Ahli Aksara Kuno Indonesia Ini Bisa Baca 30 Jenis Aksara Berusia 500 Tahun!

Diaz Nawaksara, ahli aksara kuno Indonesia ini tumbuh selama periode kebangkitan Internet dan telekomunikasi.

Ketika berusia 30 tahun dan berkuliah, dia memutuskan untuk belajar manajemen informasi, dengan fokus pada penyimpanan informasi melalui metode komputasi.

Namun semodern kualifikasi pendidikannya, pekerjaannya saat ini melibatkan sesuatu yang sangat kuno yakni melestarikan aksara Indonesia yang usianya sudah mencapai 500 tahun.

"Saya memulai tahun 2012 dengan mempelajari aksara Jawa terlebih dahulu," kenang Nawaksara, bercerita tentang bahasa asli orang-orang Indonesia pada pulau terpadat di dunia, Jawa, dikutip dari Channel News Asia.

Saat ini, ia dapat membaca dan menulis lebih dari 30 aksara Indonesia kuno. Dia fasih memahami sekitar setengah dari bahasa yang terkait dengan aksara kuno itu.

Aksara Jawa 3794f

Ini adalah kemampuan yang langka mengingat kebanyakan orang Indonesia hanya bisa membaca satu atau dua jenis aksara.

Kebanyakan orang Indonesia bisa membaca aksara Latin, huruf yang digunakan untuk bahasa nasional Bahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

Sebagian besarnya juga tahu bahasa Arab karena membaca Alquran, ada juga sekelompok masyarakat yang bisa bahasa Mandarin.

Menurut Nawaksara, secara umum mempelajari aksara kuno Indonesia cukup mudah.

"Transformasi sebuah naskah dari waktu ke waktu masih bisa dilacak, mungkin masalahnya lebih pada pemahaman bahasa dan maknanya. Karena sebagian besar bahasa dalam manuskrip jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari."

"Penguasaan kosakata menentukan kefasihan dalam membaca naskah kuno, terlepas dari jenis naskahnya," katanya lagi.

Pernah menjadi guru bahasa Inggris dan pemandu wisata, Nawaksara sekarang menjadi peneliti lepas yang bekerja untuk melestarikan naskah kuno Indonesia serta sejarah.

Kesempatan Belajar dengan Manuskrip Jawa Kuno Langsung

Tulisan Kuno Indonesia A3313

Diaz Nawaksara lahir dan besar di kota Bandung, Jawa Barat. Orang tuanya adalah etnis Sunda. Usahanya membaca dan menulis aksara Jawa itu rupanya tidak disengaja.

Dia selalu tertarik pada barang antik. Sejak sekolah menengah pertama, ia telah mengumpulkan barang-barang yang berasal dari zaman sebelum kemerdekaan Indonesia seperti radio tua, gramopon, dan belati keramat yang dikenal sebagai keris.

Setelah menyelesaikan studinya, ia pindah ke Yogyakarta untuk bekerja sebagai pemandu wisata dan guru bahasa Inggris di kota yang sering dijuluki sebagai ibu kota budaya Indonesia.

Suatu hari, dia pergi ke pasar loak lokal dan menemukan manuskrip Jawa kuno. Ia tergelitik dan memutuskan untuk membelinya meski tidak bisa membaca aksara Jawa.

Ternyata itu adalah manuskrip undang-undang kuno kesultanan Yogyakarta pada masa penjajahan Belanda. Naskah itu dikenal sebagai rijksblad.

Kebetulan pacarnya adalah orang Jawa dan bisa membaca manuskripnya. Dia mengajarinya cara membacanya.

"Untungnya, saya juga hobi bahasa sehingga saya bisa mempelajarinya dengan intens dan fokus. Setelah sebulan, saya bisa mulai menulisnya dan setelah dua, tiga bulan saya bisa membacanya dengan lancar," ujarnya.

Ini menandai dimulainya pencariannya untuk menemukan manuskrip lain dan mempelajari berbagai aksara Indonesia kuno.

"Sejak itu, saya mulai mengoleksi lebih banyak buku kuno Jawa. Setahun kemudian, saya menemukan naskah yang lebih tua bernama aksara Kawi," katanya.

Kawi dianggap sebagai nenek moyang aksara Jawa dan dianggap terkait dengan aksara India yang berkembang sekitar abad ke-8 hingga ke-16.

Untuk menambah pemahamannya, Nawaksara mengunjungi kuil dan museum yang memamerkan naskah tersebut.

Manuskrip Kuno Memberikan Jawaban Tentang Nenek Moyang

Aksara Pallawa 711d1

Nawaksara telah berkelana ke seluruh Indonesia untuk menemukan manuskrip kuno dan mempelajari aksaranya.

Dia mengatakan ini membawanya pada pemahaman sejarah yang lebih baik. Ada lebih dari 600 etnis di Indonesia dan mengetahui beberapa aksara kuno.

Hal ini mengarahkannya pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana berbagai etnis di Indonesia dan bahkan meluas ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dia sering membeli manuskrip kuno untuk mempelajarinya lebih lanjut. Karena biasanya meminta harga hingga setinggi Rp500 juta, ia terkadang tawar-menawar dengan penjual dan meminta untuk menulis ulang dengan harga yang lebih rendah.

Pasalnya, seoarang peneliti tidak pernah membayar lebih dari Rp5 juta untuk sebuah naskah.

Dalam pencariannya, ia juga menemukan aksara Bali yang sakral dan diyakini memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Dia suka mengetahui hal-hal baru dan memberikan jawaban atas pertanyaan orang-orang yang sering dia dapatkan dengan membaca naskah kuno.

Namun di atas segalanya, Nawaksara meyakini penting untuk mengetahui aksara kuno Indonesia dan melestarikannya karena mencerminkan jati diri bangsa.

"Banyak orang tidak tahu nenek moyang mereka dan apa keahlian mereka. Mereka tidak tahu karena tidak bisa membaca sumbernya."

"Ketika mereka bisa membaca manuskrip, itu berarti mereka tahu lebih banyak detail tentang leluhur mereka."

Mempelajari Manuskrip Kuno Demi Identitas Bangsa

Aksara Kawi 5d693

Mengutip kutipan dari presiden pertama Indonesia dan pendiri negara Soekarno, Nawaksara mengatakan, "Ketika menjadi Muslim, jangan menjadi orang Arab. Ketika menjadi Hindu, jangan menjadi seorang India. Ketika menjadi seorang Kristen, jangan menjadi seorang orang Barat."

"Ini semua tentang identitas, saat ini, ada orang beragama yang tersesat karena tidak tahu identitasnya," jelas Nawaksara.

Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa Nawaksara kini ingin mendigitalkan manuskrip yang diketahuinya agar tidak hilang oleh zaman.

Keahlian manajemen informasi yang diperolehnya selama kuliah membantunya dalam hal ini. Dia sedang mengerjakan pengetikan ke dalam situs web dari manuskrip Indonesia kuno untuk masyarakat di masa depan.

Bagi yang ingin mempelajari aksara kuno, Nawaksara merekomendasikan bergabung dengan komunitas agar prosesnya lebih mudah.

Ia pun berharap pemerintah lebih terlibat dalam pelestarian aksara kuno Indonesia. "Sebisa mungkin, secepatnya pemerintah harus mengeluarkan undang-undang atau keputusan presiden bahwa skrip-skrip itu dimiliki oleh negara Indonesia."

Baca juga artikel seputar Sejarah atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

5 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia | Bikin Takjub Dunia!

15 Aplikasi Penghasil Uang Tercepat 2021, Langsung Cair & Terpercaya!

Kumpulan Foto Editan Gagal yang Kocak | Ada Harimau Sinetron!

Cara Jual Foto di Shutterstock | Lengkap dengan Syarat & Langkahnya!

5 Pro Player yang Menghancurkan Kariernya Sendiri, Pelecehan Pada Fans!

ARTIKEL TERKAIT
6cca3075a8698ead9197e791982ea600
4 Spesies 'Alien' yang Hidup di Bawah Segitiga Bermuda
Images 1aga 1a894
10 Foto Misterius yang Hingga Kini Belum Terpecahkan
B33888a2329ae2942c4d9641fdacf44f
10 Rekaman Suara Paling Seram dan Misterius di Dunia, Jangan Didengerin!
10 Tempat Misterius Yang Bisa Kamu Temukan Di Google Earth Bagian 1 Banner
10 Tempat Misterius yang Bisa Kamu Temukan di Google Earth (Bagian 1)
Untitled 1 D8067
5 Tempat Misterius dan Terkutuk Di Dunia
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal