J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Wanita Asal Kenya Ini Bangun Start-Up Batu Bata Ramah Lingkungan, Manfaatkan Plastik!

Senin, 15 Feb 2021, 17:00 WIB
Punya bisnis start up batu bata dari sampah plastik, Nzambi Matee berhasil sukses hingga menerima penghargaan PBB. Seperti apa kisahnya?

Normalnya, kita tak terlalu ambil pusing terhadap plastik. Kalau nggak pakai terus buang, paling-paling kita menggunakan kembali beberapa yang masih bisa dipakai.

Sebagian lagi bisa dimanfaatkan pemulung untuk membuat benda daur ulang dari plastik.

Ada juga yang sengaja mengubah kebiasaan menggunakan wadah dari plastik menjadi besi, bambu, kertas, atau bahan lainnya yang tahan lama untuk mengurangi limbah.

Sayangnya, meskipun kita sudah berusaha keras memanfaat kembali plastik, masih ada banyak sampah yang tidak terolah dan akhirnya mencemari lingkungan hidup kita.

Untungnya, dari hari ke hari makin banyak orang yang semakin memperdulikan bahaya penggunaan plastik dan mulai menggunakan alternatif lain selain plastik.

Namun, pernahkah tersirat di benakmu ada orang yang membangun bisnis start up dari sampah plastik untuk bahan baku pembuatan bangunan?

Nzambi Matee, seorang pengusaha berusia 29 tahun asal Nairobi, Kenya, memiliki gagasan berani dan anti mainstream untuk pemanfaatan plastik!

Nzambi Matee Ubah Plastik Jadi Batu Bata C92e6

Nzambi Matee adalah pemilik perusahaan produsen batu bata bernama Gjenge Makers yang mendaur ulang kantong plastik, kontainer, dan limbah plastik lainnya menjadi batu bata yang bisa digunakan untuk berbagai jenis konstruksi.

Sebelum memulai bisnis start up ramah lingkungan tersebut, Matee bekerja sebagai seorang analis data dan insinyur di industri minyak.

Namun, ia nekat berhenti dari pekerjaannya kala ia menyaksikan banyaknya sampah plastik menumpuk kota Nairobi akibat respon pemerintah yang kurang terhadap manajemen sampah plastik. Loh, terus?

Nah, perjalanannya mengubah plastik menjadi batu bata diawali di laboratorium kecil di halaman belakang rumahnya lewat pengujian kombinasi pasir dan plastik.

Ternyata, plastik yang diserut dan digabungkan dengan pasir lalu dipanaskan dan dipadatkan dengan tekanan tinggi bisa menjadi batu bata yang lima hingga tujuh kali lebih kuat dari beton, loh!

Batu Bata Dari Plastik 28289

Dibanderol dengan harga cukup murah yakni 7,70 dollar US per meter atau sekitar Rp107 ribu, batu bata karya Matee ideal digunakan untuk membangun dinding, jalan masuk paving, dan kebutuhan konstruksi lainnya.

Gjenge Makers lahir pada 2018 dengan misi menciptakan solusi inovatif untuk menciptakan produk konstruksi alternatif yang berkualitas dan berkelanjutan.

Untuk membuat batu bata dari plastik, perusahaan ini mengumpulkan dan memilih plastik dari berbagai tempat pembuangan kemudian memprosesnya menjadi batu bata yang bagus dan murah untuk masyarakat dan sekolah-sekolah.

Gjenge Makers 83172

Hingga saat ini, Gjenge Makers telah mendaur ulang lebih dari 20 ton plastik dan menciptakan 112 lapangan kerja di masyarakat.

Matee dan para pekerjanya mampu menghasilkan antara 1.000 hingga 1.500 batu bata per hari. Tak hanya bekerja dengan masyarakat, Matee juga berkolaborasi dengan lebih dari 10 insinyur dan tenaga ahli untuk terus menyempurnakan proyek ini.

Atas pencapaiannya ini, Matee mendapatkan penghargaan sebagai satu dari tujuh finalis Young Earth Champions 2020 oleh United Nations Environment Programme (UNEP) dan menjadi satu-satunya wanita Afrika yang terpilih.

Keren banget, kan? Ini baru yang namanya muda, beda, dan berkarya!

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal