Inilah Bahayanya Wisata Luar Angkasa untuk Bumi Tercinta | Para Miliarder, Please Jangan Egois!

Default

Untuk meneliti tentang luar angkasa, mungkin semua usaha dan biaya yang dikerahkan terasa sepadan. Namun, untuk berwisata ke luar angkasa, belum tentu sepadan.

Sejumlah perusahaan teknologi luar angkasa termasuk SpaceX, Space Adventures, dan Virgin Galactic berusaha untuk menjadikan wisata luar angkasa sebagai hal yang lazim untuk dilakukan.

Terlebih lagi, banyak orang, terutama yang kaya raya, sangat tertarik akan ide tersebut.

Apabila kita mau mengingat Bumi yang tengah dilanda krisis iklim, maka sebenarnya mengirim para miliarder ke luar angkasa dengan roket bukanlah keputusan yang ramah lingkungan, lho.

Meskipun terdengar menyenangkan, tetapi tentu saja ada harga mahal yang harus dibayar dari semua ini, dan itu bukan hanya mengenai uang.

Sebut saja roket yang terbakar ketika lepas landas atau mendarat. Entah itu minyak tanah dari roket Falcon 9 SpaceX, metana dari Starship, atau hidrogen cair dari Space Launch System (SLS) NASA yang baru.

SpaceX E8972

Sumber foto: Pixabay

Namun, satu yang pasti, pembakaran setiap bahan itu berdampak besar terhadap atmosfer Bumi.

"Tidak peduli bahan bakar apa yang digunakan, semua peluncuran memancarkan banyak panas yang mengaduk nitrogen di atmosfer untuk menciptakan oksida nitrogen yang mengganggu, " tutur Eloise Marais, profesor geografi fisik di University College London.

Marais telah cukup lama mempelajari dampak bahan bakar dan industri di atmosfer.

Ia menjelaskan bahwa, oksida nitrogen bisa menambahkan atau menipiskan ozon, tergantung di ketinggian berapa mereka dilepaskan.

Di stratosfer, di mana ozon berfungsi sebagai perisai terhadap radiasi ultraviolet dari Matahari, panas itu mampu menggerogoti ozon.

Di troposfer yang posisinya lebih dekat ke tanah, panas itu malah bisa menambah ozon.

Sayangnya, di sana ia lebih bertindak seperti gas rumah kaca yang menahan panas. Selain itu, bahan bakar yang berbeda dapat merusak atmosfer dengan cara yang berbeda.

Sebelum peluncuran ke luar angkasa marak dilakukan, produksi propelan bahkan telah berdampak cukup buruk terhadap lingkungan.

Metana bisa diperoleh melalui fracking atau cara ekstraksi lainnya, yang tentu saja memunculkan sejumlah masalah baru.

Tak hanya itu, pengadaan kaleng hidrogen super dingin bisa menghasilkan emisi gas rumah kaca, tergantung metode yang digunakan.

Sebagai informasi, masing-masing peluncuran memanfaatkan ribuan ton propelan untuk akhirnya mampu mencapai luar angkasa.

Apabila roket menjadi lebih sering diluncurkan, maka pengaruhnya terhadap lingkungan pasti juga akan meningkat.

Marais menuturkan bahwa kita belum mengetahui efek penuh dari bahan bakar roket terhadap lingkungan dan atmosfer, karena para peneliti baru saja mulai mempelajari topik tersebut.

Selain itu, untuk membuat roket saja, sudah dibutuhkan banyak baja dan aluminium.

Untuk setiap ton baja yang diproduksi, perlu dipancarkan 1,9 ton karbon dioksida.

Sedangkan untuk setiap ton aluminium yang diproduksi, perlu dipancarkan jumlah yang lebih banyak, yaitu 11,5 ton karbon dioksida.

Sebuah Starship kosong bisa terbuat dari sekitar 200 ton paduan baja, belum termasuk roket, yang diprediksi seberat 300 ton.

Atas nama sains, manusia memang perlu membayar harga yang mahal, tetapi setidaknya ada beberapa manfaatnya.

Misalnya, program luar angkasa sudah mengajarkan kita banyak hal mengenai alam semesta dan planet kita, termasuk informasi penting mengenai pola cuaca dan efek perubahan iklim.

Namun, coba bayangkan masa depan di mana kita dapat memesan tiket untuk berwisata ke luar angkasa dengan mudah. Jika roket terus-menerus meledak, maka efek negatifnya akan menumpuk.

"Sebelum kita memutuskan seperti apa wisata luar angkasa itu, kita harus terlebih dahulu melakukan studi semacam ini untuk melihat apa saja dampaknya terhadap lingkungan," pungkas Marais.

Baca juga artikel IPTEK atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Aksi CR7 Geser Botol Coca-Cola Viral, Pemain & Pelatih Euro 2020 Ikutan Meledek

Sosok Ega Prayudi, Anak Adopsi Tukul Arwana yang Jadi Polisi dengan Jabatan Mentereng

Misteri Penemuan Kerangka Gadis yang Terkubur dengan Burung di Mulut | Belum Terpecahkan Puluhan Tahun

Nonton Film Ali dan Ratu Ratu Queens (2021) | Melancong ke AS Demi Mencari Ibu

20 Aplikasi Penghasil Uang 2021 Terbukti Membayar Cepat, Langsung Cair & Terpercaya!

ARTIKEL TERKAIT
Hal Haram Astronot Luar Angkasa
5 Hal Haram Dilakukan Astronot di Luar Angkasa, Padahal No.1 'Seru'
Misteri Luar Angkasa 93a21
5 Misteri Luar Angkasa | Ilmuwan Masih Pusing Tujuh Keliling!
16cd8043ac39a7c1a777e13788ecd789
5 Hal Mengasyikan yang Cuma Bisa Dilakukan Oleh Astronot di Luar Angkasa
Untitled Design 2021 06 18t135731 664 095f3
Duh! Heboh Petisi Online Tolak Jeff Bezos Kembali ke Bumi, Demi Cegah Bezos Kuasai Dunia?
Roket Spacex Untuk Ke Mars Meledak Saat Landing Banner Ef2a9
Waduh! Roket SpaceX untuk ke Mars Meledak saat Mendarat, Elon Musk Gagal?
15f2109fe4f7990a77d82453782c6e12
7 Teknologi yang Menjadi Misi Paling Penting Dalam Sejarah NASA
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal