J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Batu Kecil Kehijauan Ini Jadi Peringatan Perubahan Iklim | Antarktika Mencair?

Senin, 3 Mei 2021, 15:00 WIB
Batu kecil kehijauan ini disebut menjadi tanda perubahan iklim yang tengah melanda dunia. Simak penjelasan selengkapnya di sini!

Sekilas gambar tampak seperti batu biasa, berwarna kehijauan dan panjang cuma sekitar empat sentimeter. Namun, batu pasir kecil ini rupanya menyimpan petunjuk penting tentang masa depan umat manusia!

Batu kehijauan ini didapati dalam lumpur di laut dalam, jauh dari lepas pantai Antarktika Barat. Para ilmuwan yang menemukannya, menyebut, batu tersebut tak seharusnya berada di sana.

Pasalnya, batu ini adalah dropstone atau potongan puing-puing yang terlapisi oleh es. Artinya, batu ini terkikis dari gletser yang berasal dari Benua Antarktika.

Kemudian terbawa dalam es yang mengalir dengan jarak tertentu, selanjutnya terbuang pada lepas pantai lantaran aktivitas gunung es.

Kelompok ilmuwan yang yakin mengetahui dari mana batu ini berasal, menyebut bahwa ini adalah hal yang luar biasa dari batu tersebut.

Melalui penggunaan teknik 'sidik jari geologi', para peneliti cukup yakin kalau batu tersebut berasal dari Pegunungan Ellsworth yang merupakan barisan pegunungan tertinggi di Benua Antarktika.

Sebagai informasi, jarak dari Ellsworth dengan lokasi terakhir di mana batu tersebut ditarik keluar dari dasar Laut Amundsen dengan kapal bor adalah sekitar 1.300 kilometer!

Teka-teki Batu yang Misterius

Jika Kondisi Es Di Kutub Mencair Apa Dampaknya Di Indonesia 27892

Kini yang dihadapi oleh para peneliti adalah teka-teki kalau Ellsworths posisinya berada di bagian dalam terjauh Antarktika.

Sehingga, hal tersebut sangat tidak mungkin apabila batu ini bisa bertahan di bawah lapisan es hingga sampai ke pantai dan selanjutnya hanyut dalam bentuk balok besar, beku, dan mengambang.

"Dalam pengamatan kami, batu ini tidak bisa bertahan saat terus-menerus bergerak ke berbagai titik dan mengalami siklus pengendapan serta pergeseran," terang Christine Siddoway, profesor geologi di Colorado College, Amerika Serikat.

"Dan, lebih jauh, batu ini mungkin tidak akan bertahan menghadapi interaksi masif antara lapisan es dan batuan dasar. Batu ini akan hancur dan terpisah," sambungnya.

Bagaimana Batu Ini Dapat Hanyut Begitu Jauh?

Antartika 2020 F4bea

Jawabannya adalah pada usia deposit yang terkumpul pada perangkat kapal Joides Resolution. Kapal tersebut berlayar pada Program Penemuan Samudera Internasional (IODP) di tahun 2019 yang bernama Ekspedisi 379.

Batu itu diketahui berasal dari era pertengahan Pliosen, apabila dilihat pada garis waktu pakar geologi. Periode ini setara dengan 3 juta tahun lalu.

Pada masa pertangahan Pliosen merupakan periose yang menarik pada sejarah Bumi apabila ditarik dengan konteks masa sekarang.

Pasalnya, itu merupaka periode terakhir kalinya atmosfer mengangkut konsentrasi gas rumah kaca karbon dioksida yang berjumlah 400 bagian per juta.

Kabar buruknya, situasi inilah yang tengah dialami umat manusia sekarang ini. Suhu Bumi saat itu juga secara signifikan menghangat, diperkirakan lebih tinggi 2-3 derajat.

Pada periode itu juga permukaan laut juga jauh lebih tinggi yakni sekitar 20-30 meter di atas permukaan laut modern sekarang. Sehingga dari sinilah batu pasir hijau kecil ini berada di lokasinya sekarang.

Gunung Es Antartika 39c5e

Permukaan laut di periode pertengahan Pliosen menjelaskan kalau lapisan es Antarktika Barat atau setidaknya sebagian besar telah mencair, sehingga berdampak munculnya lautan terbuka yang luas.

Memang akan sulit dibayangkan apabila kamu melihat peta Antarktika sekarang ini. Pasalnya kita hanya dapat melihat lapisan esnya yang menutupi daratan yang sebenarnya.

Kalau lapisan es itu, misalnya, dilepas maka akan dapat melihat sejumlah kepulauan besar yang terbentuk dari sejumlah pulau besar.

Kondisi Iklim Sekarang Mirip di Era Pliosen

Gunung Es Akan Mencair Karena Peningkatan 5d13b

Gletser es Pegunungan Ellsworth yang membawa batuan kecil ini. Selanjutnya terbentuk gunung es yang mengapungkan batu dan hanyut hingga 1.000 kilometer, melintasi pantai terbuka.

Batu kecil tersebut terlepas dari gunung es ini sebelum akhirnya ditemukan oleh para ilmuwan dari Ekspedisi 379.

"Kajian kami memastikan bahwa lapisan es dapat menghilang dengan cukup cepat dan dapat terbentuk kembali dengan cukup mudah," ujar Profesor Siddoway.

"Kami membaca dari catatan yang sangat rinci bahwa ternyata lapisan es yang cukup besar sudah runtuh, khususnya di masa Pertengahan Pliosen. Jika merujuk literatur terkini dari pemodel iklim, kita mungkin sedang memasuki kondisi iklim pliosen," sambungnya.

"Dan jika pemanasan global terus berlangsung dalam kecepatan seperti sekarang, situasinya mungkin tidak akan berubah," cemas Siddoway.

Memang belum ada yang bisa mengukur lapisan es Antarktika Barat bakal runtuh dalam waktu dekat ini.

Meski begitu, para peneliti yakin batu pasir kecil tersebut adalah peringatan atas kondisi yang dapat manusia ciptakan lagi apabila krisis iklim tak segara tertangani.

Profesor Siddoway menampilkan rincian penelitian Ekspedisi 379 dalam Sidang Umum Serikat Pakar Geologi Eropa (EGU) pada pekan ini.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

7 Artis Indonesia yang Diam-diam Ditaksir Artis Lain | Gagal Dipepet!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.7.1 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

7 Artis Indonesia yang Gaet Anak Crazy Rich | Serasi Banget!

10 Orang Terkaya di Indonesia 2021 | Crazy Rich Indonesia Baru Bermunculan!

Download Capcut Pro MOD APK v3.1.0 Terbaru 2021 | No Watermark & Premium Unlocked!

ARTIKEL TERKAIT
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Pandemi Covid19 2021 Bisa Lebih Buruk Dari 2020 41167
WHO: Pandemi COVID-19 di 2021 Bisa Lebih Buruk dari 2020
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Lukisan345 3850a
Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal