digemari para turis. Bahkan, kota ini berkembang pesat hanya dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, dibalik semua penampilan kota Shanghai yang menarik, ada isu penurunan muka tanah sebesar 2,5 cm per tahun yang sulit ditanggulangi.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya gedung pencakar langit, jalur metro, dan jalan raya yang membuat muka air tanah turun. Diperkirakan pada tahun 2100, permukaan air laut dapat meliputi hingga 15% kota yang berkelap-kelip ini.

Baca juga artikel seputar Sejarah atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

BACA JUGA

Ilmuwan Sebut Rotasi Bumi Makin Cepat | Ancaman Bahaya Bagi Manusia?

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

5 Kembaran Artis yang Memilih Berkarier di Luar Dunia Hiburan

21+ Film Romantis Indonesia Terbaik & Terbaru 2021, Bikin Baper!

Matahari Buatan China Raih Rekor, Pertahankan 120 Juta Derajat Celcius dalam 100 Detik!

ARTIKEL TERKAIT
Gempa Bumi Terdahsyat 55312
10 Gempa Bumi Terbesar yang Pernah Tercatat Dalam Sejarah
Kota Indonesia Internet Paling Ngebut Banner A2965
Bukan Jakarta, Inilah Daftar Kota di Indonesia dengan Internet Paling Ngebut!
Banner 6e293
7 Virus Paling Mematikan Sepanjang Masa, Virus Corona Paling Parah?
Nonton Download Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck B0023
Nonton Film Tenggelamnya Kapal van der Wijck (2013), Titanic Ala Indonesia?
Banner Jadi 38f1f
Ngeri! 5 Kota yang Ditinggalkan Karena Wabah dan Penyakit Mematikan
7 Kota Dengan Perkembangan Teknologi Paling Canggih Di Dunia E0ca6
7 Kota dengan Teknologi Paling Canggih di Dunia | Amerika Menang Telak?
Tags Terkait: fenomena
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal