Beku 24.000 Tahun di Permafrost Siberia, Rotifera Ini Bangkit!

Setelah "menikmati" hibernasi beku selama 24.000 tahun, rotifera tunggal akhirnya hidup kembali.

Para ilmuwan mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang hewan multiseluler yang satu ini.

Sehingga akan mengarah kepada cara yang lebih baik untuk melaksanakan kriopreservasi sel, jaringan, dan organ makhluk hidup.

Rotifera merupakan hewan air yang menyerupai cacing, sehingga lebih suka tinggal di lingkungan air tawar dan tanah yang lembab.

Organisme kompleks ini tidak karismatik seperti tardigrade, hewan mikroskopis lainnya, tetapi rotifera dikenal karena keterampilan bertahan hidupnya yang cukup ekstrem.

Bagaimana tidak? Hewan mikroskopis ini sanggup bertahan di tengah dehidrasi, suhu beku, kelaparan, dan kadar oksigen yang rendah.

Dengan membangkitkan rotifera berusia 24.000 tahun yang ditemukan di permafrost Siberia, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa makhluk ini bahkan lebih tangguh daripada perkiraan sebelumnya.

Stas Malavin, seorang ahli biologi di Soil Cryology Laboratory di Institute of Physicochemical and Biological Problems in Soil Science di Pushchino, Rusia turut terlibat di dalam studi ini.

"Hingga hari ini, laporan kami adalah bukti terkuat yang menunjukkan bahwa hewan multiseluler bisa bertahan selama puluhan ribu tahun di dalam kriptobiosis, keadaan metabolisme yang hampir sepenuhnya terhenti," kata Stas Malavin.

Hal itu tentu adalah sebuah prestasi yang mengesankan untuk mikroba, tetapi tidak sampai menembus rekor.

Mengingat pada tahun 2018, para ilmuwan Rusia mengklaim telah membangkitkan cacing nematoda yang ditarik dari endapan permafrost setidaknya 32.000 tahun yang lalu.

Catatan pemulihan rotifer sebelumnya berkisar antara 6 hingga 10 tahun, yang melibatkan spesimen yang ditemukan di tanah Antarktika dan di gletser.

Rekor tardigrade adalah 30 tahun, tetapi mengingat rekam jejak mereka, mereka diduga dapat bertahan lebih lama di dalam hibernasi beku.

Penghargaan untuk penemuan baru ini diberikan kepada Lab Kriobiologi Rusia, yang menggunakan bor untuk menggali sampel dari lapisan es Siberia.

Rotifera yang dibangkitkan ditemukan di dekat Sungai Alazeya di timur laut dari Siberia pada kedalaman 11,5 kaki (3,5 meter).

Tim tersebut menggunakan metode ekstraksi khusus untuk mencegah kontaminasi dengan lapisan sebelahnya sambil mengesampingkan rembesan alami dari lapisan di atas.

Lapisan Pleistosen Akhir yang menahan spesimen rotifera tertanggal radiokarbon sekitar 24.000 tahun yang lalu, yang kira-kira 12.500 tahun sebelum akhir zaman es terbaru.

Kembali di lab, para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali rotifera itu dan bahkan menghasilkan beberapa kultur rotifera sekunder dari individu yang sama.

Hal itu bisa terjadi karena rotifera bereproduksi secara aseksual di dalam proses yang dikenal sebagai partenogenesis.

Kebangkitan itu dilaporkan sebagai kasus terlama yang dilaporkan tentang kelangsungan hidup rotifera di dalam keadaan beku.

Analisis genetik dari spesimen mengidentifikasinya sebagai bagian dari genus Adineta, dan dibandingkan dengan sampel hidup yang bersumber dari Belgia.

Untuk mempelajarinya lebih lanjut, tim secara acak memilih 144 spesimen rotifera yang tidak terkait dan menyimpannya di suhu 5 derajat Fahrenheit (-15 derajat Celsius) selama satu minggu.

Meskipun cakupannya terbatas, tetapi eksperimen ini menunjukkan bahwa spesimen Adineta kuno secara signifikan, tidak lebih toleran terhadap beku daripada spesies kontemporer.

Setup Untuk Percobaan Pembekuan Selanjutnyan Berikutnya Ac7b5

Sumber foto: Stas Malavin

"Hal yang perlu diperhatikan adalah organisme multiseluler bisa dibekukan dan disimpan seperti itu selama ribuan tahun dan kemudian hidup kembali, seperti impian banyak penulis fiksi," kata Malavin.

"Tentu saja, semakin kompleks organisme, semakin sulit untuk melestarikannya di dalam keadaan beku dan untuk mamalia, saat ini tidak mungkin. Namun, berpindah dari organisme bersel tunggal ke organisme dengan usus dan otak, meskipun mikroskopis, merupakan kemajuan pesat."

Entah bagaimana, rotifera Adineta mampu melawan pembentukan kristal es yang merupakan musuh bebuyutan dari proses pembekuan.

Kristal es berbentuk seperti pisau kecil yang mampu menghancurkan integritas sel dan organ.

Rotifera diduga memiliki sejenis mekanisme biokimia pelindung organ dan sel yang diperlukan untuk bertahan hidup pada suhu rendah.

Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme pertahanan rotifer ini bisa meningkatkan teknik kriopreservasi untuk menyimpan sel, organ, dan jaringan pada suhu dingin.

Pengetahuan ini bahkan dapat membantu proses cryonics, di mana manusia yang telah meninggal disimpan pada suhu nitrogen cair.

Kebangkitan kembali orang-orang beku ini mungkin tidak akan pernah terjadi, tetapi rotifera yang tangguh ini setidaknya, memberikan secercah harapan.

Baca juga artikel IPTEK atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

8 Karakter Cowok yang Diperankan Aktris Cantik | Gak Nyangka, Nipu Banget!

7 Kesalahan Gak Sengaja dalam Film yang Malah Sukses, Ikonik Banget!

18 Potret Stuntman yang Mirip Banget Sama Aktornya | Stuntman Tom Cruise Ternyata Cewek!

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

Download Modern Warship MOD APK v0.44.3, Unlimited Money & Ammo!

ARTIKEL TERKAIT
Laut Lepas 0c0f2
Heboh! Foto Alien di Pantai Inggris Ternyata Hanya Ubur-Ubur
6 Danau Paling Aneh Di Dunia Ad688
6 Danau Paling Aneh, Ada yang Airnya Mendidih dan Punya Gunung di Dalamnya!
Ikan Purba Eaf5a
Dikira Punah 420 Juta Tahun Silam, Ikan Purba Ini Masih Hidup!
Anglerfish Ikan Aneh 1 Bb0e7
Heboh, Ikan Berbentuk Aneh dan Berwarna Hitam Terdampar | Punya Bohlam di Kepalanya!
Cute Bandicoot 2ca2d
Daging Tikus, Hidangan Favorit di Vietnam | Berprotein dan Lezat?!
Rajah Scops Otus Brookii 05f62
Usai Seabad Menghilang, Burung Hantu Langka Ini Kembali!
Tags Terkait: animalhewan
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal